BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI INDONESIA

BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI INDONESIA BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI INDONESIA - Pada ulasan kali ini, penulis ingin membahas t...

Tips Sukses Menjawab Pertanyaan HRD Dalam Wawancara Kerja

Loading...
Maschun.com - Saat melamar pekerjaan, sudah pasti akan sesi wawancara/interview oleh perusahaan yang anda lamar tersebut. Tujuan dari dilakukannya wawancara tersebut untuk mengetahui sejauh minat, pengetahuan dari pelamar kerja tersebut. Dalam wawancara ini biasanya dilakukan oleh pihak HRD hingga atasan langsung. 
Tips Pintar Untuk Menjawab Pertanyaan HRD Dalam Wawancara Kerja

Nah, bagi anda yang ingin melakukan wawancara ini nantinya dalam mendapatkan pekerjaan, berikut beberapa pertanyaan yang sering dan umum yang akan ditanyakan kepada diri anda. apa saja pertanyaan tersebut?, berikut ulasannya : 

1. Menceritakan Tentang Diri 

Biasanya pertanyaan ini adalah pertanyaan umum yang akan ditanyakan oleh pihak HRD kepada calon karyawan perusahaan yaitu “Selamat siang, pagi atau sore, Silakan ceritakan mengenai diri anda?”. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, jangan memberi jawaban seperti : 

"Saya anak ketiga dari empat bersaudara" atau "Saya berusia 20 tahun, asal dari Bandung" dan lain sebagainnya, maka jawaban itu tidak akan membuat pewawancara terkesan dengan diri anda. Jawaban yang anda berikan tersebut seperti berapa jumlah saudara anda dan asal daerah anda tidak akan berpengaruh dan ada hubungannya dengan pekerjaan anda nantinya. 

Jawaban yang benar dan perlu anda lakukan adalah dengan menunjukkan bahwa anda membawa nilai tambah yang akan berguna bagi perusahaan jika anda diterima dan bekerja dalam perusahaan tersebut nantinya. Contoh jawaban yang benar seperti : 

Jika anda masih bekerja : “Saat ini saya bekerja sebagai (sebutkan jabatan anda di perusahaan tempat anda sedang bekerja saat wawancara) di salah satu perusahaan (sebutkan nama perusahaan tempat anda bekerja baik swaswa atau pun dan bergerak di bidang apa). dan Setelah bekerja dan belajar banyak di perusahaan tersebut selama (sebutkan lama anda bekerja diperusahaan anda) saya merasa perlu mengambil tantangan baru untuk mengembangkan karir saya. Saya percaya semua ini bisa saya lakukan di perusahaan anda (perusahaan yang sedang anda lamar). 

Jika anda tidak sedang bekerja (Resign) di perusahaan mana pun cukup menjawab dengan jawaban seperti ini “ Saat ini sedang menganggur/pekerja lepas dan jika saya diberi kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan ini, maka dapat saya pastikan dapat memberikan kontrbusi baik sesuai dengan pengalaman kerja yang pernah saya dapatkan”. 

Jika anda lulusan baru, maka jawabannya adalah “Saya adalah lulusan dari (sebutkan gelar pendidikan anda, lulusan apa, tahun berapa dan nama sekolah anda), dan dengan keterampilan dan latar pendidikan yang pernah saya dapatkan dari pendidikan tersebut, bisa membantu dalam memajukan perusahaan anda dan saya berharap bisa belajar hal yang baru di perusahaan ini”. 

2. Menceritakan Kelebihan Diri 

Pertanyaan yang kedua yang umumnya akan ditanyakan kepada calon pengawai/karyawan dalam sesi wawancara adalah “Silakan anda menceritakan kelebihan dan kekurangan anda?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Walaupun pertanyaannya adalah tentang kelebihan, tapi anda harus pastikan kelebihan tersebut berguna untuk posisi dan perusahaan yang anda tuju. Pastikan kelebihan yang anda berikan relevan dengan pekerjaan. 

Jawaba yang kadang salah adalah : “saya adalah orang yang bertanggungjawab, rajin bekerja dan mampu bekerja dibawah tekanan”. Jika anda menjawa seperti itu, maka itu tak membuat pewancara anda tertarik untuk merekrut anda karena itu sudah menjadi kewajiban bagi para pekerja alias umum. 

Jawaban yang baik adalah dengan menjawab : “Saya adalah orang yang sangat mudah bergaul dan karenanya dapat menjalin relasi dengan mudah secara alami atau Saya pandai berinteraksi dengan anak-anak. Bagi saya, mengajar dan berinteraksi dengan mereka bukanlah pekerjaan tapi sesuatu yang memang saya nikmati. 

