Paling Tidak Kau Pernah Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu, Anugerah terindah tuhanku yang dia tunjukan kepadaku dan aku seharusnya bersyukur atas semua itu karena masih bisa bertemu dengan seseorang wanita yang indah sepertimu. Hanya saja waktu dan tempatnya kurang tepat sehingga aku tak memikirkan diri dan hatiku kenapa begitu cepat merasakan perasaan cinta itu hingga rindu itu mampu aku bendung datang menyelimuti siang dan malam atas namamu. Aku seharusnya tak membiarkan itu terjadi namun apa boleh buat jika hatiku berkata demkian dan kini aku merasakan betapa hati ini tak bisa bebas dari bayangan hadirmu.
www.pixels.com
Namun ketika aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi dan mengetahui semua apa yang terjadi, Pada kenyataannya aku harus terluka dimana kau telah memiliki kekasih hati yang sudah tentu lebih baik dariku. Aku menyadari itu semua betapa aku bukanlah orang yang pantas dan terbaik bagimu dan aku sangat memahaminya. Aku sangat mengerti dan jikapun aku harus bicara dan kau mengetahuinya, maka aku tidak akan mengatakan jika aku mencintaimu namun yang ingin aku katakan adalah jika kau berhak memiliki hidup yang setara dengan hidup yang kau miliki dan aku akan berupaya untuk mencegah untuk kau tidak mencintaiku.

Urusan cinta memang hati dan hati begitu rentan akan luka, Namun hatiku bukanlah hati seorang pria yang biasa terluka, karena begitu sering terluka, Maka aku sudah kebal dengan hal semacam itu. Aku hanya ingin mengagumimu saja atas keindahan yang tuhanku tunjukan kepadaku, Lebih dari itu terlalu tinggi untuk bisa aku raih dan berharap kau akan menjadi bagian dari hidupku, itu permintaan terlalu besar yang aku mohonkan kepada tuhanku. Walaupun kata mungkin itu bisa saja terjadi karena tuhanku bisa saja berkata iya, Namun sebelum itu terjadi aku lebih nyaman melihat senyummu seperti itu dimana perlahan aku akan merasakan jika aku bukanlah orang yang pantas berada disampingmu.

Menyalahkan diriku yang terlalu ganteng itu tak benar pastinya karena keadaanku jauh dari kata itu, Jika aku bilang kau begitu indah, itu baru benar adanya karena bukan aku saja yang berkata seperti itu, teman dan orang disekelilingku mengatakan demikian jika kau wanita yang hampir utuh sempurna yang tuhan cinptakan diatas bumi ini.

Seharusnya aku tidak jatuh cinta kepadamu, seharusnya aku tak memendam rindu itu hingga aku terluka dengan perasaanku sendiri. Seharunya aku menjadi teman yang baik saja untukmu bukan menjadi gelisah ketika kau berada dekat denganku hingga malam pun berlalu kau masih saja bertahta manja dalam pikiranku.

Memendam perasaan cinta itu membuatku ingin mati saja rasanya. Ketika perasaan itu berkecampuk datang mengawasiku, entahlah, aku sangat merasa ingin pergi saja dari tempat itu, ingin menjauh saja dari kejaran waktu hadirmu. Aku berharap itu akan terjadi karena aku telah memilih untuk meneruskan kisah itu karena kisah itu terlalu tinggi bahasanya untuk bisa aku tuliskan disini dan cerita itu terlalu panjang untuk bisa aku rangkai menjadi ada.

Dirimu memang indah dan aku tak bisa mengikuti jalan itu agar mampu menyetarakannya Lalu mengsterilkannya menjadi sama. Mungkin karena cinta aku telah buta hati dan pandanganku hingga semua yang aku lihat darimu semua terasa itu cinta. Tapi Aku rasa cintaku ini bukanlah cinta karena aku masih dapat merasakan mana yang pantas untukku dan mana yang hanya singgah untuk dapat memberiku petunjuk dihati dimana aku harus berlabuh dan mana yang bukan dan dirimu mungkin salah satunya yang bukan tempat yang diciptakan untukku.

Hadirmu memang begitu berharga buatku karena kau telah memberiku semangat disaat aku terpuruk oleh luka hati yang dalam. Aku bisa menemukan hatiku lagi dimana dalam waktu yang lama aku menutup semua pintu hati ini karena seseorang yang telah menghancurkannya. Namun niatku bukan seperti itu jika dirimu sebagai pelarian saja. Aku menikmati hadirmu didekatku dengan perasaa yang tulus dari hati, Hanya saja kehadiranmu terlalu sulit untuk aku ciptakan menjadi nyata. Cinta yang aku punya memang atas namamu, namun nyata yang kau miliki bukan untukku dan aku menyadari hal itu.

Aku hanya ingin melihat senyummu saja hari ini, Senyum yang pernah membuatku Bahagia dimana semangat untuk tetap berjalan sesuai dengan apa yang harus aku jalani tetap menyala. Tetaplah seperti itu dan merasa iba dan kasihan dengan keadaanku karena aku terlalu kuat untuk menghadapi semua ini dan juga perasaan cinta ini kepadamu. Jangan pernah kau bertanya jika kau pernah membaca dan mendengar cerita tentangmu jika aku pernah jatuh cinta kepadamu. Cukup kau tersenyum seperti hari ini ketika kau mengetahuinya, Maka aku akan merasakan itu sebagai balasan bahagia yang tertunda darimu.

0 Response to "Paling Tidak Kau Pernah Membuatku Tersenyum"

Posting Komentar