Kepadamu Rindu, Kenapa Hanya Aku Yang Kau Dera?

Jika tingkah lakuku terlihat sombong dan cuek ketika kau melihatku dalam harimu, maafkan aku, itu bukan inginku, itu bukan pintaku. Jika Sapaku terdengar kasar ditelingamu, ma’afkan aku, itu bukan diriku, itu bukan aku yang sebenarnya. Jika hatimu terluka karena sikapku yang tak ingin memperdulikanmu, maafkan aku, bukan tak ingin aku bertanya tentang apa yang terjadi dalam hari ini dalam hidupmu, apa yang sedang kau rasa hari ini dan apa yang bisa aku bantu dalam pekerjaanmu bahkan mendekatimu saja aku tak sanggup menanggung rindu ini ketika matamu menatapku pasti.

Apakah aku bisa melakukan ini semua?, menjalani ini semua?, aku tak bisa, aku tak sanggup jika kau tahu. Aku menderita, aku terluka bahkan tidak mengingatmu sehari saja bahkan sedetik saja aku tak bisa. Aku sudah mencoba untuk membenci bahkan melenyapkan segala tentang dirimu, namun semakin aku mencoba melakukan itu semua, aku semakin menderita harus menanggung cinta dan rindu ini sendirian.

www.pexels.com

Harus dengan kata apa lagi harus aku ungkap, harus dengan tindakan apa lagi harus aku lakukan untuk sekendar melepas rindu dan cinta ini kepadamu. Kenapa aku seperti ini, kenapa hati ini hanya mengenalmu saja, memilihmu saja, padahal aku telah mencoba untuk mencari tempat cinta dan rindu yang lain, namun entah kenapa kau selalu hadir merasuki disetiap kata dan waktu yang aku jalani.

Kau kenapa, kenapa kau diam saja. Lihat aku, aku yang terbujur kaku dalam hantaman rindu dan cinta yang semakin hari semakin membuatku tak berdaya jauh darimu. Kenapa kau selalu ada disekitarku, kau kenapa selalumemberiku senyum, padahal kau tak pernah memberiku celah untuk sekedar bernafas lega dalam hatimu.

Kau kenapa, kenapa kau tak mengerti apa yang sedang terjadi dalam hatiku. Kau tak pernah mengetahui apa yang aku lakukan ini untukmu mengerti betapa aku begitu ingin ada disetiap helaan nafasmu. Paling tidak ada disetiap bahagia dan duka yang kau rasakan. Tapi kau selalu membuatku menderita, menderita kepada hati yang tak pernah memberiku kepastian kapan aku bisa berkata dengan pasti jika aku sangat mencintaimu.

Beri aku aba-aba agar aku sedikit mengerti tentang semua yang disajikan cinta dan rindu ini atas dirimu. Beri aku isyarat tentang apa yang menimpa hatiku agar aku perlahan dapat merasakan balasmu jika dihatimu memang tak akan pernah ada tempat untuk berlabuh. Atau bilang terus terang saja kepadaku tentang hatimu yang telah terisi penuh dengan seseorang yang telah kau ajak untuk bernostalgia dalam jalinan kasih dan sayang disetiap rindu dan cinta yang kau miliki agar aku dapat pergi dengan terpaksa, walau itu menyakitkan, tapi lebih baik dari sekedar berharap cinta yang tak pernah ada darimu.

Aku menderita, sangat menderita terkurung dalam rindu dan cinta bertepuk sebelah tangan. Kau kenapa tak berkata kasar saja kepadaku agar hati ini terluka lalu menjauh darimu. Kau kenapa tak berkata jujur kepadaku tentang hatimu yang tak pernah ada untukku agar aku dapat memahami jika rindu yang kau miliki tak ditakdirkan untukku.

Bilang saja terus terang kepadaku, jika kau telah ada yang punya. Atau bilang saja kepada semua orang jika aku terlalu berharap kepadamu, agar aku malu, agar aku merasa dibenci sehingga aku tak menanggung cinta dan rindu lagi kepadamu.

Seperti hari ini, melihatmu murung dan sedih  dan lelah dengan pekerjaanmu, Tahukan kau, aku ingin sekali bertanya kepadamu tentang semua yang kau rasakan. Seperti hari ini ketika kau melewati, aku ingin sekali menatap wajahmu dengan senyum agar rindu ini terobati yang telah lama mendekam dalam hatiku.

