Untukmu Yang Sedang Aku Perbincangkan Di Hadapan Tuhanku

Seandainya waktu mampu aku pilih bergulir dalam hidupku, aku hanya ingin memilih satu jalan hidupku untuk tidak bertemu dengamu saja. Bertemu dengan seesorang yang telah membuatku memendam rasa cinta yang tak mampu aku ungkapkan menjadi nyata, bukan karena aku tak mampu mengatakan itu semua, hanya saja keadaan diri yang tak bisa melawan duka menjadi bahagia.
www.pexels.com

Seandainya Aku bisa menentukan takdir itu, maka biarku tiadakan saja hadirmu dalam waktuku. Bukan aku membenci adamu saat ini, namun aku tak sanggup menganggung rindu yang semakin hari semakin ada dalam hatiku sehingga membuatku begitu sulit melepas bayangmu selalu mengisi disetiap denyut nadi nafasku.

Seandainya Aku bisa menentukan garis jalan hidupku, maka aku tak akan memilih jalan yang bisa mengantarku bertemu denganmu, bukan karena aku tak ingin bertemu dengan sosok indah sepertimu, namun keindahanmu membuatku semakin berharap, berharap tentang hal yang tak akan mungkin untuk jadikan dirimu ada dalam hidupku. Walaupun perkataanku itu menantang tugas tuhanku karena sesuatu yang tak mungkin bisa menjadi mungkin, namun perlu aku garis bawahi jika aku terlalu sulit untuk mewujudkan itu semua.

Seandainya nada waktu mampu aku atur dalam hidupku, maka aku akan mengatur waktu dalam hidupku untuk melewati adanya dirimu dalam hariku, Bukan aku tak ingin melihat senyummu seperti saat ini telah memberiku semangat dalam hidupku, namun aku hanya tak ingin hatiku terluka terlalu berharap sesuatu yang tak bisa menjadi harapan dalam hidupku. Bukan karena aku tak mampu mewujudkannya, namun hanya saja perbedaan itu terlalu jauh untuk dapat memberiku celah untuk menjadikan semua menjadi nyata.

Seandainya Aku bisa berkata dihadapanmu, aku hanya ingin berkata bukan tentang perasaan hatiku kepadamu yang hingga saat ini begitu sakit untuk aku pendam, namun aku hanya ingin berkata jika aku membencimu, membencimu karena membiarkanku jatuh cinta, kenapa kau memberiku senyum dikala itu, kenapa kau memberiku harap yang tak mampu aku raih dan kenapa kau memberiku ruang untuk mendekatimu hingga sejak saat itu aku hanya mampu meneteskan air mata dihadapan tuhanku saja tanpa kau mengetahuinya.

Lihat saja dirimu, seakan kau tak pernah peduli dengan apa yang aku rasa siang bahkan malam hati ini mati rindu kepadamu. Lihat saja senyummu, seakan kau tak pernah merasa betapa hatiku begitu tersiksa hanya mampu memadangmu saja tanpa berani bertutur kata sejenak untuk bilang jika dirimu sangat aku rindukan. Lihat saja dirimu, seakan tak mengerti apa yang terjadi dalam ruang hatiku, Hatiku terluka dikala dirimu berada di samping mereka, mereka yang inginkan dirimu ada dalam hidupnya.

Hingga semua yang kurasa, untuk semua pilu yang terasa dan untuk perih yang meresap dalam hatiku, aku begitu sering mengatakan itu semua di setiap lirik doaku kepada tuhanku jika aku tak sanggup memendam perasaan ini atas namamu. Aku begitu sering meneteskan air mata, meminta dan meminta agar aku bisa bertemu untukmu hari ini saja, walaupun aku sangat memahami akan membuat waktu semakin sulit melupakan semua rasa yang terasa dihati, namun tetap saja aku selalu memohon kepada tuhanku jika aku tak bisa berbohong jika nyatanya dirimu selalu mengema lantang dalam hidupku.

Aku tahu, sangat mengetahui jika itu tak mudah untuk aku jalani, tak mudah untuk ku hadapi, kenyataan yang ada hanya akan membuat diriku semakin tersiksa dan merana, namun seiring itu berjalan, biarku rasakan saja, biarku saja yang menanggungnya, biarku saja yang menjalaninya, jangan kau, itu tak akan bisa kau terima dengan cepat karena aku sangat mengerti jika aku bukanlah orang yang kau harapkan.

Untuk Hari ini yang masih aku rasa sama mungkin terus berkembang dalam hati hingga nanti waktu menentukan takdirnya sendiri dimana kenyataannya dirimu memang bukan dari waktu yang aku harapkan ada dalam hidupku. aku tak akan pernah menyalahkan siapapun apa yang terjadi dalam hidupku ini. Seperti itu pula hadirmu, Aku tak akan pernah bisa menyalahkan kehadiranmu hingga menuai luka dalam hatiku, dan aku tak akan bisa mengatakan jika dirimulah penyebab dari hancurnya harapan yang pernah aku bangun dalam doa yang sering aku bicarakan dihadapan tuhanku.

Saat ini, dirimu masih aku lihat berada disekelilingku, entah esok bahkan lusa jika keadaan ini akan berubah, dirimu munkin tak bisa lagi aku lihat atau biar aku saja yang akan pergi dari tempat ini. Sepertinya biarku saja yang mengalahkan untuk diriku sendiri dan biarku saja yang bertanggungjawab untuk dapat menjawab takdirku sendiri. Maafkan aku yang tak bisa melanjutkan sapa hadirku semua dalam waktumu hingga kepada waktu yang tersisa, aku hanya ingin berkata jika aku tak sanggup menanggung lagi rasa rindu yang terus berkembang dalam hariku hingga aku memilih sudahi saja dengan bijak walaupun harus terluka.

