Aku Tak Memiliki Pertanyaan Atas Keputusanmu Meninggalkan Aku - Maschun.com

Breaking

Selasa, 20 Februari 2018

Aku Tak Memiliki Pertanyaan Atas Keputusanmu Meninggalkan Aku

BACA JUGA ARTIKEL BERIKUT INI :
loading...

Bertemu hingga kita saling mengenal dengan indah membuat kita nyaman menjalani hari dengan untaian senyum bahagia tanpa resah. Aku bahagia, bahkan sangat karena memilikimu bukanlah waktu yang mudah untuk aku taklukan. Namun aku selalu berusaha menyakinkan hati jika suatu hari kelak aku bisa mendapatkanmu, paling bisa sangat dekat denganmu, memandangmu tak lagi dari kejauhan, namun sangat dekat bahkan aku bisa membuatmu tertawa bersamaku. 
Aku Tak Memiliki Pertanyaan Atas Keputusanmu Meninggalkan Aku, Justru Aku Hanya Ingin Meminta Ma’af Telah Membuatmu Menyerah Menungguku Kembali

Aku tak pernah berpikir jika pertemua dan hubungan itu begitu cepat berakhir, aku pun merasa tak ada yang salah dengan apa yang aku lakukan kepadaku. Saat itu, aku hanya bilang kepadamu jika aku ingin pergi untuk menggapai cita-citaku di kota Jakarta, setelah semuanya usai, aku pasti akan kembali, kembali kepada kamu yang setia menungguku dalam janji itu. 

Namun pada kenyataan yang ada itu tak sejalan dengan apa yang aku harapkan, sebentar saja aku berada dikota Jakarta ini, kau telah bilang kepadaku jika kau tak sanggup menanggung semua jauh dariku. Kau menyudahi semua tanpa alasan yang kuat, padahal perlu kau tau saat ini, aku sangat bahagia bisa memilikimu, aku sangat rindu, bahkan sedetik saja aku tak mengingatmu, rasanya aku ingin mati saja. 

Tapi itu telah menjadi keputusanmu, keputusan yang aku dapatkan dari untaian kalimat yang kau kirimkan lewat pesan singkat, tanpa bicara, tanpa nada, yang ada hanya tulisan semu yang meningglkan Tanya dalam rindu. 

Aku sadar, tak mudah bagimu menjalankan hubungan jarak jauh, aku yang terlalu memaksa dirimu untuk melakukannya. Jika saja aku mampu mengalihkan takdir hidupku untuk tidak memilih pergi meninggalkanmu karena cita-citaku, maka akan aku katakan kepada dunia, jika aku akan terus ada di samping, dalam waktumu bahkan saat malammu. 

Taukah engkau, disini aku sangat menderita, menderita harus menanggung rindu siang bahkan malam. Taukah engkau, aku sangat ingin pulang, jika saja aku ini punya sayap, maka setiap detik rasanya ingin terbang untuk menemuimu. 

Tapi itu aku tak bisa lakukan, aku memilih jalan seperti ini bukan karena aku tega dan tak peduli denganmu. Aku pergi ke Kota Jakarta ini untuk bisa meraih sesuatu yang baik untuk masa depan kita kelak. Namun itu tak bsai membuat mengerti dan paham akan arti segala ucapku kepadamu. 

Hingga pesan singkat darimu ku terima, aku berusaha bertanya kepadamu dalam balasannya yang penuh cemas, namun pesanku tak au balas. Aku menunggu balasan itu, bahkan hingga saat ini atas keputusanmu menyudahi cerita di antara kita. 

Aku hanya ingin mendengar alasanmu saja, walaupun pada akhirnya kata pesan itu juga yang kau sampaikan kepadaku, namun paling tidak aku bisa mendengar suaramu untuk yang terakhir kalinya agar aku mampu tenang dalam luka yang teramat dalam. 

Rasanya aku tak ingin kembali lagi ke kampung, jika harus bertemu denganmu. Bukan karena aku membencimu, bukan pula aku marah kepadamu, hanya saja aku tak kuat mampu mema’afkan diriku sendiri yang tak bisa membuatmu mampu bertahan. 

Keputusanmu adalah milikmu dan itu adalah hak yang tak mampu aku pertanyaankan di kemudian hari nanti. Aku berharap kau mema’afkan aku yang tak mampu membuatmu bertahan dalam gempuran rindu ketika saling berjauhan, ma’afkan. 

Merajut cerita cinta denganmu, Rasanya seperti mimpi di musim saja, berlalu tanpa harus aku memintanya pergi. Aku bahagia bisa bertemu denganmu dalam mimpi itu. Hingga suatu hari nanti, aku tak akan pernah bertanya kepada waktu kenapa terlalu indah untuk aku lupakan, karena sejatinya aku hanya ingin seperti ini, seperti mengenalimu sebagai orang yang pernah aku temui di dunia ini tanpa pamrih atau pun rasa sakit. 

Dariku, Mungkin sulit untuk mengubah manusiawiku untuk tidak sakit hati, aku manusia yang masih terlalu rentan dengan kecewa, namun aku selalu berusaha untuk mengumbar keresahan itu kepada kebahagian orang lain. Mungkin kau benar, keputusanmu adalah jalan terbaik untuk masa depanku dan juga masa depanmu. 

Hari ini, dan seterusnya aku akan terus mengenalmu seperti pertama kali aku melihatmu. Tak ada yang perlu di risaukan jika aku akan membuat keputusan membencimu jika kita di pertemukan kembali di kemudian hari nanti. Perlu kau camkan itu, tidak akan aku biarkan hati ini seperti itu. Tapi aku harap kau harus mengerti, mungkin waktu tak akan lagi sama, sama seperti dulu ketika kita saling mengenal dalam cerita cinta. 

Jika suatu saat nanti kau ingin kembali, ma’afkan aku, karena rasa kecewaku telah menutupi bahagia yang pernah aku dapatkan darimu. Hari ini, mungkin do’aku akan terhenti untuk memintamu dan memujimu di hadapan-NYA, namun percayalah, Jika kita saling memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dalam urusan agama, jadi cukup saja do’a itu aku alunkan dalam kalimat selamat dunia dan akhirat untukmu. 

Aku disini tak perlu kau takutkan akan berdampkan buruk terhadap situasiku saat ini, aku telah terbiasa menghadapi persoalan hidup seperti ini. Aku hanya meminta, agar kau bisa mema’afkan aku, atas kesalahan yang telah membuatmu menyerah dalam menantiku kembali. 

Dariku, semoga kau menemukan seseorang yang memang ingin kau dapatkan. Bertemu dan bercerita cinta denganmu bukanlah perkara yang salah, hanya saja takdir tak berpihak kepada kita sehingga kita hanya dipertemukan sesaat lalu pergi menghilang. 

Teramat aku memohon kepada waktu, agar kau selalu bahagia bersama siapapun kau berada kini dan kelak. Keputusanmu adalah jalan terbaik bagimu dan aku sangat paham jika kau telah memikirkan itu dengan sangat baik dan aku tak perlu bertanya lagi kenapa kau melakukan itu semua kepadaku. 

Senang bisa bertemu denganmu dalam tulisan ini, walaupun aku tak bisa lagiberkomunikasi lagi setelah keputusanmu itu, namun paling tidak aku pernah melakukan sesuatu yang terbaik untukmu, untuk meminta ma’af lewat sebauh karya tulisanku ini. Aku harap akan abadi jika nanti aku tak mampu lagi membacanya dan biar menjadi cerita jika di dunia ini pernah ada seseorang yang melakukan sesuatu yang terbaik untuk seseorang yang luar biasa, kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar