Terkadang Kita Lupa Untuk Mengingatkan Diri Sendiri

Maschun.com - Memberikan peringatan, arahan, nasehat dan semangat kepada orang lain tentunya perbuatan yang baik. Apalagi pada saat orang yang kita beri asupan kebaikan tersebut memang dalam keadaan terpuruk dan dalam memghadapi masalah dalam hidupnya, tentu sangat bermanfaat agar orang tersebut tidak terombang-ambing dalam masa transisi keadaan tersebut dalam kehancuran
Dengan nasehat dan masukan yang kita berikan, mereka bisa bertahan dalam waktu yang kadang begitu menyesakan dada. Dari sedih menjadi senyum, dari air mata menjadi tawa, dari malas menjadi rajin dan dari susah bisa membuat mereka semangat menjalani hari dan menemukan kesuksesan dan kebahagian yang mereka impikan.

Tak ada yang salah dengan segala nasehat dan semangat yang kau berikan kepada mereka karena hal itu adalah baik. Namun sebelum itu terjadi dan menjadi seseorang yang baik kepada orang lain, maka kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri, apakah aku sudah melakukan yang terbaik untuk diri sendiri?.

Untuk menjawab itu semua tentunya kita perlu menyadari diri masing-masing. Hal yang pertama yang sering terjadi adalah ketika kita menyuruh orang untuk berbuat baik sementara diri kita masih diam dalam perbuatan tercela, tentunya tidak singkron pastinya dan hal ini sering terjadi di tengah masyarakat dimana dia bersisih keras agar orang lain menjauhkan perbuatan buruk sementara dia lupa memberitahu pada dirinya jika dia masih berada didalamnya.

Hal yang sering kita nasehati kepada orang laim adalah melarang orang lain untuk tidak memakan barang haram, sementara dia sendiri sering menyantapnya dengan lezat. Menyuruh orang menjauhkan narkoba, padahal dia sendiri pengedarnya dan menyeru agar tidak korupsi padahal dia adalah biangnya.

Masih banyak hal yang sering kita lupa dengan diri sendiri, kita lupa memberi nasehat kepada diri sendiri, kita lupa mencegah diri sendiri dan kita lupa dengan apa yang kita beri kepada orang lain. Kenapa kita seperti itu, merasa paling bahagia, padahal batinmu merintih, merasa paling bersih, padahal dinding hatimu dipenuhi akar-akar kebencian dan kemunafikan.

Seharusnya kita memberi motivasi kepada diri dahulu, apakah sudah sepandan dengan keadaan diri kita, apakah kita tidak terbenam dalam keadaan tersebut, apakah kita tidak sama sekali berbuat itu, barulah kita memberi dampak tersebut kepada orang lain. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

0 Response to "Terkadang Kita Lupa Untuk Mengingatkan Diri Sendiri"

Posting Komentar