BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI INDONESIA

BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI INDONESIA BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI INDONESIA - Pada ulasan kali ini, penulis ingin membahas t...

Kumpulan Puisi “Roman Picisan The Series” Episode 1-107

Loading...
Puisi Roman Picisan The Series 2017 – Senetron Roman Picisan the series yang diangkat dari buku karangan Eddy D Iskandar sangat menyita perhatian kaum ABG pada tahun 2017 kemaren. Hal itu wajar saja, selain acting kedua bintang ini tampan dan cantik, namun juga terdapat berbagai puisi romantis yang membuat mereka menjadi Baper.
Puisi Roman Picisan The Series 2017

Senetron ini pula akan diangkat ke layar lebar pada tahun 2018 ini dengna judul yang sama yaitu “Roman Picisan The Movie 2018” yang akan diperankan sama seperti senetron yaitu Arbani Yasiz sebagai Roman dan Adinda Azani sebagai Wulan. Film ini juga sebenarnya juga pernah dibuat era 80-an yang di bintangi oleh Rano Karno dan juga Lydia Kandau.
Puisi Roman Picisan The Series 2017

Nah, sambil menunggu versi filmnya rilis pada tahun 2018 ini dimana saat ini mereka sudah mulai melaksanakan syuting di Jakarta dan di Belanda, kita simak terlebih dahulu puisi-puisi Roman Picisan yang ada di Senetron pada 2017 lalu dibawah ini :

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tanpa memikirkan rumitnya rumus fisika dan sulitnya perhitungan ekonomi." - Roman Picisan

"Jangan tanya sedang apa aku hari ini, karena yang kulakukan selalu sama. Sedang mencintaimu. Sedang mengharapkanmu. Setiap hari." - Roman Picisan

"Aku dan jenuhku, bersama membisu.
Terlalu jauh untuk meraih, bintang yang sedang ku tatap.
Aku dan senyumku, mengikuti diam dan termenung meratap mimpi,
yang kini hilang dalam sekejap" - Roman Picisan

"Aku dan kamu ibarat senja dan malam, saling berdampingan namun tak dapat bersatu" - Roman Picisan

"Aku dan kau bagaikan laut dan pantai..
seperti api dan bara yang meninggalkan debu,,
menyatu seperti sinar mentari menyentuh embun pagi..
menjadikannya tetesan air sebening kristal" - Roman Picisan

"Kamu adalah ketidak pastian yang kuperjuangkan" - Roman Picisan

"Kata orang di Utara, mawar itu indah. Aku diam.
Kata orang di Selatan, krisantemum lebih indah. Aku diam.
Kata orang di Timur, melati paling indah. Aku diam.
Orang di Utara, Selatan, dan Timur diam.
Aku bilang, Wulandari yang terindah." - Roman Picisan

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan, Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." - Roman Picisan

"Di penghujung hari yang hampir hilang.
Ku tetap menggenggam rasaku.
Tanpa memiliki kesimpulan tentang rasamu.
Hanya mampu ratapi rasaku.
Dan mendoakan munculnya rasamu." - Roman Picisan

"Kupikir benci. Ternyata ku peduli. Ku rasa dendam. Ternyata rasa terpendam. Apa ini cinta?" - Roman Picisan

"Kupikir pisau itu tajam
tapi perkataanmu lebih menghujam
Kupikir bangkai itu busuk
tapi penolakanmu lebih menusuk" - Roman Picisan

"Cintaku tak harus miliki dirimu, meski perih mengiris-iris segala janji" - Roman Picisan

"Cinta kau datang tanpa dikira,
kau pergi tanpa menyapa..
Cinta kau itu indahkan dunia,
tapi kau tak lupa menabur luka..
Cinta, aku mohon padamu
jangan datang untuk pergi
jangan berbahagia lalu menyakiti.." - Roman Picisan

"Perempuan itu bernama Wulandari,
Bulan purnama artinya..bahkan bidadari..
Tapi dimataku..Wulandari adalah bahaya..
Bahkan harus dihindari" - Roman Picisan

"Kata orang benda termahalmu adalah waktu
Karna hanya sekali tak bisa diputar kembali
Jadi..kuberterima kasih kepada Wulandari
Untuk terbuangnya waktu yang takkan kembali" - Roman Picisan

"Di penghujung hari yang hampir hilang
Ku tetap menggenggam rasaku
Tanpa memiliki kesimpulan tentang rasamu
Hanya mampu ratapi rasaku
Dan mendo'akan munculnya rasamu" - Roman Picisan

"Kata orang cinta itu buta
tapi kenapa aku tetap bisa memandangi keindahanmu
Kata orang cinta tak ada logika
Tapi kenapa pikiranku teratur
menyimpan senyumu
Kata orang cinta itu menyakitkan
Tapi kenapa aku tetap bertahan" - Roman Picisan

"Kamu adalah kebenaran yang harus kuingkari
Kamu adalah keindahan yang tak mampu kunikmati
Kamu adalah keindahan yang hadir lewat mimpi" - Roman Picisan

"Berat bibir ini terucap
Perih mata ini menatap
Menjelang hadirnya perpisahan
Perpisahan bagiku derita
Memenjarakan kenangan
Menaburkan luka
Tapi perpisahan punya janji
Pasti akan bertemu lagi
Selama bukan perpisahan abadi" - Roman Picisan

"Ketika kita menghadapi kesulitan
Dan kita tidak menyerah
Itulah kekuatan kita" - Roman Picisan

"Apakah kamu tahu
saat aku bilang
aku benci kamu
hatiku menjerit tak setuju
Apakah kamu tahu
saat aku bilang
aku rela melepasmu
itu kebohongan terburuk" - Roman Picisan

"Ya Allah, mungkin aku bukan orang baik
Tapi aku percaya kau pasti mendengarkan do'aku ini
Ya Allah, sembuhkanlah semua luka dan sakit pada Wulandari
Dan jagalah dia sebaik-baiknya malam ini
karena aku tidak mampu melakukannya. Aamiin" - Roman Picisan

"Sebulan berlalu...
Dan aku hanya bisa menggenggam rindu,,,
Berharap mampu lupakan..
Tanpa perlu mengingat senyummu.." - Roman Picisan

"Kupikir sudah lupa,
Ternyata rasa itu masih ada.
Mungkin hanya Wulan
yang mampu merusak move on sebulan!" - Roman Picisan

"Waktu,
Bukankah dia percaya sebagai pengobat luka?
Tapi kenapa kini dia hadir sebagai pengingat lara" - Roman Picisan

"Ini kesimpulan tentang hatiku..
Tentang rasa yang bergitu hebat
Tentang rindu yang menggeliat
Tentang dirimu, yang semakin berat untuk kupikat.." - Roman Picisan

"Tentang rindu yang mengusik
Biarlah ini jadi tanggung jawabku
Pagi biarkan memburu senja..
Senja biarkan merangkul malam
Karena waktu takkan mampu menyapu rinduku
Tapi kamu...
Kamu adalah tujuan akhir rinduku berlabuh.." - Roman Picisan

"Saat aku lelah, Kuminta rindu Untuk pergi..
Tapi rindu, sudah tersesat, dalam labirin..
Hati..
Bersemayam abadi, agar aku terus teringat semuanya
Tentang kamu..." - Roman Picisan
Puisi Roman Picisan The Series 2017

"Kepercayaan itu ibarat kata sebuah kaca
Saat kaca itu pecah,
Pecahan kaca itu pun menjadi tajam
Kepercayaan gue sama lo
Sekarang udah pecah..
Sekarang gua adalah pecahan kaca yang tajam itu
Jadi lebih baik, lo jaga jarak dari gue
Karena gue bisa aja melukai lo" - Roman Picisan

"Adakah rasa yang lebih menyakitkan,
Dari hilangnya hak untuk menyapamu,
Adakah rindu yang lebih menyesakan,
Dari sirnahnya kebersamaan kita.." - Roman Picisan

"Tenang lah jiwaku,
Jangan bersedih
Tulus lah seperti
Hujan dimalam hari
Yang tidak bisa
Menampilkan pelangi" - Roman Picisan

