Cerpen : Bias Pelangi Di Telaga Rindu

Tercipta dari yang maha indah, tertuang dalam imajinasi syahdu untuk merangkai kata menjadi bait dalam kalimat tentang seseorang yang aku nobatkan sebagai wanita terindah yang pernah menyapa indah perjalanan hidupku. 
Cerpen : Bias Pelangi Di Telaga Rindu

Dia Pelangi, Begitulah aku mengenalnya semenjak dia hadir dalam aktivitas sehari-hariku bekerja di sebauh perusahaan di Jakarta. Sejak hadirnya disekitarku, dan semenjak aku semakin mengenalnya dan hati ini telah memikul beban rindu hingga kini tak pernah berubah yang aku rasa tetaplah sama. 

Perasaan cinta ini tak pernah berubah, Semakin aku hari rasa itu semakin indah berkembangbiakdalam hati. Aku tak mengerti kenapa semua itu tak aku ungkapkan saja kepadanya bahwa aku menyukainya, Padahal sangat jelas perasaanku terpendam dalam hati atas namanya bahkan do’a dalam sujudku. 

Hingga akhirnya, cinta yang kurasa hanya menjadi bias dalam rindu, Entah kapan perasaan ini terungkap aku tak tahu, yang pasti saat ini perasaaan itu indah seperti dia yang selalu tersenyum indah saat aku melihatnya. 

Bertemu hingga mengenalnya bagiku adalah waktu terindah yang pernah hadir dalam hidupku. Aku tak mengerti dengan perasaan ini, kenapa perasaanku sangat nyaman jika aku mengenangnya, Entah itu aku dirumah ataupun di tempat lainya, Teringat dengannya membuat aku merasa jika ada sedang berada begitu dekat dengannya. 

Jika dia menghilang, Aku mulai gelisah jika senyum itu mulai hilang dalam benakku. Sebenarnya aku telah mencoba untuk berpaling darinya agar aku jangan terlalu berharap akan sesuatu yang belum pernah aku katakan tentang isi hatiku, namun tetap saja jiwa ini berontak untuk memupuskan semangat. 

Aku telah berusaha untuk mengabaikan saja cinta yang bersemi agar diri ini tak lelah untuk menunggu dan menunggu hatinya menyambut indah perasaan yang teramat dalam yang kini terkepung dalam ruang rindu. 

Namun nyatanya aku tak bisa, aku tak mampu dan aku akan rapuh ditelah waktu. Semakin aku mencoba untuk tidak mengingat dia lagi, semakin aku merasa jika bahagia itu telah pergi dari hidupku. Akankah aku terus berharap pada sesuatu yang tak mungkin aku miliki?, entahlah,yang jelas aku belum bisa melakukannya dengan sempurna. 

Dia wanita sederhana menurutku, Semenjak aku kenal dengannya 3 tahun yang lalu, perasaan itu belum hadir dalam hati ini untuknya, namun seiring waktu berputar, perasaan ini mulai muncul tanpa alasan datang indah menghampiriku untuknya. 

Aku tau dia telah memiliki seorang kekasih, namun tetap saja dirinya berontak untuk menyerah hingga tercipta perasaan indah untuknya. Aku sadar dan paham sekali dengan keadaanku saat ini, kadang aku meneteskan air mata jika aku mengenang perasaan ini yang hanya mampu diam dan menatap indahnya bulan pada malam hari, menatap dirinya dalam sebuah foto. entah kapan aku mampu mendekatinya untuk aku katakan padanya bahwa aku sangat merindukanmu dan sangat ingin membahagiakanmu dengan jiwa raga ini. 

Namun itu hanyalah dongeng yang sering aku ceritakan kepada sepi, kepada malam dan kepada bintang tentang bayangmu dalam hati hingga aku tertidur untuk hilangkan lelah hati memikirkan dia yang semakin hari semakin membuat aku gila. 

