Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Maschun.com - Pesta Piala Dunia 2018 akan segera dimulai, Tepatnya pada bulan Juni hingga Juli 2018 nanti, Rusia akan bergemuruh dengan suara yel-yel dari para supporter tim pendukung timnas yang berlaga di Piala Dunia 2018 ini. Seluruh dunia akan terjangkit demam sepakbola pastinya dan event 4 tahunan ini selalu dinanti oleh para penikmat sepakbola bahkan masyrakat pada umumnya. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Di Indonesia contohnya, Di mana masyarakatnya begitu gemar dengan menonton si kulit bundar ini, maka sudah pasti sangat semangat dan tidak sabar lagi menanti kehadiran FIFA World Cup 2018 ini. Pernak-pernik seperti Jersey tim kesayangan dan favort telah banyak terjual di pasar-pasar, supermarket baik itu online maupun offline telah marak dalam beberapa bulan terakhir untuk persiapan Piala Dunia 2018. 

Namun, Sebelum Piala Dunia 2018 ini hadir ditengah kita dan berlangsung pertandingannya, Ada baiknya ktia simak dahulu seputar penyelenggaraan Piala Dunia 2018 kali ini, dari tuan rumah hingga hak siar yang memiliki wewenang menayangkan setiap pertandingan piala dunia ini nantinya. Simak informasinya lengkapnya dibawah ini : 

Sejarah Penyelenggaraan Piala Dunia 2018 

Piala Dunia FIFA 2018 menjadi Piala Dunia FIFA yang ke-21, turnamen sepak bola internasional empat tahunan yang diikuti oleh tim nasional pria asosiasi anggota FIFA. Turnamen ini diselenggarakan di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018, setelah negara tersebut terpilih sebagai tuan rumah pada 2 Desember 2010. Edisi Piala Dunia ini menjadi yang pertama digelar di Eropa sejak edisi 2006 di Jerman. Seluruh stadion kecuali Stadion Sentral terletak di Eropa Rusia, bagian barat Pegunungan Ural, agar mengurangi waktu perjalanan karena negara yang luas. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Putaran final melibatkan 32 tim nasional, terdiri dari 31 tim yang lolos melalui babak kualifikasi dan tim tuan rumah yang lolos secara otomatis. Dari 32 tim peserta, 20 tim membuat penampilan berturut-turut sejak edisi terakhir pada 2014 termasuk juara bertahan Jerman, sementara Islandia dan Panama keduanya tampil perdana di Piala Dunia FIFA. Sebanyak 64 pertandingan dimainkan di 12 stadion yang tersebar di 11 kota. Pertandingan final berlangsung pada 15 Juli di Stadion Luzhniki, Moskwa. 

Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 

ahapan pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 dimulai sejak Januari 2009, di mana asosiasi nasional memiliki waktu hingga 2 Februari 2009 untuk mendaftarkan diri. Pada awalnya, tujuh negara mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, tetapi Meksiko kemudian mengundurkan diri, sementara penawaran Indonesia ditolak oleh FIFA pada Februari 2010 karena pemerintah Indonesia gagal mengirimkan surat dukungan penawaran. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Selama proses pemilihan, negara-negara non-UEFA (Australia, Jepang, dan Amerika Serikat) secara bertahap mundur dari pemilihan tuan rumah edisi 2018, sementara negara-negara UEFA mundur dari pemilihan tuan rumah edisi 2022.Dengan begitu, maka tersisa empat penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, yaitu: Inggris, Rusia, Belanda/Belgia, dan Spanyol/Portugal. 

Dua puluh dua anggota Komite Eksekutif FIFA bertemu di Zürich pada 2 Desember 2010 untuk memberikan suaranya dalam memilih tuan rumah kedua edisi turnamen tersebut. Rusia memenangi pemilihan tuan rumah edisi 2018 melalui pemungutan suara putaran kedua. Penawaran Spanyol/Portugal berada di urutan kedua di atas penawaran tuan rumah bersama Belgia/Belanda yang menempati urutan ketiga. Penawaran Inggris untuk menyelenggarakan Piala Dunia yang keduanya gagal di putaran pertama. 