"Kalau cinta sungguh mencinta,
Dia tidak meminta..
Kalau cinta sungguh berharga,
Dia tidak memaksa..
Senyumanmu adalah harapanku..
Bahagiamu adalah segalaku..
Meskipun senyuman dan bahagiamu..
Tanpa aku.." - Roman Picisan

"Saat seseorang sudah berikan rasa nyaman
Mengusirnya sangat menyulitkan
Menggantinya hanyalah sebuah
kemustahilan" - Roman Picisan

"Taukah kamu...
Saat temaram hatiku terang
oleh senyumu
Aku serahkan rinduku untukmu
Saat gerimis senja hilang
oleh pelangi di matamu
Aku titipkan harapanku padamu
Tetaplah menjadi rembulan
Di atas langit itu
Agar aku selalu menatapmu" - Roman Picisan

"Inilah aku...
Seorang pujangga yang ingin
Menjadi penjuang cinta
Aku merangkai asa dengan keterbatasanku
Berharap ..
miliki hitungan detik yang singkat ini
Untuk selalu bersamamu.." - Roman Picisan

"Kamu yang manis
namun perlahan mengikis
Kamu berjanji menjaga
namun perlahan menabur jelaga
Ku tak perlu semua indah
Ku tak menginginkan bahagia
Hanya satu kupinta
apapun yang terjadi
Kau tetap ada" - Roman Picisan

"Aku disini...
Dan kau di seberang jalan itu,
Ada lampu merah di tengah kita,
Menjadi pembatas tanpa jeda
Lampu merah...
Berubahlah menjadi hijau,
Agar tidak ada lagi yang menghalau." - Roman Picisan

"Cinta itu butuh waktu..
Tidak pernah datang..
lebih dahulu...
Atau bahkan terlambat..
Datang..
Cinta selalu menyapa..
Pada saat yang..
Tepat.." - Roman Picisan

"Seseorang berkata,
ada satu cara membuat
wanita jatuh cinta...
yaitu buatlah dia tertawa..
Namun ku tak pernah bisa
karena..
saat dia tertawa,
Justru diriku yang semakin cinta" - Roman Picisan

"Saat malam datang tanpa hadirnya bintang
kau datang berikanku cahaya
saat angin semilir tak menyejukan hatiku
kau hadir membawa kesejukan
lewat senyumu..
Ijinkan hasratku
bersandar dihatimu
agar rasa ini
bisa memberi kehangatan
di dalam hatimu" - Roman Picisan

"Orang bilang..
Hati butuh seseorang tuk berlabuh..
Aku tak setuju..
Karena berlabuh bisa berlayar lagi
Dan meninggalkan luka hati..
hatiku butuh tempat perhentian abadi
tanpa mencari lagi..
aku berharap..
itu ada pada wulandari" - Roman Picisan

"Ada banyak panggilanmu
bunda, mama, atau ibu
Satu yang pasti, panggilan itu lebih mulia daripada ratu
Kau relakan tubuhmu, sebagai pintu masuk kami ke dunia ini
Kau hancurkan egomu, demi hadirkan tawa
Dibalik derai tangis kami, kau adalah pelangi dalam jiwaku
Kau lah kehangatan, disaat aku lelap dalam pangkuanmu" - Roman Picisan

"Harta paling berharga adalah waktu
Warisan paling tak ternilai adalah kesetiaan
Jika keduanya, kudapat darimu
Ku tak inginkan lagi semua yang semu.." - Roman Picisan

"Melepasmu, bukan keinginanku..
Tetapi ditetapkan menjadi takdir..
Menjadi tegar bukan pilihanku..
Tapi, itu menjadi satu-satunya jalan keluar.." - Roman Picisan

"Cinta..tidak pernah salah
Namun cinta..tak selalu indah
Cinta tak pernah menyiksa
Dia hanya menguji rasa
Cinta..tak akan pergi
Jika hasrat ingin bersama
Selalu kembali" - Roman Picisan

"Perempuan itu..
Bernama Wulandari
Bulan purnama artinya
Bahkan bidadari
Pesonanya..
membawa warna indah dalam pandanganku
Senyumannya..
Menyerap udara di sekelilingku" - Roman Picisan
Puisi Roman Picisan The Series 2017

"Matamu memikat..
Tawamu mengikat..
Bohong jika aku tak terpikat..
Tapi dayaku..
Sebatas pandang..
Tanpa hak memiliki..
Tanpa rasa kuasa menyayangi.." - Roman Picisan

"Keindahan ini bernama Wulandari
yang mengalirkan hangat, dalam setiap aliran rinduku
Kenyamanan ini masih tentang Wulandari
yang selalu membawaku kepada pengharapan hatiku
Kini aku hanya bisa berucap lirih tentang waktu
andai sang waktu tak pernah berakhir
wulandari..
pasti tetap bersamaku" - Roman Picisan

"Papa..
Kau membuatku percaya
Kalau cinta itu ada
Dari caramu mencintaiku.
Papa..
Bagiku mama sangat berharga
Tapi sayangku padamu
Juga tak terkira
Papa..
Kau telah bahagiakan aku
Karena itu
Aku pun ingin kau bahagia.
Cerita cinta barumu terukir di tempat ini..
Tapi ku yakin
Bukan melupakan yang telah pergi
Karena..
Kenangan adalah harta yang abadi" - Roman Picisan

"Ku bohong kalau ku tak rindu
Karena tiap hari kuterbayang
Ayah dan Ibu
Godaan mengintai
Untuk kembali ke kampung halaman
Mengiris tekadku di perantauan
Tapi aku..
Aku tak boleh lemah
Aku tau aku tak boleh kalah
Biarlah lautan rindu ini
Kubalas dengan kebanggaan
Yang akan aku bawa pulang" - Roman Picisan

"Rindu..
Kau remas hatiku
Saat hasrat ingin bertemu
Tapi terhalang oleh waktu
Waktu..
Jika nanti terobati rinduku
Ku mohon hentikan detikmu
Agar aku bisa bersamanya selalu" - Arbani Yasiz

"Waktu berputar
Namun hatiku
Tak kunjung pintar
Kembali berdarah
Selalu bernanah
Saat menghampiri
Penolakanmu
Setiap tak dapat
Disambutmu.." - Roman Picisan

"Hormat untuk
Sang saka romansaku
Terima kasih pada
Sang Pencipta
Atas Wulandari
Yang kau ciptakan.." - Roman Picisan

"Di hujung musim yang menyisakan dingin
Daun-daun berguguran.
Pohon-pohon bertumbangan
Akar-akar pun berteriak
Tanah pun kering kerontang.
Kemana hujan yang ku rindu
Kemana pula pelangi yang kutunggu
Mungkin memang mereka..
Mereka ingin mati.
Mungkin pula mereka memang tak peduli lagi...
Pada manusia
Yang tak bisa menjaga berkah Ilahi" - Karin

"Aku melihat cinta di kejauhan..
Indah tatapnya..
Manis senyumnya..
Ku kira..
Dia kan datang..
Nyata nya hanya menaruh angan..
Hatiku diam..
Meratap takdir yang ku genggam.
Ku tenun harapan..
Tapi Tuhan yang punya ketentuan."

"Matamu terbuka..
Sebelum mentari ada
Langkah mu tegak tercipta
Mengejar impian dunia.
Uang..
Bagimu yang utama
Waktu..
Hanya bagi dia semata
Keluarga..
itu nomor dua
Persahabatan..
Sudah tiada artinya.
Namun apa yang kau dapat kawan
Hanyalah aroma kehampaan
Rasa puas tak kunjung datang
Dan harimu berakhir
Karena takdir Tuhan.
Dikelilingi sahabat dan keluarga
Mereka menangisi kepergianmu
bukan uangmu" - Roman Picisan

"Roda mesin yang ku naiki ini..
Terus menjauh..
Apa dia kembalipun..
Aku tak tau..
Yang kini ku tau..
Hanya Wulandari..
Yang searang jauh dan ku rindu..
Yang sekarang jauh
Dari tatapan mataku. - Roman Picisan

"Biarpun jarak membentang
Mata tak bisa saling memandang..
Ku biarkan kata-kata berkelana
Menembus hati yang jauh
Menghapus..
Semua air mata yang jatuh" - Roman Picisan

