Semboyan Cinta Rupiah Itu Absolut Bukan Sekedar Nyanyian Galau

Jika melihat dan membaca bahkan menghafal atas pengertian uang rupiah sangatlah mudah. Dimana uang Rupiah memiliki makna sebagai alat tukar yang sah, standar utang dan garansi penanggung utang, yang berlaku dan digunakan secara umum dari sabang hingga marauke tanpa terkecuali di seluruh wilayah Republik Indonesia ini.
Tentunya dengan pengertian singkat diatas, sangatlah praktisnya untuk kita memaknainya, mendidik dan menggunakan rupiah dalam kehidupan sosial sehari-hari. Baik itu dalam lingkunhan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun ruang lingkup berbangsa dan bernegara.

Namun pengertian yang mendalam bukan terletak dalam memaknainya saja, menghafalnya tanpa faham apa filosofi dan nilai yang terkandung didalamnya dapat diserap dengan rasa cinta untuk menjaga, menjunjung tinggi sehingga terbentuk sebuah jiwa yang absolut untuk merasa jika Rupiah bukan sekedar semboyan nyanyian galau dan terletak di dalam pajangan sejarah saja, melainkan alat pemersatu bangsa yang harus terus ada dalam jiwa sebagaimana tertanam dalam batang tubuh Pancasila.

Bahkan ada yang tak mengetahui sama sekali sejarah akan hadirnya Rupiah dalam negeri ini, Padahal setiap hari mereka memegangnya dan menggunakannya untuk bertransaksi. Nah, untuk memahami lebih dalam dan agar lebih mencintai Rupiah, Lebih baik simak terlebih dahulu sejarah awalnya Rupiah menjadi mata uang yang sah diginakan di Indonesia ini. Berikut sejarah asal muasal mengapa disebut rupiah sebagai alat transaksi yang sah di ranah pertiwi ini.

Menelusuri terbentuknya mata uang Rupiah dalam negeri ini tak lepas dari perjalanan panjang yang melibatkan proses yang panjang dalam pembentukannya menjadi pembayaran yang sah. Perlu anda ketahui bersama agar semakin cinta Rupiah jika nama Rupiah sendiri sebenarnya diambil dari bahasa Mongolia, yaitu rupia. Rupiah dalam bahasa Mongolia berarti perak. Kita tau bahwa sejarah uang zaman dulu menggunakan bahan emas dan perak.

Jadi ada kesamaan arti dengan mata uang mata uang India yang disebut rupee artinya perak namun berbeda bahasa dan penulisan. Jadi, mata uang Indonesia maupun India sama-sama mengambil dari bahasa Mongolia.

Perlu anda ketahui lebih mendalam lagi tentang sejarah hadirnya mata Rupiah di Indonesia jika pada awal Kemerdekaan sebenarnya belum menggunakan mata uang resmi rupiah. Mata uang Indonesia pada waktu itu masih memakai ORI alias Oeang Repoeblik Indonesia dari tahun 1945 sampai 1949 dan mata uang Rupiah baru diresmikan pemerintah sejak 30 Oktober 1946 untuk transaksi yang sah digunakan diseluruh tanah air.

Mata uang ORI pertama kali dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain sangat sederhana. Akan tetapi sudah memiliki pengaman serat halus. Pada masanya, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai sangat rendah bila dibandingkan dengan uang keluaran De Javasche Bank pada masa penjajahan belanda. Percetakan ORI saat itu berada di kota Yogyakarta. Namun, Peredarannya hanya bertahan empat tahun, dan dicetak sebanyak lima kali karena setelah itu mata uang Indonesia menjadi mata uang bernama Rupiah.

Setelah ORI tidak berlaku lagi karena Indonesia telah merdeka selama 4 tahun, maka Rupiah diresmikan sebagai mata uang Indonesia pada tanggal 02 November 1949 setelah sebelumnya pada 8 April 1947, dan diresmikan oleh gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera.

Perlu anda ketahui juga, Meskipun pada saat itu Rupiah sudah diresmikan secara nasional, tetapi Kepulauan Riau dan Irian Barat mempunyai variasi rupiah sendiri. Baru pada tahun 1964, penggunaannya dihapuskan di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Sejak saat itu, diseluruh tanah air Indonesia menggunakan rupiah sebagai alat tukar yang sah. Semenjak itu pula, Mata uang rupiah terus bermetamorfosis dari tahun ke tahun mengikuti peradaban waktu agar bisa berfungsi dan bernilai modern untuk bisa menjadi daya pikat tersendiri untuk dicintai dan dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sampailah pada era saat ini, dimana Rupiah telah memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai hal dan salah satunya yang menonjol adalah pembangunsn negeri yang terus berkembang bersama Rupiah pastinya. 

Namun sangat ironi pastinya, Jika hal ini terlalu dangkal dipahami oleh rakyat zaman now bahkan tidak tau sama sekali arti dibalik kalimat "Cinta Rupiah" ini. Mereka hanya mengatakan aku cinta Rupiah, namun dibalik perkataan itu mereka hanya tau jika Rupiah tak lebih dari selembar kertas saja tanpa memahami secara mendalam jika Rupiah bukan sekedar semboyan belaka atau sekedat nyanyian galau saja, dipuji jika lagi banyak uang lalu dicaci maki jika Rupiah tak ada ditangan bahkan jika nilai Ruliah Anjlok.

Tentunya itu bukan cinta Rupiah yang sebenarnya namun hanya menikmati nilai tanpa ada kebanggaan tertanamam dalam jiwa. Cinta Rupiah harus absolut dalam hati sebagaimana kita cinta kepada tanah air Indonesia, karena cinta Rupiah salah satu instrumen penting dalam membentuk rasa bangga jika kita Indonesia bukan sekedar rakyat.

Dengan tertanam rasa cinta yang absolut dalam setiap jiwa rakyat Indonesia akan terbentuk diri yang bangga akan Rupiah dan jauh dari pemalsuan Rupiah yang kerap mengundang tanya dalam hati dan kini merajalelah dilakukan oleh rakyat Indonesia, benarkah mereka cinta Rupiah?, atau sekedarnya saja bahkan tak ada sama sekali sehingga mereka rela menukar Rupiah dengan identitas cinta yang palsu terhadap negeri yang mereka diami.

Jadi, sudah Rupiah sejatikah anda atau hanya semboyan kosong agar anda terlihat Indonesia banget?.

0 Response to "Semboyan Cinta Rupiah Itu Absolut Bukan Sekedar Nyanyian Galau"

Posting Komentar