Berbusana Tapi Telanjang

Hari ini, entah apa lagi yang diributkan oleh kaum hawa yang berada di kantorku. Mereka saling sindir menyindir dan saling cela mencela satu dengan yang lain sehingga suara keras kian lantang terdengar olehku. Mengusik suasana kantor yang begitu sama dengan aktivitas yang berjalan, membuat semua terdiam ketika seorang wanita dengan wajah memerah bergegas melewati tempat dudukku sambil mengusap mata yang terlihat sambil menangis. Terlihat banyak dari karyawan yang mendatangi tempat kejadian hanya sekedar untuk bertanya, Apa gerangan, apa yang sedang terjadi dan apa yang membuat suasana kantor menjadi ramai?, Entahlah bagiku, yang jelas akutelah mendengar perkataan yang mereka lontarkan leat bisik kencang yang membelah suasana kantor menjadi membisu.
Kejadian ini menurutku bukanlah hal yang pertama karena beberapa hari sebelumnya aku juga melihat kejadian yang sama dimana masalahnya adalah karena pakaian, dimana satu orang bilang percuma pakai jilbab jika hanya kepalamu saja yang dijilbabkan sementara lekukan tubuhmu diumbar kemana-mana. Sementara orang yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjawab, Mendingan gue masih mau pakai jilbab, daripada loe yang mengubar paha dan dada kemana-mana alias belum pakai jilbab.

Menelusuri perihal itu, maka kembalikan ke diri masing-masing wahai engkau wanita penghuni surge. Jika mengacu pada Al-qur’an jika menutup aurat itu hukumnya wajib bagi wanita yang sudah baligh. Menutup aurat bagi wanita itu dari ujung kepada hingga kaki terkeculai muka dan pergelangan tangan. Namun jika sudah siap, jika belum siap hanya mengikuti trend atau hanyaingin menutupi hal yang ingin kau tutupi, tentunya bukan mendapatkan pahala dan kebaikan bagi dirimu, justru mendapatkan keburukan nantinya.

Seperti halnya yang terjadi, Mungkin mereka yang bilang berbusana tapi telanjang itu mungkin bagi wanita yang memakai jilbab namun aurat justru makin gencar dipamerkan. Wanita yang memakain jilbab namun hanya gaya dan trend saja tanpa memahami apa arti dari jilbab itu sendiri dan apa gunanya bagi seorang wanita muslimah. Jilbab itu pakaian yang dikhususkan untuk kaum wanita yang memang mereka sudah siap untuk memakainya, jika belum siap secara lahir dan bathin, tentunya lebih baik jangan dulu dan berpakai rapi dan jauh dari kata mengubar aurat itu mungkin lebih baik dari pada mereka yang memakai jilbab namun hanya dikepala namun tidak dibadan.

Hal ini menjadi topic dikantor dan sering saja terjadi mengenai perihal pakaian ini. Menurutku sendiri sich, kembalikan kepada diri wanita itu masing-masing dan tentunya mereka berani melakukan itu tentunya memiliki persepsi yang berbeda dan berpakaian itu hak dan itu tak bisa dihujat karena jika terjadi maka akan terjadi salah paham nantinya. Bagi yang memakai jilbab, ya pakailah jilbab yang memenuhi criteria bagaimana cara memakai jilbab yang baik dan benar, dan bagi yang belum bagi wanita muslimah, mungkin mereka belum siap dan belum menemukan hidayah untuk memakai jilbab. Dengan ccara begini mungkin lebih adem dan lebih bijak sepertinya tanpaharus mengusik kehidupan orang lain yang akan menimbulkan kegaduhan di lingkungan dan keakraban antara sesame. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Artikel Terkait

Berbusana Tapi Telanjang
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email