Proses pemilihan ini tidak lepas dari adanya kritikan. Badan Sepak Bola Inggris, The FA, menuduh Tim Piala Dunia Rusia melakukan penyuapan dan korupsi yang dilakukan oleh pejabat FIFA. Diduga empat anggota komite eksekutif telah meminta suap untuk memilih Inggris dan Sepp Blatter mengatakan bahwa hal itu sudah diatur sebelum melakukan pemungutan suara yang dimenangkan oleh Rusia tersebut. Meski Laporan Garcia pada 2014 membebaskan Rusia dari segala tuduhan, tetapi FA menolak menerimanya melalui Greg Dyke yang meminta investigasi ulang atas kasus tersebut dan David Bernstein yang meyerukan pemboikotan Piala Dunia. 

Tim peserta Piala Dunia 2018 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia FIFA, seluruh negara yang memenuhi syarat 209 asosiasi anggota FIFA kecuali tim tuan rumah Rusia yang lolos secara otomatis mengikuti proses kualifikasi. Zimbabwe dan Indonesia kemudian didiskualifikasi sebelum memainkan pertandingan pertamanya, sementara Gibraltar dan Kosovo yang bergabung menjadi anggota FIFA pada 13 Mei 2016 setelah pengundian babak kualifikasi, tetapi sebelum kualifikasi Zona Eropa dimulai, juga mengikuti kualifikasi. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Jumlah alokasi slot tim peserta untuk setiap konfederasi tidak berubah sejak Piala Dunia 2014. Pertandingan kualifikasi dimulai di kota Dili, Timor Leste, pada 12 Maret 2015 sebagai bagian dari kualifikasi Zona Asia, dan pengundian kualifikasi utama dilaksanakan di Istana Konstantinovsky, Strelna, Sankt-Peterburg pada 25 Juli 2015 pukul 18:00 waktu lokal (UTC+3). 

Dari 32 negara yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2018, 20 diantaranya berkompetisi pada edisi sebelumnya, 2014. Islandia dan Panama lolos untuk pertama kali, sementara bagi Islandia, mereka menjadi negara dengan jumlah penduduk terkecil yang lolos ke Piala Dunia. Tim lain yang kembali tampil setelah absen setidaknya tiga edisi antara lain: Mesir, kembali setelah 28 tahun absen sejak terakhir lolos pada 1990; Maroko, yang terakhir berkompetisi pada 1998, Peru, kembali setelah 36 tahun absen (sejak 1982); dan Senegal, berkompetisi untuk kedua kali setelah mencapai perempat final pada 2002. Ini merupakan pertama kalinya tiga negara Nordik (Denmark, Islandia, dan Swedia) dan empat negara Arab (Mesir, Maroko, Arab Saudi, dan Tunisia) lolos ke Piala Dunia. 

Tim unggulan yang gagal untuk lolos diantaranya juara dunia empat kali, Italia, (untuk pertama kali sejak 1958) dan tiga kali juara kedua, Belanda. Empat juara bertahan kejuaraan benua yang gagal lolos antara lain: juara Piala Afrika 2017 (Kamerun), juara dua kali Copa América dan juara kedua Piala Konfederasi 2017 (Chili), juara Piala Oseania 2016 (Selandia Baru), dan juara Piala Emas CONCACAF 2017 (Amerika Serikat, untuk pertama kali sejak 1986). Tim unggulan lain yang gagal dengan rentetan hasil kualifikasi buruk adalah Ghana dan Pantai Gading, yang lolos pada tiga edisi sebelumnya. 

Pengundian Piala Dunia 2018 

Pengundian dilaksanakan pada 1 Desember 2017 pukul 18:00 MSK di Istana Negara Kremlin, Moskwa. 32 tim diundi ke delapan grup yang masing-masing grup berisi empat tim. Untuk pengundian, tim peserta dibagi dalam empat pot berdasarkan Peringkat Dunia FIFA per Oktober 2017. Pot 1 berisi tuan rumah Rusia (secara otomatis ditempatkan di Posisi A1) dan tujuh tim teratas, Pot 2 berisi delapan tim teratas berikutnya, dan begitu juga untuk Pot 3 serta Pot 4. Ini merupakan pengundian yang berbeda dari pengundian sebelumnya, di mana hanya Pot 1 berdasarkan Peringkat FIFA sementara pot yang lain berdasarkan pertimbangan geografis. Namun, tetap mempertahankan fakta bahwa tim dari konfederasi yang sama tidak diundi melawan satu sama lain dalam babak grup, kecuali UEFA di mana setiap grup berisi dua tim. 