"Penyesalanku membuncah tak terbendung
Saat kusadari..
Ku tak mampu membuatmu terlindung
Hati dan jiwaku luluh lantak
Saat kulihat keindahan di hadapanku terkoyak
Andaikan keajaiban tercipta untukku
Ku ingin hadirkan peduliku ke sisimu" - Roman Picisan

"Bapak..
Kulihat gurat lelah di wajahmu
Membias menyapu senyum di bibirmu
Tapi aku tau
Lelahmu tak memudarkan kasih sayangmu
Mak,
Kaulah pelangi diruang damaiku
Kau hempaskan peluh dengan kasihmu
Agar damai ini selalu hangat bersamaku
Lalu..
Kulihat malaikat kecil yang kusebut adik
Tersenyum membawa damai
Tertawa ceria membawa suka
Bukan harta yang menjadi warisan tak terperih
Namun keluarga yang saling menyayangi" - Roman Picisan

"Rindu..
Kau remas hatiku saat hasrat ingin bertemu
Tapi terhalang oleh waktu
Waktu..
Jika nanti terobati rinduku
Kumohon hentikan detikmu
Agar aku bisa selamanya selalu" - Roman Picisan

"Pelangi itu, kini bisa kulihat lagi warnanya
senyum itu, kini bisa kurasakan lagi manisnya
Bidadari itu, masih tetap sama indahnya
Masih tetap sama namanya masih tetap
Wulandari yang ku puja" - Roman Picisan

"Ini bukan tentang romansa
Tapi ini tentang arti bersama
Saat tangan terbiasa merangkul
Kini patah karena ego yang terkumpul
Sahabat..
Langkah kita biarlah terus beriringan
Tanpa ada amarah di angan
Jangan biarkan dahan kita patah
Jangan biarkan persahabatan terbelah
Kau lah..
Arti bersama yang sesungguhnya" - Roman Picisan

"Malam ini..
Ku tatap jelaga hitam
Menyelimuti hati yang terperosok dalam..
Aku sesak..
Aku tenggelam dalam dendam
Aku teriak..
Dalam amarah dan gigi gemertak
Ku butuh kedamaian..
Untuk meraihku dari ruang hampa yang gelap
Dari dendam yang membuat pengap
Hampiriku wahai ikhlas
Karena ku tak ingin, semakin tergilas" - Roman Picisan

"Cintaku sederhana..
Saat ku lihat bidadariku tersenyum,
Kupastikan dia akan ada di pelukku..
Takkan pernah ku biarkan siapapun merampas
Keindahan pelangi di matanya
Rasaku juga tetap sama..
Biar pelangi itu..
Belum tentu bisa ku genggam..
Tapi ku selalu menatap warna indahnya.." - Roman Picisan

"Hitam menyelimuti langitku,
melahap senjaku
Wahai malam,
Gelapmu sungguh kelam
Membuatku tak mampu terpejam
Wahai bintang gemerlap,
Bersinarlah kerlip-kerlap
Terangi langit itu,
Sinari hatiku" - Roman Picisan

"Bulan purnama itu merintih
Bidadariku tertatih
Senyumannya tak bisa kunikmati
Cerianya tak hadir pagi ini
Sembuhlah purnamaku
Sehatlah bidadariku
Karena aku tidak mampu
Melewati satu hari tanpa tawamu" - Roman Picisan

"Kupikir..
Aku sudah membuat semua orang iri
Karena ku terbang bersama bidadari
Khayalku membumbung ke angkasa
Anganku..
Menari melintasi cakrawala
Namun..
Seketika badai menghajar
Meremukan khayalku tanpa ampun
Menghempas anganku bagai lapas
Kini ku terdiam dalam perih
Meratapi bidadari yang tak mampu ku raih" - Roman Picisan

"Ya Allah
Hamba tak punya hak untuk meminta kepadamu
Agar semua permasalahan ini pergi dari hamba
Tapi hamba mohon kepadamu ya Allah
Berikanlah kekuatan dan kesabaran
Agar hamba bisa menjalani ini semua
Dan buatlah hamba percaya
Akan ada rencanamu yang indah di balik semua ini" - Roman Picisan

"Cintaku sederhana
Hanya ingin disisi Wulandari
Menjaga bulan purnamaku tanpa henti
Melindungi bidadariku tanpa terganti
Namun..
Takdir memaksa cinta ini menjadi kering
Hanya sebagai hiasan dinding
Karena dianggap tak pantas bersanding" - Roman Picisan

"Ku ingin terbang
Ke langit itu
Menggapai bintang nan cemerlang
Tuk ku persembahkan pada bapakku
Ku mau menyelami samudera
Mendapatkan mutiara nan berkilau
Untuk ku mahkotakan pada mamakku
Namun..
yang kudapat hanyalah pecahan kaca
Yang merobek harapan bapak menjadi luka
Yang menghancurkan mimpi mamak" - Roman Picisan

"Jantungku bergetar hebat
Setiap khawatirkanmu
Nadiku bergetar kuat
Setiap ku tahu kau terluka
Harusnya kau tahu
Aku bukan dewa
Aku tak selalu mampu menjaga
Namun tak sanggup bila kau celaka" - Roman Picisan

"Mataku menolak tak untuk percaya
Memaksaku melihat kau
Terbaring tak berdaya
Ku menangis pilu
Saat ku tau
Dia yang mampu jagai dirimu
Wajahku seperti tertampar
Egoku menggelepar
Karna ku tak berguna
Karna ku tak menjadi pahlawanmu" - Roman Picisan

"Ingin ku remehkan cemburuku
Tapi ku tak mampu
Karna hitamnya menutup relungku
Haruskah ku kasihani cintaku
yang kini terluka karna sembilu
Dadaku sesak
Nalarku terisak
Saat aku mulai tertatih
Pada cinta yang semakin perih" - Roman Picisan

"Aku percaya..
Persahabatan ini
Telah dewasa pada akhirnya
Dia memberi nyaman dengan tawa
Dia bahagia dengan kebersamaan
Dia tulus dengan pengorbanan
Persahabatan ini tak selalu saling memuji
Tidak juga ada niat untuk menyakiti" - Roman Picisan

"Bulan purnamaku
Kenapa harus ku lihat kau tak
Bersinar cemerlang
Bidadariku,
Kenapa harus air itu basahi
Wajahmu yang jelita
Taukah kamu..
Hatiku merintih
Saat kulihat kau bersedih"
Taukah kamu,
Jiwaku merontah
Untuk selalu membuatmu tertawa" - Roman Picisan

"Kalau tidak ada rasa
Mana mungkin hati ini bergetar
Setiap menatapmu..
Kalau tidak ada cinta
Pasti hatiku tak peduli
Melihat tangismu..
Ya Tuhan..
Kalau cinta ku benar sederhana
Kenapa harus ada rasa yang rumit ini.. " - Roman Picisan

"Lagi-lagi aku salah
Ku kira hari ini sudah cukup
Namun perjuanganku untukmu
Masih terus berlanjut
Kukira aku harus menjauh
Namun didekatmu
Selalu menjadi tugasku
Kuharap aku akan selalu salah
Sesalah saat aku mengira
Kau bukan jodohku" - Roman Picisan

"Sekarang..
Aku baru paham kecantikan bidadari
Setelah melihat kau didepan mata
Sekarang..
Ku mengerti keindahan bulan purnama
Setelah menikmati cahayamu ditempat ini
Seandainya ku bisa menawar waktu
Kan ku minta dia tunduk padaku
Tetaplah keindahan itu nyata
Agar aku bisa damai dalam cinta" - Roman Picisan

"Tuhan..
Izinku menari
Karena telah ku sadari..
Rasa ini bukan milik ku sendiri
Tuhan..
Iringi ku bernyanyi
Karena ku kantungi sebuah bukti
Detik ini..
Kuserahkan seluruh hati dan asaku
Hanya kepada satu nama
Namanya Wulandari
Bulan purnama artinya
Bahkan bidadari" - Roman Picisan

"Maafku mungkin tak seberapa
Tapi ku ucapkan
Dengan sepenuh jiwa
Maaf..
Ku sering buatmu kecewa
Buatmu tak percaya
Buatmu tak bisa bedakan
Rasa atau bercanda
Tapi cukup sampai disini kebohongan ini
yang ku ingin..
Cinta kita..
Di ukir mulai dari sini.." - Roman Picisan

