Aku Tak Akan Kembali Pada Hati Yang Telah Meninggalkanku Terluka

Entah berapa banyak waktu yang telah aku lalui hanya mengharapkanmu kembali, entah berapa banyak puisi tercipta hanya inginkanmu ada dalam hidupku dan entah berapa banyak air mata yang tertumpahkan agar kau tak pergi tinggalkan aku yang pada saat itu sangat mencintaimu. Namun semua permintaanku kau tolak dan kau abaikan dengan sempurna, lalu kau tinggalkan harapan indah yang pernah kita bangun untuk menuju mahligai bahagia dalam ikatan suci ridho illahi.

www.pexels.com

Semua yang aku lakukan untuk mempertahankanmu dalam ikatan cinta rasanya tak berarti apa-apa, kau tetap pergi tinggalkan sejuta cerita indah yang pernah kau bangun bersamaku dengan susah payah dan penuh dengan suka dan duka. Tapi semua kau tinggalkan, semua kau abaikan apapun yang aku katakan padamu seakan kau tak peduli dengan keadaanku saat itu. Begitu sulit untuk aku terima dan begitu sulit waktu untuk aku jalani ketika sosok indah sepertimu harus lenyap dari hariku. Tak kuasa rasanya untuk menjalani hari tanpa cinta yang biasanya selalu memberiku semangat untuk tidak menyerah dalam hidupku.

Perlahan, aku hapus air mata ini, aku hapus rasa ini walaupun itu tak mudah bagiku, namun aku selalu berupaya agar hati tak selalu merasa merana dan tersiksa atas kepergianmu. Aku ikhlaskan hati, aku gerakan langkah untuk menelusuri jalan hidup yang masih tersiksa kau tinggalkan terluka dan berharap sisa bahagia yang kau tinggalkan dapat aku bangun kembali bersama hari yang indah ketika waktunya tiba nanti.

Dalam kurun waktu yang tak sebentar, rasanya aku masih saja berada dalam hari yang pernah membuat aku terluka, ketika untuk terakhir kalinya kau berkata dan berucap jika hadirmu tak bisa lagi menemaniku. Aku terima semua dengan deraian air mata, aku terima semua dengan permintaan yang bersungguh-sungguh kepadamu agar kau tak meninggalkanku waktu itu, namun tetap saja tak bisa membuat hatimu luluh untuk tetap berada di sisiku.

Semua telah aku jalani dengan sempurna, semua telah kembali pada jalan hidupku yang semula. Memang tak mudah untuk melupakanmu yang pernah aku mengisi waktuku dengan rindu bahkan nyatamu. Namun perlahan aku bisa sedikit demi sedikit menghapus semua harapan yang pernah kau berikan untukku dan kini aku telah berada pada bahagia yang pernah tuhanku janjikan kepadaku bahwa akan datang seseorang yang akan menghapus duka laramu itu jika kau bersabar menghadapi kenyataan yang pernah terjadi dan itu telah aku buktikan jika aku bisa melupakanmu.

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa kau kembali lagi pada saat hati ini tak lagi menginginkanmu. Kenapa kau hadir kembali kepada hati yang pernah kau tinggalkan terluka dan kenapa kau meminta kepada hati yang begitu berharap saat itu agar kau tidak pergi, lalu kau menyerah dan berkeluh kesah dalam kata ma’af yang kau alunkan dari wajah sedihmu. Aku rasakan kesedihan itu, aku mengerti keadaanmu sama seperti yang pernah aku rasakan pada saat itu ketika kau tak pernah mau mendengarkan apa yang aku ingin sampaikan kepadamu.

Hari itu, dimana aku tak berlaku sama sepertimu, aku mendengarkan semua yang terjadi dalam hidupmu, namun seribu kata cinta tak cukup untuk mengembalikan hati yang pernah terluka dan seribu kata ma’af tak cukup mengembalikan rasa yang telah usang di telan dusta dalam hidupku. Secara lahir dan batin aku memaafkan semua kesalahanmu, namun tidak dengan cinta yang aku miliki. Cintaku Cuma satu dan itu pernah kau ambil dariku dengan menyampakannya kembali disaat cinta itu timbuh subur dalam diriku.

Kau akan mengambilnya kembali dariku, itu terlalu mudah saja untuk hati yang telah aku basuh dengan derita dan duka dan saat ini itu telah bersih dari rasa sakit yang begitu mendalam atas namamu. Untuk cinta yang aku miliki, kini aku telah berada pada sebuah persinggahan yang tepat dan itu tak akan pernah aku biarkan tersentuh dengan cinta yang tak pernah mengerti apa itu bahagia. Dan dirimu hanya bagian dari wacana bahagia tuhan untukku dan aku telah melewatinya dengan sempurna dan saat ini tuhanku telah menitipkan seseorang yang terindah dan aku berhak menjaganya dengan baik dalam waktukku.

Dan kau, terima kasih kehadiranmu kembali namun untuk aku terima kembali dalam hati dan hidupku namun aku berterima kasih karena aku memaafkanmu apapun yang pernah kau lakukan kepadaku. Aku memaafkan dengan setulus hati karena kau juga pernah indah dalam hidupku dan berharap kau mendapatkan seseorang yang memang ditakdirkan untukmu tapi bukan aku. Semoga kau bahagia dan pergilah untuk hati yang telah menunggumu disana dan kau tak perlu merasa iba dengan apa yang ada dalam hidupku saat ini karena aku terlalu bahagia jika harus kembali melihatmu karena itu terlalu sakit untuk aku kenang.

Artikel Terkait

Aku Tak Akan Kembali Pada Hati Yang Telah Meninggalkanku Terluka
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

15 Maret, 2017 delete

Bagus sekali tulisannya, jujur.. Sepertinya cerita tersebut telah mewakili kisah percintaan sy.
Semoga sukses sekali dgn tulisannya.

Reply
avatar