Skuat Piala Dunia 2018 

Setiap tim wajib mendaftarkan skuat awal dengan jumlah 30 orang pemain. Dari skuat awal tersebut, setiap tim mendaftarkan skuat akhir dengan jumlah 23 orang pemain (tiga diantaranya menjadi penjaga gawang) sebelum tenggat waktu FIFA. Pemain dalam daftar skuat akhir dapat digantikan akibat cedera serius hingga waktu 24 jam sebelum pertandingan pertama tim tersebut, dimana pemain pengganti tidak perlu berada dalam daftar skuat awal. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Untuk pemain yang berada dalam 30 nama skuat awal, ada masa istirahat wajib pada 21 hingga 27 Mei 2018, kecuali pemain yang terlibat dalam Final Liga Champions UEFA 2018 yang dimainkan pada 26 Mei. Pada Februari 2018, diumumkan bahwa jumlah pemain yang berada dalam daftar skuat awal ditambah dari 30 menjadi 35. 

Tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2018 

Rusia mengajukan kota berikut untuk menjadi tuan rumah: Kaliningrad, Kazan, Krasnodar, Moskwa, Nizhny Novgorod, Rostov na Donu, Sankt-Peterburg, Samara, Saransk, Sochi, Volgograd, Yaroslavl, dan Yekaterinburg. Seluruh kota tuan rumah berada di dalam atau dekat Eropa Rusia untuk mengurangi waktu perjalanan tim peserta karena negara yang luas. Laporan evaluasi penawaran menyatakan: "Penawaran Rusia mengajukan 13 kota tuan rumah dan 16 stadion, demikian melebihi persyaratan minimum FIFA. Tiga dari 16 stadion akan direnovasi, dan 13 akan dibangun baru." 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Pada Oktober 2011, Rusia mengurangi jumlah stadion dari 16 menjadi 14. Pembangunan stadion Podolsk yang telah diajukan di wilayah Moskwa dibatalkan oleh pemerintah setempat, dan masih di ibukota, Otkrytiye Arena bersaing dengan Stadion Dynamo mengenai stadion mana yang dibangun lebih dahulu. Pilihan terakhir untuk kota tuan rumah diumumkan pada 29 September 2012. Jumlah kota dikurangi kembali menjadi 11 dan jumlah stadion menjadi 12 karena Krasnodar dan Yaroslavl dihapus dari daftar akhir. 

Sepp Blatter menyatakan pada Juli 2014 bahwa karena kekhawatiran terhadap penyelesaian stadion di Rusia, jumlah stadion kemungkinan dikurangi dari 12 menjadi 10. Ia juga mengatakan, "Kita tidak akan berada dalam situasi ini, seperti kasus satu ini, dua atau bahkan tiga stadion di Afrika Selatan, di mana ada masalah yang Anda lakukan pada stadion-stadion ini". 

Pada Oktober 2014, dalam kunjungan resminya ke Rusia, komite inspeksi FIFA dan ketuanya Chris Unger mengunjungi Sankt-Peterburg, Sochi, Kazan, dan dua stadion di Moskwa. Mereka mengatakan puas atas proses pembangunan stadion-stadion di kota tersebut. Pada 8 Oktober 2015, FIFA dan Komite Penyelenggara Lokal menyetujui nama resmi stadion yang digunakan selama turnamen berlangsung. 

Dari 12 stadion yang digunakan, Stadion Luzhniki di Moskwa dan Stadion Sankt-Petersburg (dua stadion terbesar di Rusia) digunakan paling sering dengan masing-masing menggelar 7 pertandingan. Sochi, Kazan, Nizhny Novgorod, dan Samara menggelar 6 pertandingan dengan masing-masing satu pertandingan perempat final, dan Otkrytiye Arena di Moskwa serta Rostov na Donu menggelar 5 pertandingan dengan masing-masing satu pertandingan babak 16 besar. Volgograd, Kaliningrad, Yekaterinburg, dan Saransk menggelar masing-masing 4 pertandingan dan tidak satupun dari kota tersebut menggelar pertandingan babak gugur. 

