Kisah Cicak, Mahkluk Yang Memberi Pahala Jika Membunuhnya

Maschun.com - Binatang yang suka merayap di dinding ini sudah pasti anda mengenalnya yaitu Cicak. Cicak Merupakan binatang reptil yang memiliki kaki empat yang hidup bebas berkeliaran di dinding dan langit langit rumah, di ponon dan di tempat kering lainnya. Mengenai kisah cicak ini dalam agama islam merupakan mahkluk yang akan memberikan pahala jika membunuhnya, mungkin juga anda sebagai umat muslim sudah mengetahui hal ini. Lalu Apa sebab dan akibatnya yang membuat cicak ini menjadi binatang yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk membunuhnya?, berikut kisahnya : 
Kisah Cicak, Mahkluk Yang Memberi Pahala Jika Membunuhnya

Dalil yang menyerukan tentang kisah cicak dalam sejarah pekembangan Islam yang legendaris ini terjadi saat Nabi Ibrahim AS dilempar hidup-hidup ke dalam kobaran api yang telah disiapkan oleh Namrud Ibn Kan’an. Namrud adalah seorang raja yang pertama kali mengaku sebagai Tuhan dari kerajaan Babilonia, atau yang sekarang dikenal dengan Negara Irak. 

Dalam peristiwa tersebut dikisahkan, terdapat tiga ekor binatang yang turut berperan dan menyaksikannya, yakni semut dan cicak. Pada saat itu, Semut berpihak pada Nabi Ibrahim AS, Sementara cicak berpihak kepada sang raja, Namrud Ibn Kan’an, sedangkan burung adalah saksi mata yang melihat kejadian tersebut. 

Dalam riwayat islam mengatakan, Pada saat terjadi pembakaran tubuh Nabi Ibrahim AS, dimana Semut dengan susah payah berlari-lari membawa butiran air yang ada di mulutnya untuk memadamkan kobaran api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim AS. Kemudian seekor burung berkata mewakili keheranan semua binatang yang menyaksikan peristiwa tersebut dan berkata kepada si semut : 

“Tidak mungkin setetes air yang ada di mulutmu mampu memadamkan kobaran api yang sangat besar itu.” sahut si burung. Namun kemudian semut menjawab “Memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu, tapi ini kulakukan paling tidak semua akan melihat bahwa aku di pihak yang mana.” 

Lalu bagaimana dengan cicak, Dalam sebuah hadis muslim yang mengisahkan bahwa cicak adalah tersangka utama yang meniup dan memperbesar kobaran api sehingga membakar Nabi Ibrahim AS. “Dahulu, cicak-lah yang meniup dan memperbesar kobaran api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muslim). 

Pahala Sunah Jika Membunuh Cicak 

Melihat kejadian tersebut, itulah sebabnya ada hukum sunah jika seseorang muslim membunuh cicak. Hal ini disebabkan berdasarkan kisah cicak yang berpihak pada Namrud Ibn Kan’an, untuk ikut membakar Nabi Ibrahim AS saat itu. Beberapa hadis bahkan sangat menganjurkan umat muslim untuk membunuh cicak yang mendapat gelar sebagai hewan fasiq dari Nabi Muhammad SAW. 

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor cicak dengan satu pukulan dicatat baginya seratus kebaikan, dalam dua pukulan pahalanya kurang dari itu, dalam tiga pukulan pahalanya kurang dari itu.” (HR. Muslim). 

Kemudian riwayat hadist dari Al-Munawi mengatakan, “Allah SWT memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat tercela, sementara dulu, dia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” (Faidhul Qadir). 

Tak hanya itu, sebuah hadist lain juga mengisahkan tentang Aisyah yang mengatakan, “Aku mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membunuh cicak maka Allah akan menghapus tujuh kesalahan atasnya.” (HR Thabrani) 

Berlanjut dari hadis tersebut, Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadis yang mengisahkan bahwa ia bertemu dengan Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak yang tergeletak. Dia pun bertanya kepada Aisyah, 

”Wahai Ibu kaum mukminin apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?” Aisyah menjawab,”Kami baru saja membunuh cecak-cecak. Sesungguhnya Nabi saw pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan apinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majah). 

Selain didasarkan pada kisah cicak yang memusuhi dakwah, anjuran untuk membunuh cicak dalam agama Islam juga didasarkan pada hal-hal logis seperti pengaruh negatif cicak terhadap kesehatan manusia, setelah dilakukan penelitian panjang, diketahui bahwa cicak mengandung bakteri yang berbahaya yang dapat menyebabkan sakit perut dan meracuni makanan. 

Besar Pahala yang akan di dapat Jika Membunuh Cicak 

Seperti yang dikatakan diatas jika membunuh cicak akan mendapatkan pahala Sunah yang tidak wajib dilakukan oleh umat manusia akan tetapi jika dilakukan maka ia akan mendapatkan pahala. Dalam membunuh cicak pun sudah tentu akan ada pahala yang menyertainya. Mengenai hal ini, Nabi Saw menjelaskan perihal pahala yang akan didapatkan dengan mengamalkan anjurannya. 

Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa membunuh cicak maka pada awal pukulannya baginya ini dan itu dari kebaikan. Barangsiapa yang membunuhnya dalam pukulan kedua maka baginya ini dan itu yakni kebaikan yang berbeda dengan yang pertama. Jika dia membunuhnya pada pukulan ketiga maka baginya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua.” (HR. Muslim). 

Itulah kisah cicak dalam Islam yang jika membunuhnya akan mendapatkan pahala sunah. Namun kembalikan itu semua kepada ketetapan hati anda sebagai seorang muslim yang taat pada perintah dan larangannya. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.
Loading...

0 Response to "Kisah Cicak, Mahkluk Yang Memberi Pahala Jika Membunuhnya"

Posting Komentar

Tips Mudik Aman, Perjalanan Pun Nyaman Ala Himawanputra.com

#MudikAmandanNyaman - Bulan Suci Ramadan 2018 telah berkumandang di seluruh dunia untuk memberi kabar kepada seluruh umat muslim yang ber...