"Bidadari itu kini menjadi milikku
Yang Tuhan titipkan untukku jaga
Harus ku pastikan
Dia baik-baik saja
Ku kerahkan segala upaya
Agar dia tak terluka
Karena menatap senyumannya
Membuatku percaya
Kalau semua ini nyata" - Roman Picisan

"Selamat malam bulan purnamaku
Tidur nyenyak bidadariku" - Roman Picisan

"Belantara hidup ini
Begitu indah ku pijak
Disini aku merangkul sahabatku
Dan disana kupeluk bidadari cintaku
Tuhan..
Jangan hadapkan aku
Pada kata memilih
Karena sahabat atau cintaku
Keduanya begitu berarti
Jangan sampai ada yang terlukai" - Roman Picisan

"Sakit diraga ini
Masih bisa kutangani
Tapi kalau hati ini terlukai
Ku hanya bisa mensyukuri
Sesakit apapun kurasa pada badan ini
Semua akan kalah dengan secuil perih di hati" - Roman Picisan

"Inikah sakitnya patah hati
Mengiris perih yang tak terperi
Biarlah sedih ini kunikmati
Dan kujalani pedih ini
Dengan hati" - Roman Picisan

"Mencintaimu adalah pilihan
dicintai oleh mu kuanggap anugerah
menyakitimu kujaga dengan segenap upaya
disakiti olehmu kuterima semampu raga" - Roman Picisan

"Saat kulihat matahari terbenam
Munculah bulan yang menawan
Dan bintang yang rupawan
Sinarnya pun indah menyinari dunia
Tapi sinar indah itu kalah oleh seseorang
Seseorang dengan hati dan senyuman bidadari
Seseorang yang membawa cinta yang tulus
Seseorang yang memberikan kasih yang putih
Tuhan..
Akankah bidadari itu tercipta selamanya untukku
Akankah diriku ini selamanya tercipta untuknya" - Roman Picisan

"Tuhan..
apakah ini mimpi
bidadariku tak inginkanku lagi
Tuhan..
Apakah harapanku agar sang purnama
Tak pernah pergi terlalu tinggi
Ku hanya ingin cinta yang sederhana
Ku hanya mau menjaga
Kebersamaan ini selamanya" - Roman Picisan

"Ini bukan sekedar pertolongan
Atau agar di anggap pahlawan
Tapi harus kucoba yakinkan
Hasratku bukan hanya mainan" - Roman Picisan

"Jangan tanyakan siapa aku,
Karena aku akan selalu menjadi
Seseorang yang memujamu
Laki-laki mencintaimu,
Apapun rasamu saat ini
Aku tidak peduli
Karena rasaku yang besar ini
Sudah teruji.." - Roman Picisan

"Kita sepakat mengawali semua ini,
Tapi kau sepihak mengakhiri..
Kita berjanji perjuangkan kebersamaan ini,
Tapi kau menyerah tanpa kusetujui..
Padahal rasa ini milik kita..
Kenapa hanya aku yang tersiksa..
Padahal..
Masih ku ingat ikrar cinta kita
Kenapa sekarang kita
Tak bertegur sapa.." - Roman Picisan

"Wulandari..
Benar aku jatuh hati padamu
Dan ku bahagia karena kau
Masih disisiku
tetap menjadi milikku
Walaupun..
Aku masih belajar menikmati Syahdu rindumu
Jangan pernah meminta janji
Agar kau selalu ku sayangi
Tanggung jawab cintaku adalah nyawa..
Meskipun tak sempurna..
Seperti dewa.." - Roman Picisan

"Bulan purnama hadir di angkasa
Menerangi dunia..
Wulandari hadir di SMA 712,
Membuat duniaku berwarna,
Tidur nyenyak bidadariku.." - Roman Picisan

"Matahari gak perlu ngomong
Kalau dia bersinar
Langit juga gak berisik
Menyatakan kalau dia tinggi
Karena apa..
Karena lo akan tau dengan sendirinya" - Roman Picisan

"Maaf..
Adalah satu kata sederhana
yang melegakan jiwa
Maaf..
Empat huruf biasa
Namun melapangkan hati
Menyinari wajah kami
Memberikan kesempatan
bagi cinta
Untuk tumbuh kembali" - Roman Picisan

"Melihatmu bersusah..
Hatiku resah
Bulan purnama..
Izinkan aku yang jalani susahmu..
Lelah cukup untuk tangan dan kakiku..
Jangan tangan kaki bidadariku.." - Roman Picisan

"Terima kasih Ya Allah
Atas segala nikmat rezeki dan karuniaMu
Ya Allah hamba percaya
Bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan
Semua atas kehendak dan izinMu Ya Allah
Ya Allah..
Ku serahkan semua langkah dalam hidupku padaMu
Tuntunlah hamba ke jalanmu yang benar
Lindungilah hamba dan semua orang yang hamba sayangi
Yaitu mamak, bapak, adik hamba Yola dan Wulandari"

"Kebersamaan ini indah
Takkan pernah
Kubiarkan bidadariku pergi
Takkan kubiarkan
Bulan purnama terganti
Andai waktu tak tersekat
Kan ku biarkan
Keindahan ini terus terikat" - Roman Picisan

"Laki-laki
Kau diciptakan penuh tenaga
Karna kau harus berkorban
Untuk keluarga
Bukan menyiksa jiwa dan raga" - Karin

"Pak..
Walaupun kata-katamu kasar
Ku tau kau berhati besar
Pak..
Aku janji padamu
Peluh keringatmu
Akan ku balas dengan semangatku
Air matamu
Akan kubayar dengan prestasiku
Tak berani ku janjikan gunung padamu
Tapi ku pastikan, ku takkan buatmu malu" - Roman Picisan

"Tentang rasaku yang sederhana
Hanya ingin tak berpisah lagi
Tapi kenapa..
Awan mendung menghiasi indahnya langit
Kenapa..
Mentari menarik diri beri hangatnya lagi
Kenapa semesta
Selalu mencari celah untuk menghalangi" - Roman Picisan

"Keselamatnmu..
kini menjadi tugasku
Menjagamu..
Sama seperti menjaga hidupku
Inilah janji hati
Yang akan selalu kutepati
Hidup pun akan ku beri
Asal Wulandari
Tak tersakiti" - Roman Picisan

"Ketika romansa..
Menjadi sebuah rahasia..
Bersembunyi menjadi pilihan bersama..
Berikan kami sedikit waktu lagi..
Jika tiba saatnya nanti..
Mereka akan mengerti..
Bahwa cinta kami..
Sepadan..
Dengan semua pengorbanan ini.." - Roman Picisan

"Guruku, saat aku baru mengenal aksara..
kaupun ajari aku menghitung angka..
Saat aku baru mengerti bahasa
Kaupun ajari aku tentang logika
Guru, kaulah pahlawan dalam kepintaranku,
Kaulah pembimbing sukses masa depanku,
Terima kasih guru atas ilmu yang berguna untukku" - Roman Picisan

"Aku memang cinta..
Tapi ku tak perlu meratap saat rindu meluap
Dan kutambah bedak pada hiasan wajahmu
Agar wajahmu terlihat lebih manis
Akan kuwarnai mukamu dengan lipstik
Agar bibirmu merah merona.." - Wulandari

"Saat hujan telah selesaikan tugasnya,
Senja datang penuh dengan pesona,
Langitpun kirimkan indahnya pelangi,
Mengantar wangi sejuta peri..
Meskipun disana ada kilau para putri,
tapi bagiku..
Hanya satu yang pantas jadi bidadari..
Wulandari, yang takkan bisa buatku pergi" - Roman Picisan
Puisi Roman Picisan The Series 2017

"Orang bijak bilang..
Bermimpilah yang tinggi..
Tapi jangan lupa berjuang..
Agar kau bisa menggapai sang mimpi..
Aku..
Pernah bermimpi menggapai bidadari..
Dan hari ini..
Aku tertawa bersama bidadariku..
Wulandari.." - Roman Picisan

"Rasa apakah ini..
Pisau tak menyakiti kulitku..
Tapi ku merasa perih..
Api tak melukai tubuhku..
Tapi panas membara menyelimuti..
Mungkinkah ini cinta..?
Pada dia..
Yang sudah ada yang punya.."- Karin