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2018 

Jadwal penuh turnamen diumumkan oleh FIFA pada 24 Juli 2015 (tanpa waktu kick-off, tetapi diumumkan kemudian). Pada 1 Desember 2017, setelah pengundian putaran final, enam zona waktu kick-off ditentukan oleh FIFA. Rusia ditempatkan di posisi A1 dalam babak grup dan memainkan pertandingan pembuka di Stadion Luzhniki di Moskwa pada 14 Juni melawan Arab Saudi, dua tim peserta dengan peringkat terendah saat pengundian putaran final.
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Stadion Luzhniki juga menggelar pertandingan babak semifinal kedua pada 11 Juli dan pertandingan final pada 15 Juli. Stadion Krestovsky di Sankt-Peterburg menggelar pertandingan babak semifinal pertama pada 10 Juli dan pertandingan perebutan tempat ketiga pada 14 Juli. 

Promosi Pemasaran Piala Dunia 2018 

Logo turnamen diumumkan pada 28 Oktober 2014 oleh kosmonot di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan kemudian diproyeksikan ke Teater Bolshoi Moskwa selama program televisi malam. Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengatakan logo itu terinspirasi oleh "tradisi artistik Rusia yang kaya dan sejarah pencapaian dan inovasi yang berani" dan Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan bahwa logo itu mencerminkan "hati dan jiwa" bagi negara tersebut. Untuk pemasaran, jenis huruf yang disebut Dusha dibuat oleh agen desain asal Portugal Brandia Central pada 2014. 

Maskot Piala Dunia 2018 

Maskot Piala Dunia FIFA untuk edisi 2018 adalah seekor serigala yang bernama Zabivaka ("sang pencetak gol" dalam bahasa Rusia) yang diumumkan pada 21 Oktober 2016. Maskot tersebut menggambarkan serigala antropomorfik berwarna coklat yang mengenakan kaos wol putih berlengan biru dengan kata "RUSSIA 2018" dan memakai kacamata olahraga berwarna oranye. Kombinasi warna putih, biru, dan merah pada kaos dan celana mewakili warna kostum dari tim nasional Rusia. Pelajar yang merancang maskot tersebut adalah Ekaterina Bocharova dan dipilih melalui pemungutan suara di internet. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Hasil pemungutan suara diumumkan pada 22 Oktober 2016 dalam acara Malam Urgant di Perviy Kanal. Serigala yang bernama Zabivaka meraih suara 53%, unggul atas Harimau (27%), dan Kucing (20%). Lebih dari 1 juta orang berpartisipasi dalam pemungutan suara yang berlangsung selama September 2016 di platform FIFA, serta saat siaran langsung di Perviy Kanal, di mana hasil kompetisi kreatif tersebut diumumkan. 

Lagu Piala Dunia 2018 

Untuk lagu Piala Dunia 2018 ini berjudul “Team 2018” yang bawakan oleh Disk Joceky (DJ) asal Rusia, yakni DJ Smash dan deretan musisi papan atas asal Negara tersebut, yakni Polina Gagarina, dan Egor Kreed menjadi bagian dari gegap gempita jelang gelaran Piala Dunia 2018. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Dilansir dari media Rusia, Afisha, sebuah lagu yang secara khusus dipersembahkan untuk menjadi lagu tema Piala Dunia 2018 pun telah dirilis. Diluncurkan bersama dengan proyek sosial sebuah inisiatif yang berfokus untuk mengatasi hambatan sosial, lagu berjudul Team 2018 nyatanya bukan hanya berbicara soal sepakbola. 

Penjualan tiket Piala Dunia 2018 

Tahap pertama penjualan tiket dimulai pada 14 September 2017 pukul 12:00 waktu Moskwa dan berlangsung hingga 12 Oktober 2017.
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Kebijakan visa Rusia secara umum tidak berlaku untuk peserta Piala Dunia dan para penggemar yang dapat mengunjungi Rusia tanpa hak visa sebelum dan selama kompetisi berlangsung, terlepas dari kewarganegaraan mereka. 