Seperti hari ini, Aku melihatmu berada dekat disampingku, sebenarnya aku ingin sekali menoleh memandang wajahmu yang tersimpan dalam hati ini agar rasa ini dapat lepas dari gunjingan waktu. Tapi aku tak bisa melakukan itu, aku tak bisa memberimu senyum lagi, aku tak bisa menatap wajahmu lagi, bukan tak ingin, namun semakin aku melakukan itu semua, semakin aku terluka harus menanggung hadirmu dalam semu

Bukan untuk waktu yang sebentar aku menanggung beban rindu dan cinta ini kepadamu bahkan sejak kau hadir dan mengenalmu, rindu dan cinta ini selalu bicara tentang harimu, tentang cantikmu, tentang semua yang aku dapatkan darimu dalam hariku ketika berada di dekatmu.

Hingga hari terakhirku disini, berada diruang dan waktu yang sama denganmu, aku masih saja berharap bisa melihat senyummu untuk yang terakir kalinya, untuk memandang wajahmu terakhir kalinya dan untuk sekedar bertanya untuk yang terakhir kalinya atau sekedar mengucapkan ma’af perpisahan rasanya aku tak sanggup.

Namun aku harus pergi, pergi tinggalkan segala rasa yang aku rasa kepadamu. Aku tak sanggup lagi harus menanggung semua beban rindu dan cinta semakin hari semakin tumbuh subur dalam hariku namun semakin aku membiarkannya ada semakin aku menderita nyatanya karena kau tak akan pernah ada menjadi bahagia dalam hidupku.

Sedihku tak mampu aku bendung hingga air mata ini menetes tak beraturan membahasi pipiku. Aku genggam hati ini erat-erat untuk melangkah pergi dari tempat ini, tempat dimana aku pernah bertemu dengan seseorang wanita yang sangat berarti bagi rindu dan cinta namun bukan untukku menerima bahagia.

Ku lepas semua resahku, rindu dan cinta ini kepadamu, kepada pemiliknya yang telah menitipkan rindu dan cinta ini dalam waktku disini. Perlu kau ketahui rasanya aku tak sanggup ketika jemariku menyambut jemarimu ketika kepergianku dari tempat itu. Rasanya waktu terhenti sejenak ketika kata-kata ma’af atas segala yang pernah terjadi dalam waktuku dekatmu. Rasanya bukan diriku yang berkata namun ragaku saja berdiri disana sementara jiwaku pergi kea lam kesedihan yang begitu dalam hingga darahku terasa tak mengalir.

Dalam hatiku hanya mampu berkata, jika semua harus aku jalani dan aku harus pergi, pergi bukan karena aku bisa lagi memperjuangkan cinta dan rindu yang tertanam dalam hati, bukan itu inginkanku. Seadainya kata jujur dapat kau dengar dan aku sampaikan, maka akan aku katakan kepadamu jika kepergianku untuk cinta dan rindu yang tak mampu lagi aku tahan dan aku bina dengan baik bahkan semakin membuatku dirimu menjadi orang yang beda dan aku tak ingin menjadikan itu semua menjadikan orang yang bukan diriku sebenarnya.

Aku tak ingin jika cinta dan rindu terlalu memikat untukku menjadi seseorang yang jahat sehingga membunuh jalan bahagia nanti. Kau harus percaya dan semoga suatu saat nanti kau mengerti dan memahami jika aku tak pernah berniat untuk menjauhi dirimu apalagi melupakanmu karena aku melakukan itu agar kau tak merasa terusik dengan keinginan rindu dan cinta yang aku miliki ini menganggu bahagiamu yang telah kau berikan untuk dia yang saat ini mengisi ruang rindu dihatimu.

Aku harap semua akan baik-baik saja dan semua berjalan sebagaimana mestinya. Setelah hari ini dan untuk waktu yang tak mampu aku tebak akan kembali. Dari hatiku yang paling dalam untuk cinta dan rindu yang pernah aku rasakan atas dirimu, ma’afkan aku jika perlahan aku harus melenyapkan, bukan karena aku membenci hadirmu dalam cinta dan rindu yang aku miliki, namun kau terlalu indah untuk hadir dalam hidupku ini.

Seiring kata ma’af yang tersaji dengan hati, do’aku pun tersirat untukmu bahagia dan terima kasih untuk cinta dan rindu yang pernah ada, hanya itu yang bisa aku berikan untukmu dan ketika tulisan ini tercipta, sejak hari itulah aku tak pernah ada lagi kau lihat ada dalam waktumu dan aku harap kau tak merasa kehilangan celoteh kasarku karena jika kau merasa seperti itu, maka kau telah berbuat jahat kepadaku mengingatku kembali pada luka yang pernah kau titipkan dalam cinta dan rindu yang tak pernah kau biarkan terungkap ketika aku ada dalam waktumu.

Artikel Terkait

Kepadamu Rindu, Kenapa Hanya Aku Yang Kau Dera?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email