Puisi : Ketiadaan Yang Memikat

Kenapa hanya kehampaan yang terasa,

padahal hadirmu begitu nyata dalam waktu.

Kenapa hanya rindu yang bergemuruh dalam hati,

 padahal senyummu begitu pekat dalam pikirku.

Kenapa hanya kepuraan yang dapat aku dengungkan dalam menatapmu,

 padahal hati meminta lisan untuk memuji.


Hingga,

Kehadiranmu hanya permainan waktu yang tak kunjung datang.

Hingga lelahku menuai jera,

akankah ketidapastian terus membelenggu angan menjadi hangatnya pelukmu datang menghampiri 

hati yang kian jera akan kata dusta.

atau hanya mimpi yang tak akan kembali dilain waktu.

Ku coba menata kembali puing-puing asa yang terkubur dalam kemunafikan hati tentang cinta,

namun luka terlalu perih untuk dirasa hingga membekas dalam waktu berlalu tanpa jeda dalam cerita.

Atau waktu memang engan berkata janji agar hati tak terluka kembali.

Artikel Terkait

Puisi : Ketiadaan Yang Memikat
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email