Pilkada 2017 : Jakarta Butuh Solusi Bukan Sekedar Janji

Jakarta selalu menjadi pusat perhatian hingga saat ini, bukan saja pusat perhatian akan pergerakan ekonomi terbesar di indonesia namun Jakarta juga tak luput dari pusat perhatian akan tata kelolahnya. Jakarta menjadi pusat keinginan dimana banyak orang berbondong-bondong ingin datang ke Jakarta hanya untuk mengadu nasib keberuntugan mereka, entah itu berhasil atau tidak mereka kadang tak mempersoalkan itu semua, yang jelas kota Jakarta telah menarik banyak minat dan perhatian akan kemajuan dan kemewahannya.
www.pexels.com

Sebagai Ibukota negera kesatuan Republik Indonesia ini, Tentunya sangat disayangkan jika Jakarta hanya dikelolah oleh tangan yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan golongan saja dalam ia memimpin namun bukan untuk perkembangan dan kemajuan Kota Jakarta ini. Tentunya sangat disayangkan juga jika pemimpin Jakarta ini hanya ingin mengambil keuntungan di dalamnya namun tak pernah memberi solusi yang signifikan dalam perkembangannya.

Lihat saja seiring waktu berjalan, tentunya Jakarta telah memiliki banyak pemimpin. Dari semua pemimpin tersebut tentunya telah memberi perubahan untuk Jakarta ini, namun itu belumlah cukup karena kita tahu jika Jakarta tetaplah menginginkan perubahan yang memberikan dampak yang baik bagi perkembangannya dan juga warganya mulai dari tata kelolah kesejahteraan masyarakatnya, tata kelolah birokrasinya, tata kelolah ruangnya dan tata kelolah yang memang benar-benar memberi solusi bukan sekedar janji yang tak pernah menjadi ada malahan menjadi Tanya.

Menepis segala Tanya itu, Jakarta saat ini dalam proses pemilihan pemimpin yang baru untuk lima tahun kedepan. Berharap sangat berharap agar warga Jakarta mampu memilih pemimpin yang memang ingin bekerja untuk kemajuan dan pembenahan Jakarta ini bukan sekedar mengumbar janji dalam dusta berkepanjangan namun nol besar dalam penerapannya. Berharap sangat ingin, ingin Jakarta ini memiliki pemimpin yang bertanggungjawab bukan saja soal janjinya namun bertanggungjawab atas jabatan yang dia emban agar tak memberi janji saja tapi tak ditepati tentang segala sesuatunya yang Jakarta inginkan bukan sekedar solusi yang hanya akan menimbulkan perpecahan, hilangnya rasa aman nan damai dalam kesatuan yang harmonis dan juga menimbulkan perpecahanan antar warganya.

Seperti Tanya akan janji yang terjadi saat ini, dimana sebagian wilayah di kota Jakarta ini terendam oleh banjir. Banjir yang telah menjadi musibah musiman yang terus ada ketika musim hujan datang. Berbagai penyuluhan dan perbaikan telah dibangun untuk bisa mengatasi banjir ini kembali mengenangi kota Jakarta ini. Namun nyatanya tetap saja banjir masih menyelimuti pemukiman warga yang ada di Jakarta ini. bukan saja mereka yang bandel tinggal di pantaran kali hingga menjadi korban akan bajir ini namun ditempat yang memang tempat penduduk tinggal masih juga di genangi air.

Bukan juga karena warga yang begitu rajin membuang sampah sembarangan lalu berteriak akan banjir ketikaair mengenagi rumah mereka, namun kadang penerapan untuk membebaskan kebiasaan buruk warga Jakarta ini tidak melibatkan peran aktif penduduk setempat dengan memberi gambaran agar mereka paham akan kebersihan lingkungannya bukan menggusur tempat tersebut lalu memberi solusi pindah ke tempat lain dengan biaya yang tak gratis bahkan tinggi dari pendapatan penduduk yang kadang hanya cukup untuk maka sehari saja lalu bagaimana mereka harus membayar rumah yang katanya gratis namun tetap saja ada biaya ini dan itu.

Tentunya itu bukan solusi namun polusi. Kebijikan tersebut hanya namanya saja solusi tapi dibalik solusi terdapat jembatan penghubung untuk mereka berbuat curang dengan leluasa mengambil keuntungan didalamnya. Jakarta telah dewasa dan warganya juga sudah pintar-pintar, jadi harus belajar menyikapi disetiap janji yang datang dan jangan terlena dengan program-program yang hanya akan membuat keadaan semakin sulit. Jakarta butuh pemimpin yang terbuka untuk warganya bukan untuk jabatannya saja. Jakarta butuh solusi yang bukan sekedar memberi jalan namun bertanggungjawab dalam menjalaninya lalu mempertimbangkan setiap langkah yang diambil agar tidak menjadi polemik yang hanya akan menimbulkan Tanya bukan jawaban untuk warganya.

Semoga saja, warga Jakarta semakin memahami dan mengerti tentang pemimpin mana yang harus dipilih, yang mana bertanggungjawab dalam menjaga amanah warganya, menjaga segala janji yang mereka berikan lalu menjalaninya dengan tanggungjawab yang memang benar-benar ada dan tidak sekedar omong kosong saja. Semoga bermanfaat untuk anda semua dan semoga Jakarta makin maju, sejahtera bagi warganya dan tercipta rasa aman, nyaman dan damai. Terima kasih.

Artikel Terkait

Pilkada 2017 : Jakarta Butuh Solusi Bukan Sekedar Janji
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email