"Kau dan aku menyusuri jalan berliku..
Kerikil tajam sakiti kedua kaki ku..
Angin dingin menusuk tubuhmu..
Akankah kita berhenti sampai disini..
Ataukah kita saling melengkapi..
Dimana aku ciptakan kehangatan api.."
Dan kau menyemat kain menjadi alas kaki.." - Roman Picisan

"Aku berbuat baik..
Tapi mereka menghakimi..
Aku sadar ini adalah ketentuan Tuhan..
Yang sedang mengajarkanku keikhlasan..
Ya Allah..
Jika ini memang ujian darimu
Kuatkanlah aku
Jangan biarkan imanku jauh..
Hanya karena setitik pedih darimu" - Roman Picisan

"Aku takut menyayangimu
Tapi aku sayang
Aku takut jatuh cinta padamu
Tapi aku makin cinta
Kini ku takut kehilanganmu
Tapi kau tak hilang
Terima kasih bidadari
Terima kasih wulandari" - Roman Picisan

"Ku pijak tanah ternyata duri..
Saat ku rasakan ujian ilahi..
Namun ku lihat senyum sang putri disana..
Begitu penuh pesona..
Menarik luka yang ku rasa..
Tuhan..
Biarlah ku tanggung semua beban dan derita..
Asal tetap ku lihat senyuman bidadariku disana.." - Roman Picisan

"Keindahan ini sedang indah-indahnya
Membuatku bertanya-tanya..
Apakah ini nyata..
Atau hanya halusinasi mata..
Yang ku mampu lakukan hanya berdo'a..
Agar Tuhan..
Selalu menjaga aku dan rasa..
Kamu dan cinta..
Menjaga romansa..
Milik kita.." - Roman Picisan

"Saat aku jatuh terpuruk tak berdaya
Persahabatanku ku agungkan di nadiku
Tekadku ada di pundak mereka
Harapanku kokoh
Dalam genggaman mereka
Keharuan mana yang bisa ku dustakan
Melihat ketulusan yang tak terbantahkan
Semangat mereka begitu membara
Mencari keadilan yang tak bermuara" - Roman Picisan

"Dulu..
Waktu kau anggap musuh
Karna berputar teramat lambat
Namun sejak mengenalmu
Waktu berputar kian cepat
Bagai melayang
Seperti hatiku yang bahagia
Hingga ku merasa seakan terbang"- Roman Picisan

"Ini tentang aku yang berusaha bertahan
Saat kabar itu menghujam kepastian
Apa yang harus aku lakukan?
Saat bidadariku terbang dengan seseorang
Tapi tidak,
Peri cintaku tak mungkin hilang
Karena wanginya kan slalu ku pegang
Tak peduli langit berguncang
Wulandari..
Ku mohon padamu
Jangan buatku merasa terbuang" - Roman Picisan

"Tuhan..
Pedih ini mengoyak hati
Karena kurobohkan kebanggaan bapak
Menjadi luluh lantak
Bulan purnamaku pun
Di balik awan tak nampak
Tuhan..
Teguhkan hati ini
Agar ku raih lagi senyuman
Di wajah bapakku
Dan tetap jalani romansa
Dengan bidadariku" - Roman Picisan

"Ini benar nyata bagiku
Saat sendu tak lagi berlabu
Saat awan tak lagi kelabu
Saat haru menyeruak di kalbu
Tuhan..
Tak sedikitpun ingin ku berpaling
Dari duka yang kian hebat
Yakinku tetap tak tertanding
Pertolonganmu tak pernah datang terlambat" - Roman Picisan

"Ku pikir..
Bahagia sudah ku raih..
Tapi ku jatuh lagi karena ketidakpastian..
Tuhan..
Jangan biarkan debu halangi langkahku..
Jangan biarkan angin bawa mimpiku..
Biarkan aku rengkuh banggaku..
Agar mamak dan bapak tersenyum haru.." - Roman Picisan

"Pak..
Kau setangguh beruang..
Sekeras batu karang..
Kau sering buatku takut..
Kau buat hatiku ciut..
Tapi..
Hari ini ku lihat air matamu..
Kau hadirkan kata maafmu..
Sekejap kau telah menyatukan retak..
Menyiram hati yang luluh lantak.." - Roman Picisan

"Saat ku buat orang tuaku bangga..
Tapi nyatanya..
Separuh rasaku tersiksa..
Saat kulihat bidadariku terluka..
Wahai bulan purnama
Janganlah berurai air mata
Jangan biarkan pesona senyumu tiada
Karena kau buatku tak berdaya" - Roman Picisan

"Mak..
Kau peri dunia terindah
Cintamu tercurah..
Kasih sayangmu melimpah..
Pak..
Kau satria berkuda paling sakti..
Pengorbananmu terperi
Seluruh tenaga kau beri
Demi cemerlangnya masa depanku nanti
Terima kasih mak..
Terima kasih pak.." - Roman Picisan

"Wahai bidadariku..
Niat menyakitimu tak pernah tersirat..
Salah paham pun tak pernah ingin ku ikat..
Terimalah maaf yang tulus ku semat..
Dari hati yang kini tengah bermunajat..
Duhai bulan purnama..
Jangan biarkan ikrar cinta kita rusak..
Karena ego yang kian sesak..
Lepaskan prasangka yang merangkul sedihmu..
Karena sedihmu..
Mengoyak jiwaku.." - Roman Picisan

"Ya Allah..Terima kasih
Atas berkah dan nikmat
yang sudah kau berikan pada kami
Jangan jadikan kami orang-orang yang sombong
Karena semua kemurahan yang kau berikan itu Ya Allah..
Tapi jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersyukur kepadaMu
Jagalah kami Ya Allah.
Agar selalu berada di jalan yang kau Ridhoi
Terutama anak kami Roman
Lindungilah selalu dia Ya Allah
Bimbinglah langkahnya dalam mencapai cita-citanya
Jauhkan dia dari segala mara bahaya
Dan sucikanlah hatinya
Agar dia selalu menjadi orang yang takut akan engkau Ya Allah..
Terima kasih Ya Allah.." - Bapak

"Bidadariku kini tersenyum lagi
Bulan purnamaku kini merona kembali
Andai ku punya kuasa waktu
Akan ku biarkan waktu menjadi beku
Wahai bidadari berwajah jelita
Tetaplah kau tebar wangi cinta
Jangan biarkan malammu pergi
Karena pesona bulan purnamamu
Akan selalu ku nikmati" - Roman Picisan

"Ini cerita kita..
Tentang rasa yang sederhana..
Romansa yang inginkan bahagia..
Namun..
harus terbentur nestapa..
Mungkin..
kita memang harus berpeluh..
Namun ku harap kau tak mengeluh..
Agar cinta ini tetap mulia..
Dan kantungi restu..
dari mereka..
yang kita cinta.." - Roman Picisan

"Aku dan kamu ada di titik beda yang nyata
Tapi aku tau..
Kita bisa menyatukan rasa bersama..
Biarlah perbedaan itu ada..
Agar kita selalu bicara..
Bercerminlah pada pelangi..
Meskipun banyak warna tapi selalu bersama" - Roman Picisan

"Jangan tanya kenapa kami bersembunyi..
Kami pun tak ingin begini..
Jangan mencemooh kenapa kami berlari..
Sebenarnya kami ingin tampilkan diri..
Kami terpaksa..
Kami pun terluka..
Tapi kami tak lupa berdo'a..
Agar hubungan ini bisa nyata.." - Roman Picisan

"Bulan purnama..
Janganlah wajahmu muram..
Jangan biarkan sinarmu jadi temaram..
Kupastikan padamu aku baik-baik saja..
Luka ini bukanlah derita..
Karena nestapaku hanyalah satu kata..
Kehilanganmu" - Roman Picisan

"Tuhan izinkan ku berteriak..
Karena kau berikanku keberhasilan mutlak.
Bulan purnama, terimalah kemenanganku..
Yang ku persembahkan hanya untukmu..
Ku percaya ini bukan hebatku..
Tapi karena pertolongan dari Tuhanku..
Tuhan kita.." - Roman Picisan

"Apa yang sudah kukatakan?
Dengan pongah aku bicara kejujuran..
Padahal aku menyimpan kebohongan..
Sembunyikan romansa dengan bidadariku..
Biarkan purnamaku tertutup awan..
Karena mengakuinya mengundang amarah,
Menghujamkan luka, di hati orang-orang
Yang kami cinta.." - Roman Picisan

