Kisah Keris Siginjai dan Terbentuknya Negeri Jambi

Setiap daerah yang ada di Indonesia ini tentunya memiliki karismatik tersendiri, Mulai dari bahasa, budaya, wisata dan juga kisah-kisah yang menjadi tarik untuk disampaikan kepada generasi penerus bangsa agar mereka mengenal Jika Indonesia itu luas dan kaya akan adat-istiadat yang melengenda. Seperti itulah apa yang ingin penulis sampaikan pada tulisan kali ini, yaitu tentang kisah keris Si ginjai yang dimiliki oleh kerajaan Melayu Jambi dan hingga sampai saat ini masih tersimpan dan terjaga dengan baik di Museum kesultan Jambi. 

Untuk mengenang dan juga mempertahankan budaya yang ada, Maka dibuatlah tugu yang berada di depan kantor Gubernur Jambi tentang kisah keris keberadaan keris siginaji ini di jambi. Bagi anda yang akan melintasi Kantor Gubernur jambi, Maka jangan lewatkan untuk mampir ke Tugu Keris Si Ginjai ini yang berada di taman Jomblo Jambi persisi ditengah Jalan.

Mengenai sejarah Keris Si Ginjai ini tentunya tak banyak orang yang mengetahuinya Jika pusaka Jambi ini merupakan pusaka yang diambil dari kerajaan Matarama kala ini. Kisah keris ini sendiri tentunya berhubungan dengan orang yang pertama kali memiliki Keris ini. Orang tersebut bernama Rangkayo Hitam Yaitu seorang Raja Jambi Keturunan Datuk Paduka Berhala dan Ratu Selaras Pinang Masak yang mendirikan Kerajaan Melayu Jambi pada kala itu. 

Mengenai jati diri Rangkayo Hitam ini, menurut sejarah yang ada di Jambi Jika dia adalah seorang Raja Melayu Jambi yang sangat pemberani dan sakt. Pada saat pemerintahan kerajaan dibawah kepemimpinan kakaknya Rangkayo Pingai, Rangkayo Hitam pernah mencegat upeti yang dikirimkan kakaknya kepada kerajaan Mataram yang waktu itu Kerajaan Melayu Jambi merupakan daerah jajahan kerajaan Mataram. 

Karena penduduk Jambi selalu tertindas dengan perintah untuk selalu memberi Upeti ke Kerajaan mataram, Maka Rangkayo Hitam selalu bersisih keras untuk tidak memberikannya karena pada saat itu Kerajaan Melayu Jambi merupakan Kerajaan yang berdaulat dan tidak tunduk kepada Kerajaan manapun. 

Tentunya kerajaan Mataram geram dengan penolakan yang dilakukan oleh Kerajaan Melayu Jambi yang tidak mau mengirimkan upeti ke Kerajaan Mataram dan mendengar jika Rangkayo Hitam lah yang menggagalkan hal tersebut. Dengan tanpa perhitunganm, Raja Mataram merencanakan akan melakukan penyerangan ke kerajaan Melayu yang disebut serangan Pamalayu pada saat itu dan segera memerintahkan seorang empu (seorang yang ahli dalam pembuatan keris sakti) untuk membuat sebuah keris sakti yang akan digunakan untuk membunuh Rangkayo Hitam tersebut. 

Mencium akan adanya penyerangan dari Kerajaan Mataram dan pembunuhan terencana terhadap dirinya, maka Rangkayo Hitam berangkat menuju Kerajaan Mataram untuk menggagalkan rencana tersebut. Sampai di Mataram, Rangkayo Hitam langsung mencari dan bertemu dengan seorang empu yang sedang membuat keris tersebut. 

Setelah bertemu dengan orang yang akan membuat keris untuk membunuh dirinya tersebut, Rangkayo Hitam bertanya kepada empu untuk siapa keris tersebut, empu itupun menjelaskan bahwa keris tersebut untuk Raja Mataram yang katanya akan digunakan untuk membunuh seorang sakti di Kerajaan Melayu Jambi yang bernama Rangkayo Hitam. 

Lalu Rangkayo hitam bertanya kembali tentang asal usul dari pembuatan Keris tersebut, Maka si empu tersebut menjelaskan bahwa keris tersebut dibuat dari tujuh macam besi, dan jika telah selesai pembuatannya akan di sempurnakan dengan cara dimandikan di tujuh muara yang berbeda dan tempat yang berbeda pula. 

Dengan hati yang cemas dan juga tak mau ambil resiko jika keris itu selesai nantikan akan membaut dirinya merasa terancam, Maka Rangkayo Hitam pun saat itu merebut keris tersebut dari tangan sang empu, dan mengatakan bahwa dialah Rangkayo Hitam. Empu merasa kaget dan dengan pertarungan yang mengadalkan kesaktiannya masing-masing, namun akhirnya si empu pun tewas di tangan Rangkayo Hitam. 

Setelah empu itu tewas di tangannya maka Rangkayo Hitam mendapatkan keris tersebut dan membawanya Pulang dan kembali ke Kerajaan Melayu untuk menyiapkan segala sesuatu jika nanti kerajaan Mataram jadi menyerang dan juga ia juga menyempurnakan keris tersebut di tujuh muara seperti apa yang dikatakan oleh empu pembuatan keris tersebut sehingga keris tersebut menjadi senjata yang sakti bagi Rangkayo Hitam. 