Mungkin aku terlalu berharap kepadanya tanpa memikirkan diri sendiri dan mengerti keadaan diri sendiri, mampukah aku berkata jika dia dihadapanku, atau sejenak berkata padanya bahwa aku ingin berbicara sebentar saja dengannya, Jawabannya pasti tidak akan berani. 

Lalu apa yang membuat aku bertahan hingga saat ini?, memikirkan dia tanpa judul, merindukan dia tanpa arah dan semua hariku berurusan dengan dia, ada apa denganku?, Apakah aku manusia bodoh?. 

Ya Allah, aku mohon kepadamu, berikan sedikit arti tentang semua yang aku rasakan ini, agar aku paham dan mengerti tentang semua ini. jangan jadikan aku hilang tanpa arah karena rasa cinta kepadanya dan aku gadaikan rasa cintaku padamu ya Allah. 

Aku mohon, beri penjelasan agar aku paham, bagaimana aku bisa melewati cinta yang berkeluh kesah ini yang membuat aku tak tahan dengan kehampaan ini. 

Rindu datang tanpa permisi, menghampiri jiwa yang rapuh akan rasa yang terpendam. jiwa berkutik lemah, pikiran melayang jauh menjemput amarah, menghantam derita yang tak berujung indah. air ata mengalir deras dalam sebuah penantian yang mengurung diri tanpa bersuara. 

Pagi datang, siang menjemput. senja menyambut malam pun sunyi. Tanpa ku sadari hari telah berlalu. Hanya tulisan ini yang mampu menemaniku disetiap helai malam berlalu. kadang aku tak tahu apa yang harus aku tulis lagi dan apa yang harus kukatakan lagi untuk dia, agar dia mengerti keadaanku saat ini. mungkin terlalu berharap untuk dia tahu keadaanku saat ini, dia bertanya pun telah membuatku sangat senang dan bahagia sekali. 

Setiap hari aku masuk kerja, walaupun dia tidak pernah tahu aku selalu memperhatikan dia, dan jika pada hari itu aku tak melihatnya, perasaan ini semakin menderita jika kau pulang kerumah nantinya. namun perasaan ini akan selalu terobati jika aku melihatnya pada saat dia melintasiku atau aku segaja melintasinya ditempat dia bekerja atau dia selalu makan di depan TV Kantorku. pada saat itulah aku selalu berkesempatan untuk sekedar melepas lelah hati dengan perasaan ini dengan melihat senyumnya yang memberi dingin dalam lubuk hati ini, menambah amunisi hati untuk merindu. 

Walaupun aku belum tahu tentang dirinya dengan sepenuhnya, namun keyakinan hati ini cukup membuktikan bahwa di adalah wanita yang baik dan tercipta dengan keindahan tersendiri bagiku. dulu memang dia tak memakai hijab namun setelah dia memakai hijab semakin membuat aku yakin bahwa dia adalah wanita yang sholeha dan baik hatinya. Dan jika aku boleh bilang dia itu pelangi yang hilang yang belum pernah dilihat oleh orang lain, itulah dia menuruku. 

Apapun perkataan orang lain terhadapnya, bagiku dia tetap yang terindah yang pernah aku temui dalam hidupku. walaupun nanti aku tak pernah memilikinya, aku cukup bahagia karena aku pernah indah dan pernah tercitpa suatu cerita indah berkat dirinya. mengenalnya saja aku sudah bahagia, apalagi aku memiliknya pasti akan aku jaga dan aku buat hidupnya bahagia bersama rasa yang hingga saat ini tak akan pernah luntur oleh apa-pun kecuali Nafas ini pergi untuk selama-lamanya. 