"Apa salahku?
Kenapa kebersamaan kami selalu diganggu..
Kenapa masalah datang
Mencuri kebersamaan dalam waktu..
Jangan pergi bidadariku
Jangan biarkan ku sendiri tersedu.." - Roman Picisan

"Pak, harusnya kau kukagumi..
Sepatutnya kau kuidolakan..
Tapi justru kau hujani kami dengan pukulan..
Kau rampas senyum menjadi tangisan..
Pak, kau imam dalam rumah tangga..
Tapi kenapa kau harus membuat kami
Tak berdaya.. " - Karin

"Yang ku tahu aku cinta..
Tapi kau anggap teman saja..
Yang ku rasa ada getar jiwa..
Tapi kenapa kau tak merasa..
Haruskah aku teriakan rasa..
Ataukah..
Aku harus memendam selamanya.." - Karin

"Jangan minta ku ikat hatimu dengan benda
Karena ku ingin mengikatnya dengan cinta
Cincin itu memang menawan
Tapi cintaku lebih mendalam
Akan kuganti hikayat cintaku dengan umpama
Karena cintaku..
Jauh lebih sempurna" - Roman Picisan

"Kami masih disini
Menanti walaupun tak pasti
Harapkan restu orang tua menghampiri
Hilangkan semua keraguan hati
Dukunglah kami wahai semesta
Lindungi perjuangan ini
Sang Maha Pencipta
Agar restu ini nyata
Agar cinta ini dapat terjaga" - Roman Picisan

"Badai besar itu datang tanpa ku undang..
Asaku luluh lantak..
Saat kulihat bidadariku marah..
Pondasi cintaku pun runtuh dalam sekejap..
Menyisakan puing penyesalan yang mendalam..
Wahai bidadariku..
Dengarlah harapan dari sisa keyakinanku..
Ku ingin cinta kita sekuat karang..
Jangan biarkan rindu terkikis..
Jangan biarkan harapan kita menipis.." - Roman Picisan

"Aku benci dengan nada tunggu di hp ku..
Membiarkanku dalam ketidakpastian..
Merebakkan kepedihan tanpa kepedulian..
Bidadariku..
Jawablah panggilanku..
Jangan menggantungku untuk mendengar suaramu..
Ku rindu dengar kau sebut namaku..
Ku nestapa tak mendengar tawamu.." - Roman Picisan

"Bulan purnamaku yang cantik
Kenapa kau buatku tak berkutik
Bidadari yang ku puja
Kapan kau berikan maaf yang tenangkan jiwa
Jangan pernah kau berpikir
Aku akan menyerah
Karena aku..
Tidak pernah kenal lelah
Untuk kembali menggapaimu
Untuk cairkan beku hatimu" - Roman Picisan

"Rasa apakah ini
Perih mengiris hatiku
Sakitnya menghujam jantungku
Wahai bidadari pemikat jiwaku
Tak pernah kusangka
Begitu besar artimu
Tak pernah ku mengira
Diammu..
Merampas bahagiaku.." - Roman Picisan

"Sudah ku ucapkan maaf
Tapi hatimu tetap keras
Sudah kukatakan cinta
Tapi kau tak peduli juga
Apalagi..
Yang harus kulakukan wahai bidadari..
Masih adakah peduli untukku
Di hati..
Atau sudah kau sapu bersih..
Dengan benci.." - Roman Picisan

"Ku ingin jadi alasan dibalik tawamu
Bukan menjadi debu yang merebakkan air matamu
Bidadariku..
Berikanlah sedikit waktu
Akan kubuktikan padamu
Rasaku tak pernah ingin menipu
Ku mohon bertahanlah..
Jangan buat asaku menjadi patah" - Roman Picisan

"Kau ada di dekatku..
Bahkan ku dapat memelukmu..
Tapi jiwamu tak ku rasakan..
Hatimu juga tak ku dapatkan..
Dingin..
Tatapanmu pun membeku..
Perih ku rasa saat kau menolakku..
Bidadari..
Kapankah ini akan berakhir..
Akankah es kebencian di hatimu mencair.." - Roman Picisan

"Wulandari..
Saat ku miliki dirimu..
Ku paham arti kata abadi..
Karena kau..
Telah terpaku di hati..
Karena kau..
Selamanya tak akan terganti..
Menjagamu adalah janjiku..
Melihat air matamu..
Adalah deritaku..
Karena harapanku cuma satu..
Bahagiakanmu..
Buatmu tersenyum selalu.." - Roman Picisan

"Kuterbaring tanpa daya..
Tak mampu menyapa..
kehilangan hak untuk berkata-kata..
Namun kumohon
Hapuslah air mata
Jangan menangis,
Ataupun bernestapa..
Karena aku,
Takkan menyerah bergitu saja.." - Roman Picisan

"Mataku tertutup
Namun jantungku tetap berdegup
Wulandari..
Kumohon jangan berpikir tuk pergi
Bidadariku
Jangan buat aku gugup
Karena kehilanganmu..
Aku tak sanggup" - Roman Picisan

"Beruntungnya wanita itu
Yang selalu dapatkan hatimu
Sedangkan aku..
Hanya bisa memandangimu
Mati-matian kuhancurkan iri
Karena ku tak mau
Cerita ini mendengki" - Karin

"Luka ini sakit mengiris
Namun hatiku lebih menangis
Kenapa masih tiada kata terucap
Apakah rasamu telah menguap
Apakah bencimu tak terobati
Apakah pengorbanan ini tak cukup berarti" - Roman Picisan

"Hai bulan purnama yang sedang tenggelam
Ingatkah kau hari ini tanggal enam
Sudah sebulan kita menjalani romansa
Menumbuhkan cinta
Ku ingin kau selalu percaya
Bahwa ku tak ingin menabur luka membuatmu kecewa
Tetaplah menjadi bidadari, yang selalu dapat ku genggam
Yang selalu dapat ku saksikan senyumnya
Yang selalu dapat ku cinta" - Roman Picisan
Puisi Roman Picisan The Series 2017

"Kupikir tanggal enam
Adalah tanggal yang indah
Tanggal bersejarah
Namun kini..
Tanggal enam membuat hatiku berdarah
Kenapa permintaanmu begitu sulit
Kenapa disaat
Hatiku sudah kau lilit..
Tak bisakah
Kau biarkan aku kembali
Tak mampukah kita rajut
Kebersamaan ini lagi" - Roman Picisan

"Walau memilikimu hanyalah angan..
Tapi kau ukir wajahku dengan senyuman..
Hatimu memang miliknya,
Tapi ada di dekatmu saja aku bahagia..
Tak peduli hanya kau anggap teman..
Yang penting..
Ku merasa nyaman.." - Karin

"Hari terasa lambat merangkak,
Bahkan jam dinding
Seakan tak bergerak
Alasannya hanya satu
Karna kujalani semua
Tanpa hadirmu
Jangan sembunyi bulan purnama
Ku haus cahayamu sirami raga
Jangan pergi wahai bidadari
Rasaku layu
Jika senyummu tak menghiasi" - Roman Picisan

"Rasaku menggelepar
Saat pipi ini kau tampar
Romansaku berduka
Saat kau pergi dengan dia
Kenapa kau suruh aku pergi
Padahal kau tempatku untuk kembali
Kemana lagi cintaku harus berpijak
Kalau kau pergi..
Tanpa menginggalkan jejak" - Roman Picisan

"Walaupun rasamu telah musnah
Bagiku..
Rasa ini tetap yang terindah..
Wahai purnamaku yang jelita..
Lupakah engkau janji kita..
Yang terangkai saat indahnya senja..
Ku mohon..
Tetaplah cahayamu terjaga..
Agar aku..
Tak akan kehilangan cinta kita.." - Roman Picisan

"Cinta ini buatku jadi penakut
Aku takut terbang ke langit
Jika nanti dihempaskan tanpa pamit
Aku takut berangan
Jika nanti di buang tanpa kenangan
Kau terlalu hebat untuk ku dapat
Kau terlalu sempurna untuk ku cinta
Sementara aku
Hanya seorang wanita biasa" - Karin