Kontroversi Piala Dunia 2018 

Sama seperti Olimpiade Musim Dingin 2014, terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah telah mendapat penolakan. Masalah kontroversial seperti tingkat rasisme dalam persepakbolaan Rusia, dan diskriminasi terhadap kaum LGBT dalam masyarakat Rusia yang lebih luas. Rusia dalam konflik yang sedang berlangsung di Ukraina juga menyebabkan adanya seruan agar turnamen dipindahkan, terutama setelah penggabungan Krimea. Presiden FIFA menyatakan: "Piala Dunia telah dipilih dan diberikan kepada Rusia dan kami akan maju bersama pekerjaan kami". 

Tuduhan korupsi dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 menyebabkan ancaman dari FA untuk memboikot turnamen ini. FIFA menunjuk seorang pengacara AS, Michael J. Garcia, untuk menginvestigasi dan membuat sebuah laporan (Laporan Garcia) terkait kasus tuduhan korupsi. Meskipun laporan tersebut tidak pernah di publikasikan, tetapi FIFA merilis sebuah rangkuman setebal 42 halaman atas penemuan seperti yang dikemukakan oleh hakim asal Jerman, Hans-Joachim Eckert. Rangkuman Eckert membersihkan Rusia dan Qatar dari kesalahan apapun, tetapi dikritik oleh kritikus sebagai hal yang menutup-nutupi kesalahan. 

Garcia mengkritik rangkuman tersebut "tak lengkap secara material" dengan "representasi yang keliru terhadap fakta dan kesimpulan", dan ia mengajukan banding ke Komite Banding FIFA. Komite menolak untuk mendengar bandingnya, sehingga Garcia mengundurkan diri sebagai protes atas tindakan FIFA, dengan alasan "kurangnya kepemimpinan" dan kurangnya kepercayaan terhadap independensi Eckert. 

Pada 3 Juni 2015, FBI mengumumkan bahwa otoritas federal tengah menginvestigasi proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada 7 Juni 2015, Domenico Scala, kepala Komite Audit dan Kepatuhan FIFA, menyatakan bahwa "jika ada bukti pemberian tuan rumah kepada Qatar dan Rusia hanya terjadi karena membeli suara, maka pemberian tersebut dapat dibatalkan". 

Karena krisis keuangan dalam ekonomi Rusia, anggaran untuk persiapan Piala Dunia telah dipangkas beberapa kali. Pada Juni 2015, sebuah dekrit pemerintah memangkas anggaran sebesar $560 juta hingga total keseluruhan menjadi $11,8 miliar. 

Setelah Maroko lolos ke turnamen dengan kemenangan 2–0 atas Pantai Gading, perayaan warga Maroko di Brussel berubah menjadi kerusuhan disertai pembakaran mobil, penjarahan toko oleh sekitar 300 perusuh, dan menyebabkan 20 polisi terluka. Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api juga diserang oleh para pelaku kerusuhan. 

Doping di Rusia Piala Dunia 2018 

Rusia paling banyak (51) dalam hal jumlah medali Olimpiade yang dibatalkan akibat pelanggaran doping terbanyak dari negara manapun, empat kali peringkat kedua, dan hampir ketiga dari jumlah keseluruhan di dunia. Dari tahun 2011 hingga 2015, lebih dari seribu atlet Rusia dalam berbagai acara olahraga, seperti Olimpiade musim panas, musim dingin, dan Paralimpiade, terdampak akibat kasus tersebut. 33 pemain sepak bola yang diduga menjadi bagian dari program steroid terdaftar dalam Laporan McLaren. 

Pada 5 Desember 2017, IOC mengumumkan bahwa Rusia dilarang mengikuti Olimpiade Musim Dingin 2018.[73] Deputi Perdana Menteri yang juga Presiden Uni Sepak Bola Rusia Vitaly Mutko dilarang seumur hidup terlibat dalam Olimpiade atas perannya dalam konspirasi doping. Pada 22 Desember 2017, dilaporkan bahwa FIFA memecat seorang dokter yang sedang menginvestigasi doping dalam sepak bola Rusia. 

