Seandainya Jodoh Ilmu Pasti, Aku Ingin Kau Saja

Menyimpan sebuah perasaan suka lalu jatuh cinta dalam hati bukanlah perkara yang mudah tentunya untuk dilewati. Semakin hari, perasaan itu semakin tumbuh berkembang, Apalagi seseorang yang disukai itu selalu ada dalam waktu kita. Perlahan Tapi Pasti, perasaan itu akan terus menaungi lubuk hati hinga suasana menjadi resah dan gelisah. Semua waktu seakan tentangnya, semua tingkah laku seakan dirinya dan semua kondisi dan situasi seakan hadirnya.
www.pixels.com
Jika semua telah menjadi itu, siap-siap kadang jiwa dan raga tak mampu menahannya hingga jatuh sakit disebabkan karena rindu dalam hati yang begitu mendalam lalu tinggalkan bekas luka yang menyesakan hati. Jika kita bilang ataupun bercerita kepada sahabat dan teman, maka sudah pasti jika perasaan itu harus kita ungkapkan kepada sang pemiliki rindu dan rasa cinta itu. Itu sangat jelas jawabannya, namun bagaimana dengan aku mungkin juga mereka yang sangat sulit untuk melakukan hal itu. Jangankan untuk bilang “Aku menyukaimu ataupun Aku Cinta Kamu”, Sekedar berpapasan lalu mendekat saja, hati dan jiwa ini sudah gugup tak karuan hingga keringat dingin bercucuran.

Apalagi seseorang yang kita sukai itu memang dari hati bukan sesuatu yang lain tujuannya, sudah pasti cobaan dan rintangan untuk mendekatinya sangatlah banyak dan begitu sulit terasa. Nah, Itulah sebabnya kenapa cinta sejati yang ada didunia hanya sedikit saja yang terungkap menjadi nyata dan selebihnya hanya tertanam erat dalam hati, mungkin juga dalam sebauh tulisan dan juga doa-doa yang pernah dia ceritakan dihadapan tuhannya.

Seperti itulah kenapa cerita ini ingin aku tuliskan disini karena aku bagian dari cerita mereka, mereka yang menyimpan perasaan itu erat-erat dalam hati mereka tentang seseorang yang inginkan hadir dalam hidupmu mereka. Dihadapan tuhannya, mereka begitu sering berkata, berdoa bahkan air mata sering mereka teteskan jika mereka begitu berharap agar si dia yang sedang menjelma disetiap helaan nafas ada dapat bertemu dalam sebuah mahligai indah halalNYA.

Ada  yang terungkap namun kadang pula hanya menjadi bagian cerita indah dalam hidup mereka hingga nanti perasaan itu menjadi sebauh kenangan saja. Mungkin juga seperti apa yang sedang melandaku saat ini, dimana setiap doaku begitu sering aku menyebutkan namanya dihadapan tuhanku agar si dia yang kini melanda rindu tak kenal waktu dapat memahami dan merasakan betapa aku begitu inginkan dia ada dalam hidupku.

Rasanya tak kuasa diri ini menahan gempuaran rindu datang disetiap waktu, belum waktu yang begitu tajam menyayat hati ketika dia selalu bermain indah dalam ruang lingkupku. Ingin sekali rasanya ingin aku menjerit berkata jika aku sangat merindukanmu, aku sangat mencintaimu. Tak peduli dengan suara lantangku aku dianggap gila dan sinting, yang jelas pikirku akan terasa tentram jika aku berkata seperti itu.

Namun sepertinya itu hanya pikirku saja, yang datang ketika anganku sudah melaui menyerah dengan konidisi yang ada pada diri. Ketika nurani berkata itu tak mungkin, maka semua menjadi kalah, semua menjadi lemah dan hanya doaku kepadaNYA yang mampu memberiku sebauh harapan jika dia memang ditakdirkan untuk hidup bersamaku, maka dia akan hadir dalam waktu dan jikapun bukan dia maka aku sangat yakin jika tuhanku akan menggantikannya dengan yang lain.

Tapi sebelum yang lain itu ada, dan jikapun aku jodoh itu, maka aku ingin dia saja, dia saja yang menjadi jodohku bukan yang lain itu. Jika perkataanku terlalu kasar, mungkin hanya maaf yang sering aku ucapkan kepada tuhanku jika aku terlalu memaksa diri sementara aku kadang menjadi lupa diri jika saja hari ini dia berkehendak hadirkan dia dalam hidupku, bisa saja dia tahu apa yang aku rasa ini melalui doa itu.

Namun setelah itu terjadi, apakah aku pantas, apakah aku bisa menandingi hidup yang dimilikinya, sementara aku, untuk hidup saat ini saja sulitnya bukan main. Apakah aku bisa membahagiakannya hanya dengan cinta sementara hidup bukan saja soal cinta namun butuh harapan untuk bisa melewati hingga menuju masa depan yang indah. Apakah aku sudah mulai tak mengenal perbedaan sehingga rasanya perbedaan itu terlalu mudah untuk aku taklukan sementara untuk makan hari ini saja aku harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkannya.

Perlahan, jika rasa itu harus aku gengam saja dalam hati ini, aku biarkan saja menjelma menjadi tiada mungkin juga tak akan pergi. Disini aku akan terus bercerita lewat doa-doa yang aku panjatkan kepada tuhanku agar suatu hari nanti memberiku sebuah jawaban, jawaban yang mampu memberiku sebauh pelajaran agar semakin mengerti apa yang sepantasnya aku dapatkan dariNYA.

Artikel Terkait

Seandainya Jodoh Ilmu Pasti, Aku Ingin Kau Saja
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email