Untuk aku tahu tentang dirinya, aku setiap habis kerja atau pulang kerja untuk menghilangkan rasa rindu kepadanya, aku buka statusnya di twitter atau facebook, sekedar ingin melihat fotonya dan melihat apa yang dia pikirkan. walaupun dalam media sosialnya tak pernah ada aku, namun aku tak pernah merasa lemah dan frustasi untuk tetap menbukanya. dan hal ini setiap hari aku lakukan, entah itu pagi mau berangkat kerja, ataupun malam atau jika aku pulang kerja, semua itu aku lakukan karena aku tahu rasa ini memang untuknya. 

Aku tak akan pernah berpikir buruk tentang semua. Seperti pikiran buat apa memikirkan orang yang tak sedikitpun memikirkan kita. namun aku lakukan itu semua bukan atas dasar lebay atau hanya sekedar bercerita dan menulis untuk dijadikan buku harian. semua perkataan tersebut tak akan pernah terlintas dalam benakku dan juga hati ini. aku melakukan ini semua atas dasar perasaan yang tulus, yang tertulis disini bukan sekedar tulisan saja namun yang aku tulis ini adalah jelmaan hatiku yang tertuang dengan penuh kasih sayang hanya untuk dia. 

Entah sampai kapan aku lakukan ini aku tak tahu, yang jelas apapun yang tertulis di sini adalah keadaan yang pernah aku rasakan untuknya. tak berharap dia membacanya jika dia tahu bahwa aku pernah mengaguminya, karena aku menuliskan ini untuknya atas cinta yang Allah Anugerahkan padaku yang tercipta lewat dirinya. jadi aku akan merasa tenang walaupun nanti dia tak pernah ada dalam hidupku dan tak akan pernah aku memiliknya. 

Perasaan cinta ini kepadanya memang sering membuat aku menagis, sepi, rindu sesakkan nafas dalam dada. namun semua tak bisa aku elakkan dan aku hindari, semua datang dengan sendirinya tanpa alasan. Hanya keyakinan kepada Allah SWT yang membuat aku bertahan, jika aku tak mengenang yang maha kuasa mungkin kehidupan ini akan segera berakhir cepat karena jiwa ini tak mampu lagi untuk bertahan menahan rasa yang semakin hari semakin berat aku rasakan terpendam dalam hati. 

Aku telah sering mencoba untuk menyerah dan menghapus semua yang terjadi tentang rasa yang tercipta atas namanya. namun berkali juga dia patahkan untuk datang menyerang tanpa kenal lelah menghantam lubuk hati yang paling dalam. Akan kemana lagi dan apa lagi yang harus aku lakukan agar aku mampu bertahan akan rasa yang kini menyiksa jiwa. 

Untukmu wahai pelangi, aku mohon berikan aku celah dalam hatimu agar aku mampu bernafas menghirup udara lega dari sesaknya gundah penantian panjang akan jawaban hatimu. beri aku kesempatan waktu untuk membuka luang agar aku mampu berkata tentang rindu yang menyiksa batin disetiap sepinya malam, atau sekedar menyapa indah senyummu yang kau berikan dengan jelas dari pandanganmu. jika semua itu sulit, aku mohon jangan kau beri aku kesempatan lagi untuk meneteskan air mata karena mengharapkanmu. 

Menunggu sesuatu yang tak pasti itu sangat menyakitkan, namun hingga ini aku tetap melakukan itu untuknya. entah aku ini bodoh ataupun manusia yang punya keanehan lain, yang jelas aku tak akan pernah lelah untuk menunggu dan menunggu pelangi itu hadir dihadapanku lagi. 

Pekat malam berima syahdu antarkan sejuta gundah hati dalam sepi aku terdiam. tertatap mata ke langit temui bintang yang berkedip seakan berikan isyarat akan hadirnya. bayang dirinya yang kini telah menghukum jiwa seakan terbelenggu dalam ketidakpastian. Aku membisu mendekam sendiri dalam gelapnya malam. Pikiran melayang tertuju pasti akan dirinya yang telah membuat goresan cerita dalam bait langkahku ini. 