Setelah penyerangan terjadi dari kerajaan Mataram dan terjadi pertempuran hebat, dan pada akhirnya kesaktian yang dimiliki oleh Rangkayo hitam tak mampu dihentikan oleh kerajaan Matarama yang pada terjadilah perundingan dan kesepakatan antara kedua kerajaan tersebut diantaranya diakui Kesultanan Jambi sebagai negeri berdaulat namun Rangkayo Hitam diharuskan untuk membantu raja Jawa untuk meluaskan kekuasannya. 

Mengenai nama Keris yang ia gunakan tersebut yaitu keris Si Ginjai, Rangkayo Hitam sering meletakkan keris tersebut di sanggul rambutnya sehingga orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan Ginjai yang berarti tusuk konde, Untuk itulah kenapa keris tersebut diberi nama Keris Siginjai. 

Hasil kesepakatan politik antara Jambi dan penguasa tanah Jawa lainnya adalah menjadikan dua kerajaan tersebut bersekutu. Maka dalam penaklukan wilayahnya, raja di tanah Jawa yang berkuasa saat itu meminta bantuan Rangkayo Hitam. 

Beberapa wilayah taklukan diantaranya Negeri Kendal, Brebes, Pemalang, Panggungan, Kendal, Jepara, dan Patah. Pasukan tersebut dipimpin lansung oleh Rangkayo Hitam. Untuk memperkuat hubungannya dengan Jawa, Rangkayo Hitam dinikahkan dengan salah satu putri keturunan Demak bernama Ratu Mas Ratu Ayu. 

Konon tak lama setelah Rangkayo Hitam pulang ke Jambi, Rangkayo Pinggai kakaknya wafat sehingga kekuasaan diserahkan ke adiknya tersebut. Pengangkatan Rangkayo hitam sebagai raja diadakan setelah pertemuan akbar dengan petinggi kerajaan. Keris Siginjei dijadikan lambang kekuasaan. 

Setelah menjadi Raja Jambi, Rangkayo Hitam kembali melakukan penaklukan ke daerah-daerah di pesisir Sumatera. Kisah kehebatan Rangkayo Hitam lainnya yang juga menjadi legenda bagi warga Jambi adalah saat dia ingin mempersunting Putri Mayang Mengurai. Nama putri ini kemudian dijadikan nama taman di Kota Jambi. Kisahnya dimulai ketika Rangkayo Hitam melakukan perjalanan. Tanpa sengaja ketika beristirahat, dia melihat rambut terurai indah yang menimbulkan rasa penasaran Rangkayo Hitam. 

Penasaran itu berubah menjadi keinginan untuk mempersunting si pemilik rambut. Rangkayo Hitam pun mencari informasi siapa pemilik rambut tersebut. Akhirnya diketahui bahwa orang yang dicari adalah Putri Mayang Mengurai, anak seorang pendekar sekaligus Raja Air Hitam bernama Datuk Tumenggung Merah Mato. 

Rangkayo Hitam memberanikan diri mengutarakan niat baiknya mempersunting anak tumenggung tersebut. Niat baik Rangkayo Hitam tidak diiyakan begitu saja oleh Tumenggung Merah Mato. Tumenggung mengajukan syarat untuk menguji kehebatan calon menantunya tersebut. 

Datuk Tumenggung meminta Rangkayo Hitam mengalahkan pengawal pribadinya. Namun Rangkayo Hitam mampu mengalahkan pengawal tersebut. Tidak cukup disitu saja, Putri Mayang Mengurai pun mengajukan syarat pula. 

Konon Rangkayo Hitam harus ke Jawa untuk memenuhi syarat yang diinginkan calon istrinya tersebut. Setelah semua syarat terpenuhi, maka Rangkayo Hitam menikahi Putri Mayang Mengurai Untuk memulai bahtera kehidupan yang baru, kedua pasangan suami istri tersebut dihadiahi perahu Kajang Lako dan sepasang Angsa. 

Perahu itu digunakan untuk menyusuri Sungai Batanghari hingga ke hilir dengan maksud mencari wilayah yang tepat untuk dijadikan pusat kerajaan. Setelah kedua angsa tersebut dilepas, Maka bertemu satu titik yang saat ini menjadi Kota Jambi tepatnya di Jembatan Gentala Arasy Jambi dekat Pasar Angso Duo. Nama Angso Duo sendiri diambil dari Angsa yang dilepas oleh Rangkayo dan istrinya Purtri Mayang Mengurai. 

Itulah beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang sejarah terbentuk negeri Jambi dan kisah perjalanan seorang raja yang pernah memimpin negeri Jambi dan juga senjata Pusaka yang ia gunakan dan sampai saat ini keris tersebut masih tersimpan dan terjaga dengan baik. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.
Loading...

2 Responses to "Kisah Keris Siginjai dan Terbentuknya Negeri Jambi"

  1. Kalau kerisnya dipakai sebagai tusuk konde berarti rambut Rangkayo hitam panjang ya..
    Baru baca sejarah Jambi di artikel ini. Kalau rejeki bisa pergi ke Jambi jadi tahu ceritanya. Terima kasih sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, menurut cerita dari orang tua di kampung rambutnya sebatas pinggul

      Hapus

Tips Mudik Aman, Perjalanan Pun Nyaman Ala Himawanputra.com

#MudikAmandanNyaman - Bulan Suci Ramadan 2018 telah berkumandang di seluruh dunia untuk memberi kabar kepada seluruh umat muslim yang ber...