Hak siar Piala Dunia 2018 

FIFA, melalui beberapa perusahaan, menjual hak siar Piala Dunia FIFA 2018 kepada penyiar lokal. Di Amerika Serikat, Piala Dunia 2018 menjadi Piala Dunia pertama yang hak siarnya dipegang oleh Fox Sports. Tersingkirnya tim nasional A.S. pada babak kualifikasi membawa kekhawatiran mengenai jumlah penonton dan minat terhadap Piala Dunia edisi ini berkurang (khususnya penonton "sementara" yang tertarik dengan tim nasional A.S.), sebab Fox telah membayar mahal untuk hak siar tersebut karena jumlah penonton pertandingan tim nasional A.S. 
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2014 menembus angka 16,5 juta penonton. Saat acara peluncuran sebelum tim nasional A.S. tersingkir, Fox menyatakan bahwa mereka berencana untuk menempatkan fokus sekunder pada tim nasional Meksiko dalam siarannya untuk memanfaatkan kepopulerannya di A.S. Jaringan tersebut menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menyiarkan sejumlah besar liputan untuk turnamen ini. Di Indonesia, Piala Dunia FIFA 2018 disiarkan secara langsung oleh Trans Media (Trans TV, Trans7, dan Transvision) dan K-vision untuk televisi serta oleh RRI untuk radio. 

Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2018 

Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Dari 32 negara yang mengikuti Piala Dunia 2018 ini, Banyak yang memprediksi ada 5 Tim kandidat juara pada penyelenggaraan 2018 ini melekat pada beberapa timnas besar seperti Portugal, Argentina, Jerman, Prancis dan juga Inggris. 

Pemain yang Akan Bersinar Di Piala Dunia 2018 

Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Pemain yang kemungkinan akan bersianr sudah pasti melekat pada 2 mega bintang sepakbola dunia yaitu Cristinao Ronaldo (Potugal) dan Lionel Messi (Argentina). Kedua pemain tim tersebut banyak yang memprediksi akan menjadi salah satu kandidat kuat pemain terbaik, top skor dan membawa pulang timnya trofi piala dunia 2018 ini. Selain kedua pemain tersebut, pemain muda juga akan direpdiksi akan menjadi bintang seperti Mbappe dan Delle Ali. 

Kontroversi Negara yang memboikot Piala Dunia 2018

Pada Penyelenggaraan Piala Dunia 2018 tersebar kabar jika ada beberapa negara akan memboikot dari penyelenggaraan Piala Dunia ini karena masalah politik yang berkepanjangan seperti Inggris, Islandia dan juga Australia. Namun belum ada kepastian lebih lanjut mengenai hal ini dan semoga saja tidak menjadi masalah besar dalam penyelenggaraan piala dunia ini nantinya.

Bola Piala Dunia 2018
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Untuk bola yang akan digunakan di pertandingan piala dunia 2018 ini yaitu bernama Telstar 18 keluaran adidas, namun berhembus juga kabar jika bola terbseut merupakan buatan asli Indonesia tepatnya dari daerah Majalengka.

Penggunaan Teknologi VAR di Piala Dunia 2018

Teknolgi VAR akan digunakan disetiap pertandinga Piala Dunia 2018 ini. teknologi VAR ini sendiri telah digunakan oleh liga besar eropa seperti liga Inggris, Spanyol dan juga Italia. Teknologi ini sistem yang akan membantu wasit dalam memutuskan apakah itu terjadi gol, pelanggaran keras dan lain sebagainya.
Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018

Itlah informasi yang penulis ingin sampaikan mengenai penyelenggaraan Piala Dunia 2018 ini. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, dan juga lupa menanti kehadiran Piala Dunia 2018 ini yang akan berlangsung di Rusia Pada tanggal 14 Juni hingga 15 Juli 2018, Salam Olahraga.
Loading...

3 Responses to "Menanti Kehadiran Piala Dunia 2018"

  1. Euforia Piala Dunia siaaap lagi dimulai ...
    Seru banget lihat tehnik kesebelasan ternama dunia giring bola bulat !.

    Profesional mainnya mereka 👍

    BalasHapus
  2. Sebentar lagi bakalan banyak yang begadang dan nobar dimana-mana. Seru.

    BalasHapus

Tips Mudik Aman, Perjalanan Pun Nyaman Ala Himawanputra.com

#MudikAmandanNyaman - Bulan Suci Ramadan 2018 telah berkumandang di seluruh dunia untuk memberi kabar kepada seluruh umat muslim yang ber...