"Ada apa dengan rasaku..
Apakah cintaku mengaku kalah..
Apakah sang pujangga telah menyerah..
Aku tetap tak tau..
Yang ku tau aku merasa khawatir..
Karena slalu ku saksikan air matamu saat ku hadir..
Hari ini..
Ku putuskan untuk menyingkir..
Agar senyum di wajahmu kembali terukir.." - Roman Picisan

"Kamu..
Adalah keindahan favorit ku
Mataku selalu tertuju padamu
Menghindarimu..
Sungguh aku tak mau
Tapi ku paksa raga ini untuk setuju
Walaupun rasaku menangis pilu" - Roman Picisan

"Cinta ini di injak-injak..
Oleh mereka yang congkak dan tak bijak..
Ku sadar badai ini terlalu hebat..
Hingga pertahanan cintaku hampir karam..
Tapi aku coba ..
Kalau cinta kami sempurna..
Kami pasti mampu bertahan..
Cinta kami takkan tenggelam.." - Roman Picisan

"Sesaat kemarin
Ku kehilangan pesonamu..
Tapi kini
Ku bisa rasakan kehangatanmu..
Kumohon..
Jangan pernah kau membisu lagi..
Jangan berpikir untuk lari lagi..
Karena diammu, memadamkan senyumku..
Pergimu..
Membutakan arah langkahku..
Tetaplah kau di sampingku..
Karena kita..
Adalah dua jiwa..
Yang menjadi satu.." - Roman Picisan

"Romansa ku bernyanyi penuh nada..
Rasaku menari luapkan bahagia..
Tak pernah ku sangka bercanda denganmu
Menjadi begitu berharga..
Hari-hari bersamamu tak pernah ingin kulupa
Tuhan..
Jagalah kemesraan ini..
Biarkan restu semesta
Iringi langkah kami.." - Roman Picisan

"Di kala senyummu..
Mampu menepis sunyiku..
Percayalah..
Sejak saat itu..
Tangis pun ku sebut tawa..
Dan jangan pernah sekali-kali
kau bertanya kepadaku..
Mengapa aku mencintaimu..
Karena Hawa tak pernah bertanya kepada Adam
Mengapa ia di ciptakan.." - Samuel

"Memag hanya selembar kertas..
Tapi membuat jantungku berdebar keras..
Surat itu buatku khawatir..
Akan membuat hubungan ini berakhir..
Ku mohon bidadariku..
Jangan pernah kau berikan jarak untukku..
Karena ku sadar..
Ku tak mungkin bisa jauh..
Meskipun dari bayanganmu.." - Roman Picisan

"Cintaku padamu adalah pasti..
Jangan kau tuntut pengorbanan..
Karena jiwapun rela ku berikan..
Jangan kau iju kesetiaanku..
Karena berpalingpun aku tak mampu..
Jarak bisa pisahkan kita..
Tapi waktu akan persatukan kita selamanya.." - Roman Picisan

"Perempuan itu bernama Wulandari..
Bulan purnama artinya..
Bahkan bidadari..
Wanita sempurna yang membuatku bangga..
Yang berjuang untuk meraih cita-cita..
Pergilah bidadari..
Percayalah..
Pujanggamu akan selalu menanti.." - Roman Picisan

"Pedagang bilang..
Emas adalah harta yang berharga..
Aku setuju..
Profesor bilang..
Ilmu jauh lebih berharga..
Aku setuju..
Guru ku pun bilang..
Pengalaman yang paling berharga..
Aku setuju..
Pedagang, Profesor dan Guru ku pun setuju..
Saat aku bilang..
Wulandari..yang paling berharga.." - Roman Picisan

"Kalau rinduku adalah tetesan air hujan
Tentu bumi ini sudah tenggelam
Kalau rasaku ibarat bintang
Tentu langit tak lagi miliki malam
Perpisahan ini membuatku mengerti
Kalau memilikimu begitu berarti
Ketidakhadiranmu..
Buatku pahami..
Kebersamaan kita..
Adalah anugerah Ilahi.." - Roman Picisan

"Ya Allah Engkau Maha Tahu
apa yang menjadi kegelisahanku malam ini..
Hamba mohon Ya Allah..
Lindungilah Wulandari..
Dimanapun dia berada..
Karena Do'a ini..
Adalah caraku memeluknya dari jauh..
Ya Allah jauhkanlah Wulandari
Dari segala penyakit dan marabahaya
Berikanlah dia selalu kebahagiaan
Dan ketenangan dalam menggapai cita-citanya
Aamiin.." - Roman Picisan

"Prahara itu datang
Membuatku terguncang
Padahal..
Rindu ini sudah terlalu dalam
Apakah masih harus dihias
Dengan pertengkaran
Kumohon..
Jangan marah, bidadari
Karena diammu
Buatku gelisah setengah mati.." - Roman Picisan

"Seandainya hati ini bisa dituliskan
Entah berapa juta kata berisi namamu
Seandainya rindu ini bisa digambarkan
Entah sudah berapa ratus lukisan
Gambar wajahmu..
Kita memang berjauhan
Namun percayalah
Ini hanyalah jarakBukan hati" - Roman Picisan

"Pak..
Gunung sinabung menjulang tinggi
Namun hormatku padamu jauh lebih tinggi
Pak..
Apakah kau tau dalamnya lautan arafura
Cintaku padamu lebih dalam tak terkira
Ada banyak pahlawan di negeri kita
Tapi pak..
Hanya kaulah pahlawan yang paling ku puja" - Roman Picisan

"Jarak ini meremas rasa
Menguji cinta yang tak kubiarkan binasa
Aku punya setia..
Aku punya rindu yang membara
Ku tumbuhkan cinta diatas suka cita
Yang indahnya..
Yang menjadi sejarah paling indah
Untuk kita" - Karin

"Ada apa dengan bidadariku
Dia sambut rinduku
Dengan sembilu
Hatiku sakit..
Duniaku menjerit..
Di hari lahirmu..
Kau membuatku nelangsa
Hingga membuatku diam
Terpaku tak berdaya..
Bulan purnamaku..
Kenapa kau biarkan aku..
Tersesat dalam cinta yang rumit" - Roman Picisan

"Ibarat burung merpati
Cintaku terbang tinggi
Karena burung merpati mengerti
Sejauh apapun pergi
Pasti akan kembali
Tapi kini..
Cintaku bagai sebatang kayu
Yang terbakar tanpa ampun
Begitu gelap hitam
Tak mampu kembali menjadi pualam" - Roman Picisan

"Sejak ku terima tolakmu
Tawaku adalah palsu
Ku berikan cinta suci
Tapi kau sebut imitasi
Terima kasih..
Telah memaksaku untuk pergi
Dan kupastikan aku takkan kembali" - Samuel

"Aku hanya manusia biasa
Aku tidak sempurna
Aku pun berbuat dosa
Tapi aku tetap berusaha
Agar tidak ada kebohongan lagi
Dalam hubungan kita
Tapi apa dayaku
Jika kejujuranpun kau bilang dusta
Luluh lantak seluruh asaku
Jika ucapku tak lagi dipercaya" - Roman Picisan

"Ku datang tanpa kau undang
Karena ingin berikan kejutan tak terlupakan
Tapi kini ku pulang bagai dibuang
Tanpa ucapan selamat jalan
Apakah ini akhir..
Sungguh ku tak mau
Tapi sungguh ku khawatir" - Roman Picisan

"Cinta yang paling menyakitkan..
Adalah cinta tanpa restu..
Ingin bersama..
Tapi tak boleh bersatu..
Tuhan..
Tolong bukakan jalan Mu..
Berikan kesempatan untukku..
Karena pada saat kau membuka pintu bagi kami..
Tak ada seorangpun mampu menghalangi.." - Roman Picisan

"Dulu aku punya dua bintang..
Di hidupku..
Tapi satu bintang pergi..
Dengan membawa separuh nafasku..
Sekarang..
Bintang yang lain..
Merintih pilu..
Dan ku takut..
Kehilangan seluruh hidupku..
Bintangku..
Izinkan aku merawatmu..
Karena kau..
Sangat berharga..
Bagi hidupku.." - Wulandari

