Di Gentala Arasy Ini, Aku Pernah Menantimu Hadir Kembali Dalam Hidupku

Saat kehadiranmu tak lagi ada di dalam hidupku, Aku seakan tak mampu lagi menatap matahari ketika siang menjelang. Aku lebih memilih berkelana sunyi ketika sendunya malam datang memberi.
Lihat saja beberapa momentku, aku lebih menyukai senja hingga malam bertabur bintang. Sendiri aku sering menatap satu sosok hadirmu kembali dalam hidupku dengan ditemani segelas kopi dan makanan ringan. 

Tak bisa aku tutupi saat-saat dimana keberadaanmu dan ketika kehilanganmu menjadi pertanda runtuhnya akal sehatku untuk kembali bersinar, itulah alasannya kenapa aku tak menyukai terik mentari.
Aku merasa separuh jiwaku hilang, ragaku lemah untuk menelusuri jalan hidupku. Aku pernah berpikir untuk kembali lebih cepat dari keputusan yang diretapkan oleh Tuhanku, namun Imanku menolak marah berdengung dalam hati agar aku tak melakukan sesuatu yang bukan tugasku.

Tempat ini, tempat yang selalu menjadi alasan kenapa aku sering berada disini. Bukan karena tempat ini adalah moment yang pernah ada ketika kau masih bersamaku, bukan. Melainkan tempat yang ingin aku tunjukan kepadamu ketika aku meminangmu pada hari yang telah kita janjikan.
Namun semua menghilang, menghilang ditelan amarah dendam yang tak kunjung pergi dariku ketika dulu kau pernah membuatku menunggu, lalu kembali dan aku rasanya ingin kau tau merasakan betapa sakitnya menunggu.

Karena keegoisanku itu, kau pergi lagi dengan rasa sedih yang teramat dan aku menyesal telah membiarkan dirimu untuk pergi lagi dan itu tak pernah kembali lagi karena kau telah dimiliki oleh orang lain.

Tinggalaj semu yang selalu merasuki diriku kini. Namun cerita itu tak mampu aku hilangkan dalam hidupku. Perjalananku mencintaimu bukan waktu yang singkat, kau tau sejak Masa sekolah SMA dimana aku telah mencintaimu tanpa syarat apapun.

Kau tau, betapa sulitnya memilikimu bahkan lembaran tinta tulisan tentangmu dapat membuktikan jika aku pernah berjuang atas nama cinta yang tulus. Namun kini itu hanya tinggal berkas yang selalu aku baca disaat aku merindukanmu, disaat aku ingin bertemu denganmu.

Ketika itu semua tak mampu menepis gejolak rasa dalam hati ingin melihatmu, aku datangi tempat ini ketika senja hingga malam menjelang dan rasa semua terbayarkan ketika aku berada disini wakaupun aku sadar itu hanya sesaat sebelum aku kembali pulang.

Seadainya selalu menjadi tanda jika ada penyesalan didalamnya. Namun jika aku boleh jujur jika aku memang merasa demikian bahkan hingga saat ini. 

Tapi semua akan percuma rasanya jika aku terus terpuruk seperti ini. Menantimu kembali hadir itu hanya omong kosong dan itu terbukti jika kau tak pernah peduli seberapa hebat aku menanggung derita setelah kau pergi.

Apapun alasanmu disana, aku masihlah aku yang dulu, seseorang yang pernah menginginkanmu hadir disetiap duka dan bahagia yang kita rasakan bersama.

Disini, Di Gentala Arasy yang pernah aku janjikan ingin aku ajak kau kesini, maafkan aku jika itu tak kesampaian. Jikapun kau nanti datang kemari sudah pasti bukan bersamaku namun percayalah aku selalu menganggapmu pernah kesini karena saat pertama kali kau menginjak kaki disini nanti, aku pastikan merasa kau pernah datang kemari.

Jikapun sampai nanti kau tak pernah kesini, aku pastikan semua akan menjadi terbaik dalam hidupku jika aku pernah berusaha agar kau hadir dalam hidupku.

0 Response to "Di Gentala Arasy Ini, Aku Pernah Menantimu Hadir Kembali Dalam Hidupku"

Posting Komentar