Jadikan Kata Tanya “Kapan?” Sebagai Semangat Bukan Pasrah

Aku dan kemungkinan besar anda tentunya sudah pasti akan menemukan kata Tanya ”kapan?” ini dalam perjalanan hidup, entah itu saat ini sedang menyerang anda ataupun itu nanti, itu sudah pasti dia akan datang menghampirimu. Kata kapan ini bukan saja soal hal yang lumrah dibicarakan banyak orang seperti kapan wisuda?, kapan punya pacar?, kapan nikah?, dan kapan punya anak?, namun kkadang pula lebih nyeleneh ke hal yang lebih sensitive yang membuat kita lebih jengkel dibuatnya dan rasaya mati bosan setiap hari harus mendengarkan dan diceramahi dengan kata Tanya “kapan?” ini.
Jika yang bertanya itu orang tidak kita kenal bertanya seperti itu mungkin kita tak menjadi persoalan karena kita berpikir kita beranggapan orang itu sok kenal sok dekat saja atau hanya modus saja ingin kenal saja, Namun yang menjadi pertanyaannya adalah orang yang sering sekali bertanya tentang perihal kapan tersebut orang yang dekat sama kita seperti orang tua, kerabat, sahabat dan teman. Mereka seolah tak pernah merasakan betapa getirnya ketika kita ditanya dengan katta “kapan?” tersebut.

Kita sangat memahami pastinya bagaimana rasanya, contohnya saja pada saat anda masih jomblo, lalu ditanya kapan nikah tentunya hal yang menjengkelkan bagi orang-orang tertentu. Bagaimana mau nikah, pacar saja belum punya. Lalu masalah menurut loe?. Lalu ketika sudah punya pacar, satu tingkatkan Tanya akan datang lagi yaitu kapan nikah?, kapan terima undangan?. Yang pacaran kan kita kenapa dia yang sangat repot ngurusin kita kapan nikah dan kita mau ngundang siapapun terserah kita dong, masalah buat lo?.

Belum lagi jika sudah nikah, pertanyaan kapan itu ternyata belum kelar juga sepertinya, Kita akan mendengarkan lagi yang paling dekat dulu yaitu dari mertua dan orang tua yaitu kapan punya cucu?, setelah punya cucu, kapan si A Punya adek dan seperti itulah Tanya kapan yang tak akan berhenti sebelum kita menyikapinya dengan tenang dan bijaksana.

Banyak lagi hal yang berhubungan denggan kata Tanya kapan ini yang kadang membuat seseorang begitu pusing untuk memikirkannya dan kadang pulan mereka begitu stress memendamnya. Janganlah seperti itu, sikapi semua yang terjadi dalam hidup ini dengan baik tanpa harus menjadikan sebuah persoalan yang serius. Ikuti irama perjalanan hidupmu dan tak perlu juga kau terburu-buru menjawab semua kata Tanya kapan itu saat ini dan nikmati saja dan jawablah dengan baik ketika waktunya tiba nanti. Jangan jadikan kata Tanya kapan itu sebagai petaka ataupun pematah semangat hidupmu karena jika itu terjadi maka kau kemungkinan besar tak akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan “Kapan?” itu nantinya.

Artikel Terkait

Jadikan Kata Tanya “Kapan?” Sebagai Semangat Bukan Pasrah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email