Pilkada DKI Bukan Ajang Untuk Adu Nyali Dalam Janji Tapi Kerja Nyata

Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta telah memasuki tahap kedua dalam menentukan siapa yang berhak untuk memimpin ibukota Indonesia ini untuk lima tahun kedepan. Tentunya dalam mengejar kursi panas tersebut setiap kandidat yang akan bertarung dalam putaran kedua ini telah mempersipkan diri, tim sukses. Bukan itu saja tentunya mereka yang maju dan bersaing dalam putaran kedua ini telah menyusun dan menyiapkan strategi dengan sangat baik dan matang untuk memikat hati warga DKI Jakarta agar dapat memberikan suaranya kepada mereka.

www.pexels.com

Apapun strategi yang mereka bangun dan jalankan, semua tentunya kembali kepada tanggungjawab dalam misi dan visi mereka masing-masing dan siapapun yang menang nantinya maka merekalah yang berhak untuk memipin DKI Jakarta ini. Berharap sangat berharap kepada kedua calon jawara DKI Jakarta ini agar bersaing dengan sehat dan tidak terlibat dalam berbagai upaya yang buruk yang hanya akan menimbulkan perdebatan panjang sehingga membuat warga binggung dan berpecah belah hanya karena inginmu itu terlalu mengikat dan juga pilkada ini bukan ajang untuk adu nyali dalam bersuara akan janji saja namun bertanggungjawab dengan apa yang diucapkan dalam dijalani dengan nyata bukan impian belaka.

Berharap sangat ingin, siapapun yang terpilih menjadi jawara DKI Jakarta nanti tidak melupakan  janji yang pernah mereka ucapkan. Paling tidak mereka menjalankan janji itu dan menunjukan bukti jika mereka tak membuatnya janji yang hanya akan melukai hati warga DKI Jakarta ini. Karena kita sangat mengetahui dan memahami sepertinya tak akan ada calon yang tak berjanji ketika mereka berkampanye untuk memikat suara dari warganya dan janji sekaan menjadi senjata yang ampuh untuk meluluhkan hati warganya untuk memilih mereka namun yang menjadi pertanyaannya adalah ketika mereka telah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka lupa bahkan dengan segaja melupakan apa yang telah mereka ucapkan dulu dalam janji-janji surga.

Warga DKI Jakarta hanya mengikuti kata hati mereka untuk siapa suara mereka berikan.  Mereka telah melihat apapun yang kau bicarakan dalam masa kampanye dan mereka selalu menanamkan itu dalam  hati hingga memilihmu dalam pilkada nanti. Jangan abaikan suara mereka, jangan abaikan jerih payah mereka memilihmu hingga kau menang dan pula jangan biarkan suara mereka menjadi benci yang membuatmu akan menerima kritikan yan tajam yang akan membuatmu tidak aman dan nyaman dalam menjalani tugasmu kelak. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya dan semoga pilkada DKI Tahap dua ini berjalan dengan aman, nyaman, damai dan DKI Jakarta dapat menemukan pemimpin yang memang pemimpin bukan terpimpin saja.Terima kasih.

0 Response to "Pilkada DKI Bukan Ajang Untuk Adu Nyali Dalam Janji Tapi Kerja Nyata"

Posting Komentar