3. Menceritakan Kelemahan Diri 

Jangan merasa terbebani dengan pertanyaan ini karena bisa jadi anda akan dinilai kurang beriktkad baik dalam melamar kerja di tempat tersebut. Walaupun pertanyaannya adalah tentang kelemahan anda, tapi bukan berarti anda bisa menjawab "Saya sering telat bangun lalu terlambat ke kantor". Jawaban seperti itu akan membuat lamaran anda dilempar ke kotak sampah saat itu juga. Tapi ini juga bukan berarti anda bisa menjawab "Saya tidak punya kelemahan, saya adalah pekerja yang baik". Jika anda menjawab seperti itu, Akan sangat mustahil bagi seorang pekerja untuk tidak memiliki kelemahan apapun. 

Anda dapat menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan salah satu kelemahan anda namun harus diikuti bagaimana usaha anda untuk mengatasinya sehingga tidak menjadi masalah dalam bekerja nantinya seperti : 

“Saya cenderung fokus kepada satu tugas dan agak kesulitan untuk berganti ke tugas lainnya sebelum tugas yang pertama selesai. Namun saya sudah belajar untuk menggunakan skala prioritas dan memilih tugas-tugas mana yang mendesak dan sebaiknya diselesaikan duluan tanpa harus berurutan”. 

4. Pengaruh Pendidikan Dengan Pekerjaan 

Pertanyaan tentang latar belakang pendidikan sebenarnya mudah dijawab ASAL memang latar pendidikan anda relevan dengan pekerjaan. Jika latar belakang pendidikan anda adalah software engineering dan anda melamar diperusahaan pengembang aplikasi handphone, maka jawabannya tidak sulit. Tapi bagaimana jika latar belakang pendidikan anda adalah keguruan dan anda ingin melamar menjadi penulis?, Anda dapat mengaitkan pengalaman-pengalaman lain yang berhubungan dengan bidang penulisan dan menggunakan latar pendidikan anda sebagai pendukung. 

Contoh jawaban : “Latar belakang pendidikan saya adalah (Sebutkan jurusan pendidikan anda) dan saya sudah bekerja selama 3 tahun terakhir di perusahaan (sebutkan perusahaan tersebut) sesuai dengan pendidikan saya. Karena saya berpengalaman dalam bidang tersebut, saya lebih mudah memahami saat bekerja di perusahaan ini”. 

5. Alasan Resign Dari Perusahaan Sebelumnya 

Untuk menjawab pertanyaan ini, kuncinya adalah jangan sampai anda menjelek-jelekkan perusahaan terdahulu. Walaupun anda tidak menikmati pekerjaan terdahulu atau anda membenci atasan anda, simpan itu untuk diri anda sendiri. Jangan jadikan interview sebagai ajang curhat. Justru gunakan alasan seperti anda mencari tantangan baru atau ingin mengembangkan karir. 

Contoh jawaban : “Bekerja selama lebih dari 3 tahun di perusahaan sebelumnya telah mengajarkan saya banyak hal, mulai dari urusan operasional maupun manajerial. Karenanya saya merasa sudah siap untuk menerima tantangan baru dan mengembangkan karir saya, untuk itulah saya memutuskan untuk resign”. 

6. Masalah Dalam Bekerja 

Walaupun pertanyaan ini hanya menanyakan pernah atau tidak pernah, jangan sampai anda hanya menjawab dengan iya atau tidak. Menjawab tidak untuk pertanyaan ini sangat tidak dianjurkan karena agak kurang masuk akal jika anda bekerja selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengalami konflik sedikitpun. Perlu dipahami juga bahwa konflik ini tidak berarti anda memaki-maki atasan anda, tapi perbedaan ide pun bisa digunakan. Oh dan ingat, sertakan solusi bagaimana anda menyelesaikan konflik ini. 

Contoh jawaban : “Pernah suatu ketika saya dan atasan saya memiliki perbedaan pendapat kapan sebaiknya diskon diluncurkan untuk produk-produk pakaian kami. Atasan saya berpendapat sebaiknya 3 hari sebelum lebaran saja sementara saya berpendapat 7 hari sebelum lebaran. Saya memutuskan untuk meminta saran dari departemen pemasok dan akhirnya diputuskan diskon diluncurkan 3 hari sebelum lebaran karena ditakutkan stok pakaian tidak mencukupi jika diluncurkan jauh-jauh hari. Walaupun ide saya tidak diterima tapi saya setuju karena ini demi kebaikan perusahaan”. 

7. Mengenai Rekan Kerja 

Oke, pertanyaan menjebak lainnya. Ingat, jangan sampai anda kelepasan dan mengumpat-ngumpat tentang rekan kerja anda terdahulu. Yang perlu juga anda pahami adalah, anda tidak bekerja di surga. Jadi menjawab tidak ada yang tidak anda suka dari rekan kerja anda terasa kurang masuk akal. Gunakan kesempatan ini untuk memberikan satu contoh hal yang tidak anda sukai dan bagaimana anda mengatasinya. Dan hal yang tidak anda sukai ini harus bersifat profesional, misalnya rekan kerja anda yang cenderung telat atau tidak membalas e-mail, bukan mukanya yang jelek atau bau mulutnya. 

