Strategi Pemerintah Dalam Mengurangi Tingkat Kemiskinan Indonesia

Negeri kita tercinta ini bukan saja kaya akan hasil alam, ada budaya dan bahasa saja namun disisi lain, Indonesai juga kaya akan penduduk yang menyebar dari sabang hingga marauke, tak heran jika Indonesia merupakan negera dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di Dunia. Berdasarkan Data statistik, pertumbuhan penduduk indonesia hingga tahun 2017 ini mencapai 85 juta jiwa, sehingga dengan presentasi kenaikan sebesar 4.40% per hatun dari tahun 1990 sampai 2000. Dengan jumlah tersebut tentunya pemerintah selalu berupaya untuk dapat menyimbangkan pertumbuhan tersebut dengan laju pertumbuhan ekonomi pula agar singkron dalam mengurangi angka kemiskinan di dalam negeri ini.


Salah satu strategi yang terapkan pemerintah adalah dengan memberikan bantuan langsung kepada mereka yang hidup dibawah kemiskinan seperti bantuan langsung. Bantuan tersebut untuk mengurangi angka kemiskinan di indonesia yang saat ini masih belum teratasi dengan baik. Jumlah kemiskinan di Negeri ini masih berada dalam angka yang cukup tinggi dimana menurut data statistik Indonesia mencatat Garis kemiskinan selama Maret 2016 hingga September 2016 meningkat rata-rata sekitar 2,15 persen. Untuk kategori pedesaan, garis kemiskinan berada pada level Rp 350.420. Adapun kategori perkotaan berada pada level Rp 372.114.


Pemerntah dalam hal ini terus berupaya untuk mencari solusi dan strategi agar kemiskinan di negeri ini dapat teratasi dengan baik dan merata. Masih tingginya angka kemiskinan di negeri ini bukan saja soal mereka yang tak memiliki pekerjaan yang tetap, namun karena memang dari sisi wilayah yang sulit diakses sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut terkendala. Kemiskinan di Indonesia bukan saja karena tingginya angka pengangguran namun lapangan pekerjaan yang minim untuk menampung mereka yang memang berskala rendah dalam pendidikan.

Belum lagi persaingan yang ketat dan kesempatan untuk bekerja tidaklah banyak, membuat banyak dari lulusan dari universitas menganggur sehingga mereka tak mendapatkan penghasilan yang tetap untuk memenuhi kebutuhan yang makin melonjak tinggi. Tingginya pengeluaran, minimnya pendapatan membuat kemiskinan terus bertambah. Belum lagi masalah kurangnya minat para generasi muda untuk membuka usaha dan hanya mengandalkan tempat pekerjaan yang ada, membuat mereka lapangan pekerjaan semakin bersaing dengan ketat sehingga mereka yang lulusan dari universitas dan sekolah menengah atas hanya bisa duduk diam terpaku dalam masa depan yang tak jelas.

Hal ini patutlah dipertimbangkan oleh pemerintah agar memberikan solusi yang dapat memberi jalan keluar. Bukan saja bantuan kepada mereka yang dibawah garis kemiskinan namun penerapan bantuan tersebut kadang tak tepat sasaran dan tak pernah sampai kepada mereka yang memang membutuhkan bantuan tersebut. Saat ini masih banyak tangan-tangan yang tak bertanggungjawab dalam hal tersebut, mereka bersenang-senang dengan kemewahan sementara saudara mereka yang disana merindukan bantuan itu sampai ke tangan mereka.

Tak adil rasanya jika pemerintah hanya melihat, menebak dan menyangka jika bantuan tersebut sampai kepada mereka yang memang membutuhkan. Harus ada tim khusus yang dapat memantau pergerakan dari bantuan tersebut agar bantuan tersebut sampai denga baik kepada mereka yang membutuhkannya bukan mereka yang telah memiliki harta melimpah dalam negeri ini dengan memanfaatkan bantuan tersebut untuk menimbun harta mereka sehingga dampaknya adalah yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin dan ini terus terjadi dalam negeri ini.

Jika memang ingin semua merasa sejahtera dalam negeri ini, maka harus ada tindakan yang baik didalam proses menuju kesejahteraan tersebut. Bukan hanya dongeng dan wacana saja, tanpa ada tindakan, maka hal itu tak akan pernah ada. Penduduk negeri ini akan semakin bertambah dan akan terus bertambah seiring berjalan waktu dan jika tak ada solusi untuk duduk berdiskuis menyelesaikan dampak dari pertumbuhan yang menyebabkan akan terjadi hal ini dan itu, maka sepertinya kesajahteraan dan kemakmuran dalam negeri ini sulit untuk tercapai seperti apa yang di amantkan oleh para pahlawan bangsa ini. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

0 komentar