Tentangmu, Waktu Pernah Aku Lalui Dengan Senyum Bahkan Air Mata

Bukan aku tak mampu berkata dalam ungkap tentang rasa yang kian terasa dalam hati kepada cinta yang bertahta manja dalam rindu atas namamu. Bukan pula aku tak ingin mewujudkan permintaan waktu menghadirkan dirimu nyata dalam waktukku dan bukan pula aku tak kehampaan ini berbuah tawa dan bahagia bersamamu, namun semakin aku mencoba untuk bertahan dalam harap hati kepada cinta yang aku miliki, semakin aku menderita harus menanggung gugutan diri untuk melepasmu saja.
www.pexels.com
Aku tak ingin semua menjadi kaku dan semua menjadi beku ketika semua yang aku rasa, aku ungkapkan kepadamu. Aku hanya tak ingini rindu yang aku rasa harus dibalas dengan keinginan jiwa yang membunuh cerita di dalamnya. Dirimu bukan saja indah ketika sepi melanda malam tanpa bintang. Hadirmu bukan saja semangat bagiku, namun bagian terbaik yang pernah aku rasakan dalam semangatku untuk menjalani waktu.

Seakan aku tak butuh keindahan lain ketika senyummu menyirami lelahku setiap hari. Seakan aku tak butuh tempat lagi jika melihat hadirmu ada dalam waktuku. Aku tahu keadaan hati yang aku rasa tentangmu tak pernah kau tahu dan tak pernah aku berusaha untuk bertanya kepadaku. Namun apapun itu, dirimu tetaplah bahagia yang aku rasa hingga aku merasa jika aku harus pergi saja dari tempat ini agar aku dapat bernafas lega dari dekapan rindu yang semakin menggila ini.

Jika saja aku bisa menebak hidup yang aku miliki ini, maka aku tak akan mengambil resiko menunggumu saja hadir sampai kapanpun ada untukku. Namun itu rasanya tak mungkin aku lakukan jika harus menunggumu hingga ujung waktukku ada di atas bumi ini.

Cinta dan rinduku saat ini memang selalu berkata atas namamu, namun apakah aku harus menanggung ini semua jika pada kenyataan yang ada, hadirmu hanya kehampaan yang tak pernah ada. Jika kau mengerti betapa aku begitu sulit bernafas lega dalam hariku hanya untuk memikirkanmu dan harus menanggung semu rasa cemburu, rasa marah dan rasa kesal terhadap waktu membiarkanmu mendustakan perasaanku terhadapmu.

Apakah itu semua yang harus aku tanggung, Apakah semua itu yang harus aku dapatkan darimu, sementara dirimu hanya bisa tersenyum manja dalam hariku tanpa kau mengetahui sejenak saja tentang ku yang hampir mati  mencintaimu dalam hati.

Kenapa aku hanya bisa seperti ini, hanya bisa mencintaimu dalam hati. Kenapa aku seperti ini, seperti tak ada nyali ketika hdirmu ada dihdapanku untuk berkata jika aku menyukaimu. Kenapa hati ini saja yang merasa sementara dirimu tak pernah ada untuk menghapus lara dalam hati.

Hingga air mata rindu menetes, tetap saja kau tak mengerti, tak memahami tentang semua yang aku lakukan untuk mendapatkan tempat dalam hatimu. Apakah harus aku berteriak kepada dunia tentang segala  gundah rasa mencintaimu, atau aku biarkan saja mengalir begitu saja dalam waktu hingga menuai kesedihan dalam hariku mengharapkanmu ada untuk menghapusnya.

0 Response to "Tentangmu, Waktu Pernah Aku Lalui Dengan Senyum Bahkan Air Mata"

Posting Komentar