Puisi Rindu Dalam Do'a - Maschun.com

Breaking

Selasa, 17 April 2018

Puisi Rindu Dalam Do'a

Generic Banner
“Kerinduan ini…, 
Begitu pekat terasa, kian rapuh menampung semu hadirmu. 
Hingga terdampar dalam kehampaan yang kian memaksa, terbelit asa dalam penantian yang tak pernah ada. 
Akankah jiwa bertahan memeluk sepi dalam diam?, atau kian menepi, memikul angan yang tak pernah menjadi nyata. 

Puisi : Rindu Dalam Do'a

Kau, pemilik resah hati, rindu ini bicara tentang nyatamu saat ini. 
Apakah hatimu tak merasa dan terasa ketika Do'aku bicara namamu?. 
Atau, kau tak mengenal siapa cinta yang memujimu dan siapa hati yang menantimu. 
Hingga kau begitu engan melepas belenggu kata menjadi deru hingga memberi jawab akan cinta. 

Lihat waktu, 
Hamparan rindu dalam do’a , termenung dalam kegaduhan, resah terpendam dalam duka. 

Lihat aku, 
Pancaran pagi tak bermentari, Hamparan langit tak berbintang. 
Masihkah kau menyirami waktuku dengan senyum hangatmu Hingga harap hati tak kunjung pergi?, 
atau aku-nya saja yang tak kunjung mengerti Jika hatimu tak akan pernah memberi. 

Tunggu Sejenak, 
Biarku gayuh sampan angan untuk menembus kabut rindu yang kian garang menyelimuti diri. 
Agar tak terbendung asa yang kian mengikis hati hingga terluka. 
Hingga waktu tak lagi bicara tentang cinta, air mata dan harapan yang tak kunjung beri bahagia, 
tentang hadirmu dalam hidupku."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ARTIKEL BERMANFAAT LAINNYA :

loading...