Contoh jawaban : “Di perusahaan sebelumnya, saya pernah memiliki rekan kerja yang cenderung datang terlambat. Setelah didiskusikan, rekan kerja saya mengungkapkan bahwa dirinya mengalami insomnia dan memiliki kesulitan bangun tepat waktu. Kami akhirnya sepakat untuk selalu memundurkan jam kerja satu jam, namun rekan kerja saya juga harus pulang satu jam lebih lama untuk menggantikan jam kerja yang hilang di awal”. 

8. Mengatasi Masalah Dalam Bekerja 

Contoh jawaban : “Tetap tenang. Yang biasa saya lakukan saat situasi mulai berada diluar kendali adalah menentukan prioritas. Beberapa masalah memang terlihat penting, namun setelah diperiksa lagi sebenarnya tidak mendesak. Jadi saya akan fokus ke masalah yang penting dan mendesak terlebih dahulu, baru ke masalah lain”. 

9. Target Diri Untuk 5 atau 10 Tahun Ke Depan 

Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk melihat apakah anda mampu menyusun rencana. Kebanyakan orang hanya bekerja seperti menunggu bola, bukan menjemput bola. Pekerja yang baik mengerti bahwa berbagai pekerjaan perlu dilakukan dengan rencana, dan kadang perlu dipersiapkan sebelum masalah datang. Karenanya, anda harus tunjukkan jika anda memiliki rencana ke depan, entah itu untuk menjadi manager, atau mencari pengalaman dengan melibatkan departemen lain. 

Contoh jawaban : “Saya melihat diri saya mempelajari berbagai hal teknis di tahun pertama dan kedua. Sementara tahun ketiga dan keempat, saya akan mulai memperbanyak pengalaman dengan bekerja lintas departemen sehingga pada tahun kelima, saya siap memimpin departemen saya”. 

10. Alasan Perusahaan Menerima Anda 

Untuk pertanyaan ini, anda perlu melakukan sedikit penelitian terhadap perusahaan yang anda lamar. Triknya adalah dengan menemukan hal yang belum mereka lakukan dengan sempurna, dan menunjukkan mengapa anda adalah solusinya. 

Contoh jawaban yang baik : “Untuk saat ini, media cetak seperti koran dan majalah sudah mulai ditinggalkan. Sebagian besar pembaca sudah beralih ke media online. Dengan kemampuan saya di bidang web programming, saya yakin saya bisa memberikan nilai tambah kepada perusahaan media seperti perusahaan anda”. 

11. Panggilan Kerja Sebelum Melamar di Perusahaan Tersebut 

Jawaban anda tentang pertanyaan ini dapat menunjukkan kepada pewawancara kompetisi yang mungkin mereka dapatkan jika ingin anda bergabung ke perusahaan mereka. Dengan menjawab tidak sedang interview dimanapun, kemungkinan untuk mendapatkan anda menjadi lebih besar sehingga perusahaan lebih tertarik untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun jika anda menjawab anda juga menjalani interview dengan perusahaan lain, perusahaan ini dapat memberikan penawaran yang lebih baik (misalnya gaji yang lebih tinggi) untuk mendapatkan anda. Semua tergantung mana yang anda pilih. 

Tapi yang jelas, jangan berbohong. Jika anda menjalani interview, katakan demikian, jika tidak pun katakan demikian. Akan sangat tidak profesional jika anda mengatakan tidak sedang interview namun setelah diberikan pekerjaan, anda terpaksa menolak karena sudah diterima ditempat lain. 

Contoh jawaban : “Saya hanya melamar di perusahaan ini saja karena memang pekerjaan ini adalah impian saya”, atau “Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan panggilan interview dari perusahaan lain. Saya merasa akan tidak profesional jika saya tidak memenuhi panggilan tersebut. Namun tentu saja saya berada disini sekarang adalah karena saya tertarik dengan pekerjaan di perusahaan anda”. 

12. Tentang Keseriusan Untuk Bekerja 

Jika anda ditanya seperti ini, yang perlu anda lakukan adalah tunjukkan bahwa anda bersedia memberikan komitmen. Tapi jangan sampai anda terlihat tidak jujur Seperti "sampai saya pensiun" atau "selama-lamanya" bukan hanya seperti sulit dipercaya tapi juga mengesankan anda hanya mencari aman. Bekerja... bekerja... bekerja lagi sampai pensiun... Tunjukkan bahwa anda memiliki cita-cita namun tidak terlalu ambisius. 

