Jangan Hiasi Negeri Ini Dengan Kebencian

Disini, para pahlawan kita pernah bersama-sama  berjalan dengan tujuan yang sama yaitu ingin merdeka. Disini, mereka pernah tak pernah saling mengusik lalu bertanya darimana asalmu, sukumu, dan kepercayaanmu. Disini, mereka juga pernah saling bahu membahu, saling bantu membantu dalam ikatan gotong royong rasa satu yang kuat untuk mewujudkan kemerdekaan itu, walaupun kita beda, namun atas nama bangsa tercinta ini, mereka singkirkan kepentingan pribadi bahkan golongan agar bisa hidup lepas dari tangan para penjajah bumi pertiwi ini.

Tak segan mereka korban jiwa raga, keluarga apalagi harta untuk mewujudkan kemerdekaan itu. Bukan waktu yang sebentar juga untuk bisa bernafas lega dari tangan penjajah negeri ini, hingga menggapai waktu yang cukup fantastis kita dicengkram dalam rasa takut, rasa tertindas dan sangat jauh dari kata tenang apalagi menyenangkan. Sangat jelas terasa jika kita melihat, mendengar, membaca situasi dulu dimana para pahlawan kita berjuang untuk bisa memerdekakan bangsa ini.

Jika saja kita berada disana waktu itu, mungkin kita tak akan pernah tahan dan sanggup dengan perjuangan itu, dimana masuk hutan keluar hutan untuk bersembunyi dari kejaran para penjajah yang begitu ganas hingga tak segan melenyapkan nyawa para pahlawan kita dulu. Dan Kini, Kita yang menjadi penerus bangsa ini dengan rasa bangga menghancurkan jerih payah itu dengan keinginan diri yang tak kenal rasa puas kau berlaku ingin menguasai apa yang telah ada dalam negeri ini. Kau halalkan segala cara, kau sebarkan rasa benci membenci, rasa ingin menang memenangi sebuah pertarungan agar kau bisa berdiri bebas untuk berbuat apa saja yang ingin kau perbuat dalam negeri ini.

Saat ini, dirumah kita sendiri, kita selalu ingin menonjolkan diri sebagai  seseorang yang sangat berjasa atas negeri ini namun kita lupa melihat mereka para pahlawan yang masih bertahan hingga saat ini. Lihat mereka yang terus terang sangat berjasa adanya merdeka dinegeri ini dimana kadar hidup mereka jauh dari kata layak didalam negeri padahal mereka perjuangan kemerdekaan negeri ini dengan jiwa dan raga mereka tanpa mengenal apa yang akan mereka dapatkan nanti. Memang mereka tak bersuara inginkan balas jasa dari bangsa yang pernah mereka perjuangkan ini hingga merdeka seperti saat ini, namun paling tidak mereka bisa hidup tenang, nyaman dan itu pantas mereka dapatkan dari bangsa rumah yang pernah mereka bangun dengan cucuran air mata bahkan darah.

Namun itu semua hanya sebuah wacana dan rencana yang tak pernah tuntas hingga saat ini. Kita makin gemar mengemari mengisi kemerdekaan ini dengan tindakan-tindakan yang tak sewajarnya kau lakukan. Kita saling menunjukan kekuatan satu sama lain dengan menyebarkan kebencian terhadap saudaramu sendiri, saling tikam menikam dan saling menuduh jika saudaramulah yang salah dan tidak mau mengalah padahal kita ini satu rumah, satu keluarga dan bersaudara yang seharusnya menjadi keluarga yang tentram dan damai tanpa ada perselisihan hanya ingin menjadi orang yang terpandang dalam keluargamu di dalam negeri ini.

Jika sudah menjadi kacau balau seperti ini, berselisih seperti ini, demo sana sini, tuntut ini dan itu dan membuat keonaran dimana-dimana maka perlu kita tanyakan pada diri kita masing-masing, siapa yang akan rugi?, bangsa siapa yang akan menjadi resah dan negeri siapa yang akan menjadi sorotan dunia?, ya negeri kita juga, rumah tempat kita tinggal saat ini dan mereka yang inginkan negeri ini hancurkan sudah pasti tertawa terbahak dengan kepuasan yang tak terhingga.

Kita semua sudah sangat memahami dan sangat mengerti jika saling balas membalas pantun itu tak akan ada habisnya. Kembalikan sikap bijaksanamu dengan memberikan pertanyaan kepada diri masing-masing, apakah aku sudah benar atau masih banyak salahnya?. Dengan saling menyikapi pribadi dengan baik dengan pikiran yang sehat, maka kita akan saling menemukan jawaban lalu duduk bermusyawah dalam menemukan solusi untuk mengapai apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang harus diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan yang terjalin selama ini.

Tak perlu tegang hingga menegang hanya soal kedudukan saja, jika saling serang menyerang, maka bagaimana dengan nasib rakyat dinegeri ini, bagaimana mereka bisa tinggal dalam rumah mereka sendiri jika didalamnya tidak tersaji rasa aman dan nyaman untuk mereka bertingkah diam. Mereka bersuara karena mereka sudah merasa terusik dengan keadaan kekeluargaan negeri ini yang sudah tak mengenal dengan baik siapa dia dan siapa mereka padahal dia dan mereka itu saudara mereka sendiri yang hidup dalam rumah yang sama yaitu negeri tercinta ini.

Mari kita tidak saling menyebarkan kebencian, fitnah dan perihal buruk lainnya kepada saudara kita sendiri, bangsa kita sendiri. Bukankah kita pernah merasa satu arah dan satu jalan dan merasakan jika kita begitu damai dalam satu keluarga yang memiliki nilai dan martabat yang tinggi hingga kita begitu dikenal dengan bangsa yang kuat, ramah tamah,  dan disegani. Mari kita kembali ke rumah kita yang dulu, rumah yang terisi dengan berbagai perbedaan namun rasa itu tetap satu, satu dalam suka dan duka dan satu dalam mewujudkan impian bangsa menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

0 Response to "Jangan Hiasi Negeri Ini Dengan Kebencian"

Posting Komentar