Membawa Bukti, Masyarakat Kembali Laporkan Penjualan Pulau Pendek Buton

Maschun.com – Beberapa penduduk yang mengatasnamakan Forum Warga Hukum Adat Kadie Taloki di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri kantor polisi buat memberi tahu permasalahan penjualan Pulau Pendek Buton di web jual beli online. Masyarakat tiba dengan bawa bukti hak atas pulau tersebut.

Kapolsek Kapuntori, Iptu La Ajima menyebut beberapa tokoh warga yang mengaku sebagai anak cucu dari Pulau Pendek tersebut tiba ke Kantor Polsek Kapuntori buat membuat pengaduan. Kehadiran masyarakat pula dengan melampirkan bukti pembayaran pajak.

“Mereka membuat laporan pengaduan dengan melampirkan bukti- bukti pembayaran pajak yang dipunyai oleh orang tua mereka ataupun kakek- kakek mereka dari tahun 1937 hingga 1940,” kata La Ajima.

Setelah itu dalam catatan tersebut, dikatakannya lengkap nama- nama yang mendiami Pulau Pendek tersebut. Langkah berikutnya yang hendak diambil ialah melaksanakan koordinasi dengan Polres Buton.

“Esok, aku hendak koordinasi dengan Polres Buton sebab ini kasus nasional,” imbuhnya.

Sedangkan itu, Ilyas salah seseorang masyarakat yang menghadiri Kantor Polsek Kapontori mengatakan bila kedatangannya guna memperjelas terpaut penjualan pulau.

“Sehabis kami berkoordinasi dengan anak cucu Ma Bariya, langkah yang kami tempuh itu memberi tahu pesan pengaduan sebab kami anak cucu itu telah merasa resah dengan penjualan pulau itu, kebetulan kami pula telah pegang bukti perpajakan yang kami sertakan merupakan di tahun 1937 hingga tahun 1940 an itu yg jadi dasar laporan,” ucapnya.

“Yang kami pertahankan itu tanah adat sebab itu bagian dari pusaka nene moyang yang diwariskan buat anak cucu,” sambungnya.

Kata Ilyas, harapan dari masyarakat setempat supaya pelakon yang memposting itu dapat jelas, orang siapa serta apa iktikad dari tujuannya memposting penjualan di pulau pendek.

Pulau Pendek Buton OLX
Pulau Pendek Buton OLX

“Siapa sesungguhnya otak pelakon yang mempublikasikan dijual melalui online tersebut, kami pula harapannya dapat langsung memandang orangnya,” harapnya.

Pihak yang menjual Pulau Pendek di Buton, tadinya sudah membagikan klarifikasi serta hak jawabnya atas penjualan Pulau Pendek di web jual beli online. Bagi penerima kuasa, penjualan Pulau Pendek di web jual beli online telah diturunkan semenjak Jumat( 28/ 8) kemudian.

“Memanglah terdapat kesalahan redaksional dalam web OLX yang sepatutnya kami tulis seperti berikut:” Dijual Lahan di Pulau Pendek Nan Eksotis”. Kami menyadari kesalahan redaksional ini sehingga lekas menghapus unggahan kami di OLX. Kami meminta maaf yang sebesar- besarnya atas kekhilafan yang sudah kami jalani, yang bisa jadi sudah menimbulkan kegaduhan di tengah warga, spesialnya penduduk pulau tersebut,” jelas penerima kuasa dalam hak jawabnya.

Penerima kuasa menarangkan, cocok syarat Undang- Undang Pokok Agraria( UUPA) Tahun 1960 ataupun Peraturan Pemerintah Nomor. 24 Tahun 1997 tentang Registrasi Tanah, hingga tanah di pulau tersebut bisa didaftarkan ataupun diterbitkan sertifikatnya pada Kantor Pertanahan Kabupaten Buton.

“Kalau cocok dengan Peraturan Menteri Agraria serta Tata Ruang/ Kepala Tubuh Pertanahan Nasional No 17 Tahun 2016 tentang Penyusunan Pertanahan di Daerah Pesisir Serta Pulau- Pulau Kecil, mengendalikan kalau pulau- pulau kecil bisa diberikan Hak Atas Tanah, tercantum hak kepunyaan, sehingga apa yang kami jalani cocok dengan peraturan yang berlaku,” tulisnya dalam hak jawab.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More