Contoh jawaban yang baik : “Di setiap pekerjaan, saya selalu berusaha mencari kesempatan belajar dan mengembangkan diri saya. Saya akan bekerja di perusahaan ini selama saya terus mendapatkan tantangan untuk belajar dan berkembang. 

13. Pertanyaan Balik 

Setelah anda berdiskusi panjang lebar, akan sangat mustahil untuk tidak muncul pertanyaan satupun. Kemungkinannya hanya dua, antara anda kurang pandai sehingga sulit mengerti pembicaraan tadi, atau anda tidak tertarik dengan pekerjaan ini. 

Pekerjaan ini adalah hal yang akan anda lakukan dari Senin hingga Jumat dari pukul 9 hingga 5, apakah anda yakin tidak mau mengklarifikasi hal-hal yang belum jelas?. Ingat, interview itu bukan hanya tentang mereka yang ingin mengetahui tentang anda, tapi juga anda yang ingin mengetahui tentang mereka. Apakah ini benar-benar pekerjaan impianmu?, Apakah perusahaan ini memang seindah yang digambarkan di iklan?, Seperti apa atasanmu nanti?, Gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya. 

Contoh pertanyaan yang bisa anda ajukan seperti : “Jika saya diterima, kapan saya bisa bergabung?, Program seperti apakah yang ditawarkan perusahaan untuk pengembangan pegawainya?, dan bisa Selain gaji, adakah benefit lain yang ditawarkan? Misalnya asuransi atau pelatihan?”. 

14. Tentang Gajii 

Dari seluruh pertanyaan diatas, maka ini adalah pertanyaan penutup yang harus dijawab dengan sangat hati-hati. Seni dalam menjawab pertanyaan ini adalah, siapapun yang menyebutkan angka duluan berarti kalah dan anda tidak akan diterima bekerja di perusahaan tersebut. Kenapa begitu?, Karena setiap perusahaan tentu memiliki anggaran tertentu untuk setiap posisi dan mereka tahu itu. Jadi jawaban apapun yang anda berikan, anggaran yang mereka miliki tetap sama. 

Misalkan anggaran untuk posisi yang anda lamar adalah 10 juta. Jika pada saat diskusi gaji, anda menyebutkan 8 atau 9 juta, mereka akan dengan senang hati mempekerjakan anda. Namun, tanpa anda tahu, anda sudah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji lebih tinggi. 

Jika anda menyebutkan angka yang terlalu tinggi, 15 juta misalnya. Perusahaan bisa saja putus asa karena merasa mereka tidak dapat memenuhi keinginan anda. Akhirnya anda tidak mendapatkan pekerjaan ini. Jadi kuncinya adalah memancing perusahaan untuk menyebutkan angka mereka duluan baru anda usahakan untuk dinaikkan. 

Contoh jawaban yang baik adalah : “Saya lebih tertarik untuk mengetahui tentang perusahaan ini lebih jauh terlebih dahulu sebelum membicarakan gaji”. Tujuan dari jawaban ini adalah untuk memberikan anda waktu lebih lama untuk membuat mereka terkesan. Jika mereka sudah terkesan, akan lebih mudah bagi anda untuk membuat mereka meningkatkan anggaran gaji untuk anda”. 

Atau jika anda memang percaya diri dan berniat menyebutkan angka duluan, anda bisa menjawab dengan : "Berdasarkan rata-rata gaji di industri perminyakan dan kualifikasi saya, saya percaya angka yang sesuai untuk saya adalah 13 juta rupiah”. 

Itulah beberapa pertanyaan penting dan umum yang akan ditanyakan oleh pihak HRD dalam menyeleksi calon pengawai/karyawannya. Namun perlu anda ketahuinya juga, sebelum wawancara ini berlangsung, menenangkan diri dan berdo’a adalah kuncinya karena semua tentunya ada campur tangan Tuhan dalam setiap langkah manusia dimuka bumi ini. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.
;

Baca Juga :

5 Responses to "Tips Sukses Menjawab Pertanyaan HRD Dalam Wawancara Kerja"

  1. Mantap sekali bekal wawancara dengan HRD ... dijelaskan dengan gamblang dan detil.

    Nice sharing 👍

    BalasHapus
  2. Waahh!! Tips menarik ini bagi yang sedang mencari kerja....Siapa tahu ada wawancara dadakan... Setidaknya sedikitnya bisa kita pelajari...😄😄😄

    BalasHapus
  3. manstap sekali ini, berbekal pengetahuan yang anda sampaikan semoga saya cepat mendapat pekerjaan yang di idam-idamkan

    BalasHapus
  4. Dari semua pertanyaa, pertanyaan tentang gaji yang agak sensitif

    BalasHapus