Inginku berlari dari hampanya waktu namun yakin selalu datang menghampiriku, memberikan pertanda bahwa tak akan ada kata sia-sia bila semua atas nama ketulusan. 

Hari menjelang aku terjaga dalam cerianya pagi, langkah demi langkah semakin terbayangkan betapa lemahnya aku tanpa hadirnya. dia yang telah berkuasa dalam tahta kerajaan hati ini. Aku mulai gundah ketika hampa ketidakpastian mulai memukul kejam akan sebuah penantian akannya. tapi keraguan mulai menyerah kala sang pelangi mulai muncul kembali mendekat, tampak eloknya warna yang cerah mengoda mataku untuk meneruskan amanat hati bahwa dia memang tercipta untukku. 

Ya Allah, Aku mengerti dan sangat mengerti sekali dengan apa yang telah kau gariskan dalam hidup ini. dan aku tak akan pernah menuntut apapun akan keputusanmu karena aku tahu janjimu lebih indah dari apa yang aku harapkan. 

Tentang apa yang aku bayangkan, bila memang sang pelangi hanya menampakan dirinya hanya seberkas sinar harapan hampa untukku, aku mohon Ya Allah, jangan jadikan aku kaku akan semua, jangan jadikan aku ingkar dan berpaling dari indahya janjimu kepadaku. 

Aku memang mengharapakan akannya dan ingin milikinya, namun aku tak inginkan jika dia tak inginkan adanya aku dalam hidupnya. Untuk itulah, jangan jadikan sebuah alasan akhir dari semua itu buta akan janji indah yang pernah engkau berikan kepada mereka yang pernah merasakannya indahnya dunia ini. Kepadamu aku serahkan semuanya, aku hanya mampu berusaha dan berdo’a kepadamu ya Robb agar indah pada waktunya nanti. 

Untukmu sang pelangi, Aku ciptakan sebuah kata indah dari hati nan tulus tercipta penuh rasa yang tertuang Dalam bait, tersirami dengan mutiara kasih yang berirama penuh nada indah. 

Untukmu hanya untukmu wahai pelangi, Aku memang berharap dan sangat berharap sekali akan hadirnya dirimu bersamaku selamnya. Jika nanti semua tak berarti, aku mohon kepadamu, jangan jadikan itu alasan untuk aku tak Mengingatmu lagi. 

Dirmu memang jauh dari harapan untuk aku miliki, namun semangat tak pernah membuat kau menyerah untuk engkau tahu dan mengerti betapa aku sangat membutuhkanmu saat ini dan ingin selamanya. 

Untukmu aku tak akan pernah menyesal jika nanti semua tak pernah berarti, bagiku akan selalu berarti walau hanya sebatas cerita dalam tulisanku ini. 

Aku memang orang yang tak mampu, tak mampu berkata untuk katakan bahwa aku sangat menyanyangimu, entah kenapa aku tak mempunya kekuatan ketika waktu memberiku jalan untuk berkata padamu tentang semua yang dirasa. jangankan untuk berkata menatap wajahmu pun aku tak mampu. memang itu salahku, dengan ketidakmampuanku, aku hanya berharap akan ada keajaiban dari usaha yang aku lakukan untuk bisa berbicara denganmu. 

Bila waktu itu nanti akan tiba, aku pastikan kepadamu bahwa akan ku katakan tentang semua yang aku lakukan untukmu, dan jika itu tak pernah ada, aku akan akan tetap melakukan hal yang sama seperti malam ini, mengingat separuh darimu dalam bias di telaga rindu, dan disini aku selalu merindukanmu hadirmu kembali.
Loading...

0 Response to "Cerpen : Bias Pelangi Di Telaga Rindu"

Posting Komentar

Tips Mudik Aman, Perjalanan Pun Nyaman Ala Himawanputra.com

#MudikAmandanNyaman - Bulan Suci Ramadan 2018 telah berkumandang di seluruh dunia untuk memberi kabar kepada seluruh umat muslim yang ber...