Kami Rindu Pemimpin Sepertimu Ya Muhammad

Hadirmu, Dunia ini Pernah Damai dalam keramaian yang bertoleransi tinggi dalam setiap perbedaan yang tidak pernah menjadi momok menakutkan dimuka bumi ini hingga tercipta suatu keadaan yang harmonis dalam menyikapi itu semua, kau arungi segala gundah dan resah yang dirasakan oleh segala yang dirasa oleh rakyatmu hingga mereka begitu segan dalam bertingkah arogan yang dapat menimbulkan perpecahan diantara mereka.
www.pixels.com
Hadirmu, Dunia begitu menghargai satu sama lain, saling menghormati dan saling mengerti mana yang hak dan mana yang kewajiban. Kau tak pernah pilih kasih, tak pilih dengan siapa kau berada, yang jelas kau begitu santun, begitu berwibawa, begitu bijaksana dalam bersikap dan menyikapi segala masalah yang terjadi dalam ranah kepemimpinanmu.

Hadirmu, dunia ini pernah merasa begitu subur, tumbuhan begitu aman untuk tumbuh, hewan begitu aman untuk berkembangbiak tanpa ada gangguan liar yang hanya untuk mendapatkan keuntungan darinya. Hingga semua tertata dengan rapi, dunia terasa begitu cepat berlalu hingga saatnya kau pergi, seakan dunia ini tak mau melepasmu begitu saja tanpa meninggalkan seseorang yang mampu mengisi ruang  didunia untuk dapat menciptakan damai selanjutnya.

Sebelum pergimu, kau masih saja mengingat rakyatmu, umatmu dan terus berpikir dan berpesan agar kita hidup dalam persaudaraan yang kuat agar dapat tercipta sebauh kehidupan yang baik. Teladanmu selalu menjadi kunci agar kami dapat mewarisi itu semua menjadi diri yang dapat menjadi pemimpin yang melatarbelangi jiwa kami untuk dapat menjalankan tugas itu.

Lihat saja setelahmu, Para sahabatmu begitu merasa kehilangan akan sosok pemimpin sepertimu, mereka begitu ingin kau hidup lebih lama lagi bahkan kami yang berada pada masa sulit seperti saat ini sangat merindukanmu, jikapun bukan kau, kami berharap ada seseorang yang mengerti bagaimana seorang pemimpin yang meneladani sikap pemimpin sepertimu dan jikapun itu tak bisa paling tidak bisa mengikuti jejak para sahabatmu agar kami dapat merasakan damai seperti yang pernah kau ciptakan dulu.

Kenapa kami begitu sulit menemukan seseorang yang pernah belajar tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik, yang bisa melihat kami sebagai rakyatnya dan kami meridukan seseorang yang bisa memberikan kedamaian dalam perbedaan yang ada. Kenapa begitu sulit menemukan seseorang yang begitu mengerti bagaimana cara menjadi seorang pemimpin itu, bagaimana cara menjadi seorang yang mampu menciptakan sebuah negeri yang tidak mementingkan pribadi saja, politik saja namun kau selalu tanamkan jiwa pemimpin yang mementingkan tanggungjawab menjadi seorang pemimpin dan juga atas nama rakyatmu.

Tidak saat ini, mereka jauh dari tauladan yang pernah kau berikan, yang pernah kau lihatkan, mereka yang mendapatkan amanah untuk memimpin selalu menggunakan itu semua untuk hal yang menjadi tanggungjawabnya, mereka yang mendapatkan amanah untuk memimpin selalu memperalat jabatan itu untuk berbuat sewena-wena agar kepuasaan diri dapat berjalan dengan baik hingga kadang tak segan berbuat yang bukan jiwa seorang memipin mereka lakukan dengan sangat baik hingga menuai kecaman dan pertanyaan dari kami, apakah dia seorang pemimpin kami atau hanya gelar saja?.

Entahlah, yang jelas saat ini begitu banyak seperti itu, begitu banyak hanya karena ingin mengenyam jabatan itu, mereka tak lagi menggunakan dan memakai jasa tauladanmu untuk menjalani tugas itu. Mereka begitu rajin untuk melakukan sesuatu diluar kepentingan rakyatnya. Mereka begitu brutal dengan jabatan itu hingga kadang mereka tak mengerti jika itu telah menghiati suara, suara rakyat yang pernah dia dapatkan ketika dia dipiluh dulu. Dengan janji itu dan ini mereka suarakan itu agar dapat membeli suara rakyatnya namun setelah itu mereka jual lagi suara itu dengan harga mahal kepada rakyatnya.

Kami sangat meridukanmu, sangat meridukan tauladan jiwa pemimpinmu ada dalam situasi saat ini agar dapat menciptakan ketenangan dan kedamaian dalam negeri ini hingga kami dapat hidup dengan layak seperti apa yang pernah kau ciptakan dulu, Jika tidak, berikan kami pemimpin yang dapat menjalan tugas yang bisa melihat kami sebagai rakyatnya bukan sebagai musuh yang selalu mereka anggap akan merusak jabatan mereka saja.

Doa kami selalu tertuang dalam sebuah permintaan yang tak pernah putus kepada illahi, tuhan yang begitu mengagungkan kau sebagai manusia yang sempurna dan pemimpin yang begitu baik agar kami dapat menemukan seseorang pemimpin yang bisa menjelma menjadi seperti itu kelak hari nanti. Kami berharap negeri segera dapat menemukan sosok itu, sosok seorang pemimpin yang memang berjiwa pemimpin bukan nama saja. Semoga bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.

Artikel Terkait

Kami Rindu Pemimpin Sepertimu Ya Muhammad
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email