Perlahan sejak hari itu, hari dimana aku  telah berusaha untuk menjauh darimu, menjauh dari rasa yang terasa dalam hati, tak mudah untuk aku melakukan itu semua bahkan saat ini aku begitu menderita dan menghianti perasaan hatiku sendiri, namun biarlah semuanya berjalan seperti ini, seperti sediakala pada saat aku tak mengenalmu dengan baik. Bagimu, tak perlu kau berkata kenapa aku menjadi orang yang beda, menjadi seseorang yang pendiam bahkan apalah yang terlintas dalam benakmu jika aku tak seperti biasanya menjelma menjadi orang yang sangat periang.

Sejenak mungkin selamanya, jika itu tak akanku biarkan hatimu terluka, terluka seperti apa yang aku rasa terlalu mengharapkanmu. Tak aku biarkan dirimu memilih sesuatu yang sulit untuk kau terima dalam hidupku dan tak kubiarkan perbedaan itu menjadikanmu menjadi diri yang sulit untuk berkata jika itu takdirku karena selama aku masih bernafas, selama itu pula aku selalu memohon kepada tuhanku agar dirimu mendapatkan bahagia dalam hidupmu walaupun bukan bersamaku.

Dunia ini terlalu indah, jika hari ini aku tak menikmati hadirmu dalam hidupku lalu membiarkan cerita ini tertulis atas rasa jemu dan benci menunggu ketidakpastian akan rasa ini. Aku pastikan, itu tak akan ku biarkan berlalu begitu saja tanpa aku menjadikan itu semua kata dan rasa yang mampu menjawab semua keluh kesah dalam sebuah kisah tentangmu, tentangmu yang pernah aku jumpai indah dalam hidupku.

Percayalah, Aku akan selalu berkata indah tentangmu dihadapan tuhanku, berkata jika kau terlalu indah untuk bisa aku miliki dan aku sangat percaya jika kau lebih indah jika berada ditempat yang memang tercipta untuk kau ada. Aku tak menutup kemungkinan jika aku bisa menjadi tempat itu, namun sebelum itu aku minta, perkenankan aku untuk menolaknya karena aku sangat mengerti jika aku memang begitu mencintaimu dan inginkan hadirmu dalam hidupku, namun pada kenyataannya hidup, cinta itu terlalu sulit untuk aku rangkai menjadi sebuah alasan untuk aku miliki.

Bukan menyerah, bukan pula putus asa, namun hidup bukan soal cinta saja, namun kemampuan diri untuk menjadikan cinta itu sebuah kehidupan yang dapat dinikmati dengan kenyataannya yang ada sementara aku, untuk hidup hari ini saja sulit hanya sekedar mencari sesuap nasi saja, sementara kau tak biasa dengan kehidupan yang aku arungi dengan kendala yang terlalu sulit kau pikirkan menjadi lebih terbuka menerimanya.

Cinta memang bicara soal hati, namun kehidupan bicara tentang bertahan. Keduanya harus seimbang dan saling mengisi seperti itu pula aku dan kau yang aku pikir jika aku hanya punya cinta saja sementara kau menginginkan seseorang yang memiliki keduanya, itu tak adil rasanya jika kau memilihku dan memaksa hatiku untuk memilikimu. Kau berhak untuk memilih kehidupan itu dan tak lazim rasanya jika aku terus berharap menukar bahagia menjadi derita bagimu.

Aku tak memikirkan hal buruk jika ada seseorang wanita yang memikirkan hidup layak berada dalam naungan hati dan kehidupan yang pantas karena mereka sangat memahami jika dia akan menjadi seorang ibu yang baik dengan masa depan yang pasti bersama seseroang yang dapat memastikan itu bisa dan sementara apa yang aku rasa ini hanya rasa cinta saja namun kenyataan hidup masih dalam tahap pemulihan yang tak aku tahu kapan akan menjadi indah.

Jadi, aku sangat memahami betapa berartinya aku mengenalmu saat ini, kau bukan saja indah ketika senyum itu mengalir diwajahmu, namun keindahanmu memberiku sebuah makna hidup jika tak semua yang terasa akan mudah untuk diterima namun semua terasa indah jika kita saling memahami diri dan orang lain.Terima kasih untukmu yang telah mengajarkan itu semua tentang hidup yang aku jalani, dan terima kasih telah mengenalkan pada sebuah pemikiran yang matang untuk membuka hati dan pikiranku tentang arti cinta itu sebenarnya dalam hidupku.

Terima kasih telah hadir dalam hidupku, kau bukan saja indah namun keindahanmu memberiku sebuah makna hidup, hidup yang akan aku bangun setelahnya agar dapat merasakan betapa hadirmu bukan petaka dalam waktuku namun hadirmu sebuah makna untuk masa depan yang bisa memberiku jawab akan bahagia yang sesungguhnya ada dalam hidupku dan kau, biarsaja doaku yang mengatakan indah agar kau selalu bahagia dengan siapapun kau ada dan dimana pun kau barada nanti.

Terima kasih untukmu tuhan, terima kasih telah menginzinkanku bertemu dengan seseorang yang pernah kau ciptakan dengan lafaz rindu dihatiku. Aku tak menutup diri jika dia jodohku, namun saat ini aku hanya ingin tak berpikir jika itu baik bagiku dan dirinya, namun aku berpikir jika sesuatu yang baik akan datang pada waktunya bukan sejenak dan biarkan aku menjaga diri untuk dia yang saat ini sedang aku tunggu kehadirannya dan untuknya biarku serahkan saja kepadamu untuk menjaganya lewat doa aku meminta.

Artikel Terkait

Untukmu Yang Sedang Aku Perbincangkan Di Hadapan Tuhanku
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email