Luis Milla, Harapan Baru Untuk Kemajuan Sepakbola Indonesia

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah resmi menunjukan Luis Milla Aspas sebagai pelatih timnas Indonesia. Milla memang menjadi salah satu kandidat kuat bersama Luis Fernandez untuk menjadi Menggantikan peran Alfred Riedl yang tak diperpanjang kontraknya setelah Piala AFF 2016.

Tentunya Target tinggi dan pekerjaan yang tak mudah dibebankan PSSI kepada mantan pelatih Real Zaragoza itu. Mengingat, pada tahun ini dia juga akan melatih timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Yang mana pada ajang itu pelatih berusia 50 tahun tersebut ditargetkan membawa skuat Garuda Muda menjadi juara. Berikut beberapa prestasi Luis Milla selama menjadi pemain dan juga pelatih.
  • Prestasi Sebagai Pelatih/Manager
Luis Milla punya prestasi gemilang di level usia muda. Sebelum menjabat sebagai pelatih Spanyol U-21 tahun 2011, Milla melatih tim Spanyol U-19. Pencapaiannya pun tergolong bagus di level U-19. Sebuah gelar runner-up Piala Eropa U-19 ia persembahkan untuk Tim Matador dan membawa timnas spanyol U-21 meraih gelar juara setelah di final mengalahkan Swiss 2-0.
  • Pencipta Bintang Sepak Bola Spanyol
Sebut saja David de Gea, Cesar Azpilicueta, Javi Martinez, Thiago Alcantara, Ander Herrera hingga Juan Mata, pernah merasakan tempaan Milla di Spanyol U-21. Kini mereka merasakan hasil dari tempaan Milla dengan menjadi pemain besar dunia.
  • Prestasi Seabagi Pemain
Bagi generasi 1990-an, nama Milla cukup dikenal sebagai pesepak bola yang sukses. Dirinya cukup piawai menerapkan sepak bola simpel sebagai gelandang bertahan di Barcelona, Real Madrid, dan Valencia.

Di Barcelona, Milla meraih Piala Winners 1988-89. Lalu ia juga pernah merasakan gelar juara La Liga Spanyol pada 1985-85, plus Piala Raja Spanyol 1989-90. Setelah enam tahun bermain di Camp Nou, Milla hijrah ke rival abadi Barcelona, yakni Real Madrid. Torehan Milla juga cukup mentereng di Los Blancos, dengan meraih dua gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, dan satu gelar Piala Raja.
Bersama Real Madrid, Milla cukup sering bermain sebelum akhirnya ia harus rela kehilangan tempat di tim inti seiring kehadiran Fernando Redondo. Bersama Los Merengues, ia meraih dua gelar La Liga, satu gelar Piala Raja, dan dua gelar Piala Super Spanyol.

Setelah kehilangan tempat di Madrid akibat hadirnya Fernando Redondo tahun 1997, Milla hengkang ke Valencia selama empat musim. Di El Che, Milla mampu mempersembahkan gelar Piala Raja Spanyon, dan Piala Super Spanyol

Selama menukangi Timnas Indonesia nanti, Milla akan berupaya menerapkan gaya khas sepakbola Spanyol yang bermain dari kaki ke kaki. Meski diakuinya masalah komunikasi akan menjadi tantangan terbesar Mila yang tak fasih berbahasa Inggris. Target tinggi Milla dibarengi dengan gaji tinggi pula. Karena kabarnya mantan pelatih Real Zaragoza ini menerima gaji tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan gaji yang diterima Riedl saat menangani Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Semoga saja dengan datangnya Luis Mila, prestasi tim garuda dapat berjaya dikancah international. Sukses untuk Luis Mila dan Sepakbola Indonesia.

0 Response to "Luis Milla, Harapan Baru Untuk Kemajuan Sepakbola Indonesia"

Posting Komentar