Perahu Kecil Kehidupan

Kehidupan yang kita rasakan dan jalani diatas didunia ini tak selalu berjalan sesuai dengan harapan hati, Kadang sesuatu yang diharapkan tidak mampu kita terima karena suatu keadaan ataupun sebab lainnya yang membuat harap dan keinginan tersebut tak menemukan titik terang hingga kadang membuat kita lemah tak berdaya karenanya. Hingga kita menjadi orang yang sulit sekali menerima kenyataan yang terjadi dalam hidup ini.
Tak semua orang yang mampu menghadapi gejolak tersebut hingga dia mampu bangun kembali ketika keterpurukan datang menghampirinya, Kadang banyak dari mereka yang tak mampu menghadapi itu semua sehingga mereka pergi untuk menyerah lalu menghilang dalam keputusasaan yang mendalam. Jika hal itu sudah terjadi, Sulit pastinya untuk kembali karena kehancuran hidup telah menaungi dalam diri walaupun bisa namun tak seperti awal dimana mereka mampu tersenyum dengan penuh semangat.

Jika menelusuri kejadian demi kejadian yang terjadi dalam perjalanan hidup didunia ini maka penulis ingin menuliskan sesuatu hal yang menurut penulis alami hingga saat ini jika hidup itu bak sebuah perahu kecil yang akan melintasi lautan luas untuk sampai ke seberang sana dengan selamat dan sukses.

Di dalam perjalanan menuju ke seberang sana, tentunya kita harus menggunakan perahu kecil tersebut. Jika diam saja ditempat maka kau akan hancur ditelan gelombang waktu terombang-ambing oleh cobaan dan rintangan badai kehidupan dan itu sudah pasti kau akn sulit untuk menemukan apa arti sebenarnya dari hidup yang kau miliki.

Menelusuri dari awal kita lahir di dunia ini dimana kita harus berusaha untuk melewati masa kecil kita hingga menjadi anak-anak. Dalam proses tersebut bukanlah waktu yang mudah pastinya dimana kau berusaha untuk berjuang untuk mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari orang tua kita. Kita telah membuat suatu perubahan dalam hidup orang tua kita dimana mereka harus berjuang agar kau bisa bertahan hidup walaupun itu kadang sulit untuk mereka jalani.

Hingga kita tumbuh remaja kita mulai menjalani hidup yang separuh dari waktu hidup kita dimana kita semakin mengerti mana yang seharusnya kita lakukan hingga menjadi anak yang berbakti dan bermanfaat bagi orang tua kita agar mereka tersenyum. Dari remaja kita tumbuh menjadi dewasa. Pada fase inilah kita harus sangat mawas diri karena pada fase ini kita akan menemukan banyak hal dan kita harus membuka mata jika hidup baru yang penuh dengan tantangan baru saja kita mulai.

Kehidupan baru tahap inilah kita harus memulai semuanya dengan baik agar kedepannya bisa menikmati apa yang kita inginkan. Kita harus berjuang bukan saja melawan gejolak waktu dan mereka namun kau juga harus bisa juga melawan diri sendiri agar setiap langkah tak menemukan kesulitan dalam kau menjalaninya. Walaupun ada kata sulit dan terjatuh ditengah perjalanan tersebut kau harus bangun kembali, lagi dan kau masih berusaha untuk bangkit karena kau begitu memahami jika sejati hidup didunia ini ya seperti itu.

Tak ada yang merasa senang terus menerus setiap hari dan tak juga selalu merasa sedih terus setiap harinya didunia fana ini. Semua orang akan merasakan situasi yang berbeda dan itu tentunya kau sangat memahami betapa hidup ini akan dihidangkan berbagai perkara agar kau mengerti jika hidup hanyalah sebuah perjalanan panjang yang pada suatu ketika kau akan sampai pada tujuan yang abadi yaitu masa akhirmu didunia ini.

Sebelumnya kau sampai pada batas akhir itu tentunya kau tak ingin hidupmu tak punya cerita dan hanya mampu duduk diam saja, kau sudah pasti ingin melakukan sesuatu hal agar kau dapat menjawab digunakan dengan untuk apa waktumu didunia ini.

Dalam perjalanan dan cerita itulah hidup dapat di ibarat seperti melintasi lautan yang kita mengerti jika lautan itu sangat luas dan sangat sulit. Jika kita tak mengerti arah dan harus kemana Dalam melewati lautan ini. Kita sebenarnya hanya dimodalkan sebuah perahu kecil dan satu sampan untuk digunakan dalam mengarungi lautan luas kehidupan itu. Dalam perjalanan menggunakan perahu kecil tersebut kau dituntut untuk menyeimbangi perahumu agar stabil dan tidak gulang-galing. Begitu juga saat kita mendayung, jangan terlalu cepat tidak pula terlaku lambat.

Pada tahap awal mungkin kau masih berada di sisi pantai dimana keindahan dan kenyaman tanpa ragu kau bergerak masih bisa kau rasakan. Fase ini disebut fase bahagia karena kau masih berada bersama orang tuamu dan kau masih bisa minta ini dan itu kepada mereka. Setelah sedikit menjauh dari sisi pantai kau berada di antara dua perpindahan yakni sisi pantai lalu ketengah lautan. Fase ini dnamakan masa remaja dimana kau akan menemukan berbagai hal yang baru dalam hidupmu dan jelas kau masih mencari jati diri.

Lalu setelah itu kau sampai pada pertengahan yang dikatakan masa dewasa. Ketika kau berada ditengah lautan ini tentunya perahumu akan menemukan berbagai kendala baik itu ombak, badai dan hal lainnya. Jika dirimu tak mampu menyimbangi perahumu maka sudah pasti perahumu akan terbalik dan berbagai bahaya sudah menantimu dengan buas.

Jika kau lemah maka perahumu akan terombang-ambing tanpa laju. Kau harus berusaha meredam semua itu jika kau ingin selamat dalam arti jika hidup akan seperti itu dimana cobaan akan silih berganti tanpa pandang siapa dirimu dan bisakah kita bertahan dan melewatinya?.

Hingga melewati fase tengah kita mendekati sisi seberang sana yang tentunya kita akan merasakan kesuksesan bukan karena kau mampu mengatasi semua rintanganmu namun cerita hidupmu kau rasakan sendiri jadi kau sangat bersyukur dengan apa yang kau terima dalam hidupmu. Hingga kau sampai pada sebuah pelabuhsn maka kelegaan hati akan begitu terasa walaupun diseberang sana kau tak menemukan apa-apa. Dalam arti hidup, jikapun kau telah berusaha semaksimal mungkin namun belum membuahkan hasil tapi kau tetap merasa bangga dengan perjuanganmu karena sejatinya hidup bukan kita yang menentukan hasilnya namun Tuhan maha tau dan mengetahui apa yang harus dia berikan untuk kita dan pemberian itu jelas tak akan membuatmu kecewa.

Jika pun kau kembali kesana tak memiliki apa-apa diatas dunia ini namun kau akan memiliki lebih dari itu jika kau mengerti hidup itu yang sesungguhnya dan jika kau mampu menaklukan itu semua maka hamparan pasir putih dipayungii dengan langit biru dan hotel yang megah akan kau rasakan di dalam hidupmu dan kau akan merasa bahagia bukan karena kau mampu mendapatkan semuanya namun kau telah menjanii tugas hidupmu dengan baik dan kau selalu siap untuk menjawab ketika waktumu kembali kesisiNYA tanpa ragu dan takut.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Artikel Terkait

Perahu Kecil Kehidupan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email