"Apakah ini mimpi..
Ataukah ini ilusi..
Bidadariku..
Tak sangka hadir disini
Tidak..
Aku tak bermimpi
Bidadariku telah kembali
Ini semua nyata
Bidadariku ada di depan mata
Terima kasih Tuhan..
Kau sudahi perpisahan ini
Kau hapus jarak diantara kami" - Roman Picisan

"Ketika kita..
Bukan cuman saling memandang
Tapi juga saling mengerti
Ketika kita..
Bukan cuman saling memuja
Tapi juga saling menjaga
Ketika kita..
Bukan cuman berusaha menang
Tapi juga berusaha mengalah
Karena cinta yang sejati
Ditunjukan dengan perbuatan
Bukan dengan kata-kata hiasan" - Roman Picisan

"Sembilu itu menghujam relungku..
Padahal, harapan kuukir di tanganmu
Tapi kau malah pergi..
Meninggalkanku dalam sepi
Mungkin, ini salahku..
Kuabaikan kasihnya terbang ke atas awan..
Kubiarkan cintanya tak bertuan
Kini..
Tangisku tiada arti..
Karena cintamu telah mati.." - Karin

"Bukan ku ingin berdusta..
Tapi ini terpaksa..
Andai dapat ku putar waktu..
Takkan ada kesalahan itu..
Ketahuilah bidadari,
Kulakukan ini..
Agar kau tak bersedih hati.." - Roman Picisan

"Cintaku tak sekedar janji..
Ini adalah ikrar sampai mati..
Menjauh tak mampu kutepati..
Apalagi untuk menghianati
Cintaku tumbuh dengan harap..
Harap untuk selalu bersama denganmu..
Seperti jiwa dalam raga yang menjadi satu.." - Roman Picisan

"Hatiku seketika pedih..
Melihat bidadariku bersedih..
Jangan takut bulan purnamaku..
Aku selalu disini menemanimu..
Kan kupeluk semua resahmu..
Kan kujaga selalu senyummu..
Agar senyummu jelita..
Selalu ada dan tak pernah sirna.." - Roman Picisan

"Anganku hanya satu
Perjuangkan cinta yang kupuja
Bukan dengan pisau yang bisa menyakiti
Bukan dengan arak yang bisa memabukan
Tapi dengan perisai ketulusan
Yang kumiliki sepenuh hati" - Roman Picisan

"Baru sejenak kunikmati hadirmu
Namun prahara kembali datang mengganggu
Takdir seakan enggan biarkan kami bersatu
Tuhan..
Kenapa selalu ada jarak untuk kami..
Semesta..
Kapan kebersamaan kami menjadi abadi.." - Roman Picisan

"Bidadariku..
Andai bisa kuingkari takdir
Andai bisa kupaksa perpisahaan ini berakhir
Tapi ku tak berdaya
Ku hanya bisa berdoa
Agar ini semua hanya mimpi
Aku ingin segera terbangun esok hari
Dan mendapati kau selalu disisi.." - Roman Picisan

"Jangan iri pada seorang putri
Karena bagiku kaulah bidadari
Cantiknya peri tak buatku berpaling
Karena bagiku kaulah yang terpenting
Tersenyumlah..
Karena senyumu indahkan duniaku
Bahagiamu, Adalah bahagia sejatiku" - Roman Picisan

"Tatap mataku saat kau ragu
Maka kau akan lihat
Ketulusan dimataku
Pegang tanganku
Saat kau inginkan kepastian
Maka..
Akan kuberikan kau satu kehangatan
Saat kau merasa sendirian
Diantara ribuan peri
Tetaplah yakinkan diri
Ku pasti akan tetap menemukanmu
Karena ribuan peri
Takkan pernah
Bisa mengganti sosok bidadari" - Roman Picisan

"Langit cintaku seakan runtuh
Saat bidadariku lemah dan terjatuh
Ku ingin genggam tangannya yang lemah
Ku ingin peluk raganya yang tak berdaya
Bulan purnama..
Bangunlah dengan binar matamu..
Berikan aku senyum jelitamu..
Jangan biarkan aku dalam sepi..
Karena kau..
Adalah pelita hati.." - Roman Picisan

"Bidadari..
Aku telah berjanji
Untuk tak akan pernah pergi
Kumohon..
Jangan jadikan itu janjiku sendiri
Sedangkan kau tak menepati
Kumohon..
Jangan tinggalkan aku..Wulandari
Karena tanpamu
Semua tiada arti" - Roman Picisan

"Perempuan itu bernama
Wulandari..
Bulan purnama artinya
Bahkan bidadari
Senyumnya buatku bahagia
Tawanya..
Buat hidupku sempurna
Jangan pergi Wulandari
Jangan pergi bidadari
Jangan hancurkan segala mimpi
Jangan tinggalkan aku dalam sepi" - Roman Picisan

"Ku pikir..
Rindu itu saat aku tak menatapmu..
Tapi aku salah..
Karena saat ini ku pandangi kau lekat..
Tapi rinduku..
Justru semakin pekat..
Ku sadar..
Rindu itu bukan hanya saling menatap..
Tapi ada canda tawa yang saling mengikat..
Rinduku..
Cepatlah kembali..
Karena ku tak ingin menangis lagi.." - Roman Picisan
Puisi Roman Picisan The Series 2017

"Cepatlah sadar wulanari
Jangan berpikir untuk pergi
Semua menyayangimu
Apalagi aku" - Roman Picisan
"Saat musibah datang tanpa kuduga
Menjadi kuat..
Adalah satu-satunya yang ku punya
Kematian adalah sebuah kepastian
Namun bertahan..
Bukanlah sebuah kemustahilan..
Karena ku percaya kebesaran Tuhan..
Dia..
Tidak akan tinggalkan mereka..
Yang memiliki pengharapan.." - Roman Picisan

"Aku tak peduli..
Jika hari ini gelap gulita..
Karena yang terpenting..
Kau telah membuka mata..
Aku tak memohon..
Agar matahari terus berseri..
Karena senyumanmu..
Lebih indah dari pelangi..
Terima kasih..
Bidadari..
Kau telah hapus segala nyeri..
Dan hiasi duniaku..
Bagai surgawi.." - Roman Picisan

"Kura-kura memiliki kaki empat
Tapi langkahnya sangat lambat
Ikan tak memiliki kaki sepasang
Tapi tiada yang ragukan kemampuannya berenang
Karena yang terpenting..
Bukanlah jumlah..
Tapi percayalah..
Kita semua memiliki anugerah.." - Roman Picisan

"Cinta itu memang buta
Karena itu..
Dia tidak memandang rupa
Cinta itu tulus..
Karena itu..
Dia tidak mengharapkan fulus
Cinta itu bukan masalah lagi
Karena cinta..
Memandang hati..
Karena untuk Roman Arbani..
Wulandari..
Tak akan terganti.." - Roman Picisan

"Rasa ini di hempas..
Air mata pun kembali terkuras..
Tinggalkan luka yang membekas..
Bidadari..
Kapan kau bisa mengerti..
Kalau cinta kita begitu berarti..
Bulan purnama..
Kapan kau pahami..
Kalau kebersamaan ini..

Lebih indah dari pada seorang diri.." - Roman Picisan

"Inilah..
Kisah kami yang sederhana..
Yang tidak hanya mengagungkan cinta..
Tapi juga persahabatan..
Dan upaya meraih cita-cita..
Mungkin..
Bagimu ini picisan..
Tapi bagi kami..
Ini lebih indah dari berlian..
Mungkin..
Bagimu ini hanya baper saja..
Padahal ada perjuangan dan air mata..
Dan kami yakin..
Semua ini..
Tidak sia-sia..
Dan akan membentuk kami..
Menjadi seorang manusia.." - Roman Picisan
Puisi Roman Picisan The Series 2017

Itulah beberapa puisi Roman Picisan yang terdapat di Senetronnya dari episode 1 sampai 107 alias selesai. Semoga dapat menghibur anda semuanya dan bagi yang menyukai senetron ini, jangan lupa untuk menunggu dan menonton versi layar lebar yang akan rilis akhir 2018 ini. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

Baca Juga : Review Film Roman Picisan The Movie 2018 Yang Akan Rilis 2018
;

Baca Juga :

0 Response to "Kumpulan Puisi “Roman Picisan The Series” Episode 1-107"

Posting Komentar