Jejak Rindu Di Telaga Nurani 5 : Bait Terakhir

Atas Nama Cinta, Aku tulis sebuah cerita tentang seseorang wanita yang terlalu indah untuk aku lewatkan hanya dengan rasa kagum saja, paling tidak aku bisa menuliskan sesuatu tentang keindahan senyumnya itu, atau aku bisa bercerita dalam sepi untuk melukiskan wajahnya dalam setiap doa sujudku kepada sang pemilik keindahanya itu. Walaupun tak ada yang menjamin jika dia akan menjelma menjadi nyata dalam waktuku tapi aku pastikan aku tak akan menuntut apa-apa jika itu memang terjadi nantinya. Karena mengenalinya saja aku sudah merasa begitu indah dan hadirnya bagaikan malaikat penolong bagiku, bagaimana bisa aku membencinya dengan alasanya yang tak masuk akal.
                Sebenarnya tak ada alasanya lain selain berkata jika dia memang indah untuk aku tuliskan disini dan dia berhak mendapatkan pujian itu karena bukan aku saja yang berkata seperti itu namun diluar sana mungkin banyak pengagum rahasia yang melakukan lebih dariku seperti aku menulis keindahamu dalam tulisan ini dan mereka mungkin telah lama dan lebih dulu dariku mengangumi keindahanmu dan mungkin juga salah satu dari mereka pernah menjadi bagian indah dalam waktumu dan itu tak akan menjadi beban dalam aku memujimu karena dihatimu telah ada seseorang yang mungkin hingga saat ini telah bersenandung indah dalam harimu.
                Rasa cintaku telah memilihmu untuk bercerita dan aku tak bisa menolak hadirnya perasaan itu dan hingga hari itu dimana sesuatu terjadi dalam waktuku, akupun sebenarnya tak mampu membendung perasaan ini terhadapmu namun semenjak hari itu aku harus melakukannya bukan karena aku telah lelah menantimu tak kunjung mengetahui apa yang aku rasa namun dibalik aku berjuang untuk mengungkapkan perasaan itu kepadamu, ternyata aku lupa disekelilingku bahwa sahabatku juga memiliki perasaan yang sama seperti aku dimana dia sangat ingin memilikimu.
                Sejak saat itulah aku harus berhenti melakukan apa yang sering aku lakukan untukmu seperti menulis hal yang indah tentangmu. Saat itu juga, dimana semua tentangmu telah aku simpan erat-erat dalam cerita hidupku. Pada hari itu pula aku telah membuat kesepakatan dalam hatiku untuk membendung semua rasa hadirmu dalam waktuku. Bukan karena aku tak mampu untuk mengungkapkan perasaan yang pernah mengisi indah hariku, bukan pula aku terlalu egois akan perasaanku sendiri hingga aku tak menyampaikanya kepadamu, namun kusimpan perasaan tulus hatiku ini karena alasan yang kuat dimana disatu sisi aku tak akan bisa berbuat apa-apa lagi untuk meneruskannya dan di sisi lain aku tak mau membuat orang lain terluka sama seperti aku yang pernah terluka karena seseorang pergi dengan orang lain.
                Dengan alasan itulah aku harus merelakan semua apa yang pernah aku dapatkan darimu. Cerita, indah, hariku dan warna dibalik hadirmu, semua harus aku buang jauh-jauh dalam hidupku. Aku tak mau orang yang ada didekatku merasa hal yang sama seperti apa yang aku rasa dan aku lihat jika sahabatku memiliki cinta yang begitu kuat sama seperti apa yang aku rasa terhadapmu dan cinta itu adalah sahabatku sendiri yang mencintaimu setulus hati.
                Begitu berat sejak dia berkata tentangmu dalam ceritanya, dimana dia begitu sangat mengharapkanmu, dia sangat mencintaimu dan dia telah berkorban dalam setiap helaan nafasnya untukmu dan dia telah berupaya untuk memberikan perhatian kepadamu setiap waktu, sementara aku hanya akan membuatmu terluka, sedih dan gundah. Sangat terpukul memang dalam hati, disaat-saat aku merasakan hadirmu begitu berharga bagiku, hadirmu begitu memberiku nafas dan dunia baru bagiku, disaat aku terpuruk oleh waktu karena seseorang yang telah meninggalkanku pergi bersama seseorang yang telah dia pilih dalam jalan hidupnya, disaat itu pula aku  harus berpaling dari waktu dan perasaan yang sama.
                Pada saat hati ini begitu ingin mengungkapkan apa yang dirasa, disaat itu pula aku harus berperang melawan semua rasa itu demi sahabatku yang telah memilih dirimu juga untuk dicintai. Dia sering berkata kepadaku tentangmu, bercerita tentangmu dan menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mengungkapkan perasaannya padamu. Walaupun perkataanku itu adalah perasaanku untukmu yang aku serahkan kepadanya, namun aku merasa jika pun aku tak bisa ungkapkan ini kepadamu karena sahabatku itu, tapi aku pastikan itu tak mengurangi rasa hatiku terhadapmu walaupun semua tak seperti apa yang aku harapkan namun dibalik itusemua, aku ingin semua orang disisiku merasa bahagia walaupun aku yang harus menderita dan mungkin itu telah menjadi sebuah jalan hidup untukku dimana aku harus belajar untuk sekian kalinya melepaskan seseorang dalam hidupku.
                Sulit, sangat sulit untuk aku melakukannya, namun saat ini itu harus aku lakukan dan aku tak punya pilihan lain kecuali merelakan dirimu menjauh dan mendekam dalam bayang kasih sahaabatku. Waktu begitu sulit untuk aku jalani hingga saat ini, dimana setiap hari aku harus menjadi yang beda seperti orang lain, disatu sisi aku harus menghindari darimu, disatu sisi aku harus bersikap aneh dari biasanya dihadapanmu, berharap dirimu tak lagi memberikan ku senyum yang pernah kau isi dalam waktuku. Berharap kau tak lagi dapat tertawa dihadapanku agar perasaan ini semakin hari semakin berkurang mengharapkanmu ada dalam helaan nafasku.
                Maafkan aku jika dalam waktu kedepan aku semakin bersikap tidak baik terhadapmu, Maafkan aku jika lisan ini sering mengeluarkan kata-kata yang tak pernah kau dengar sebelumnya. Sungguh, sebenarnya sulit bagiku untuk melakukannya menjadi orang yang berbeda dihadapanmu, namun saat ini itu harus aku lakukan demi kebaikan semua.
                Sahabatku dan kamu yang saat ini begitu berharga bagiku. Maafkan aku jika hatimu terluka karena perkataanku, sikapku dan perlakuanku yang mungkin telah membuatmu membenciku. Aku hanya ingin semua baik-baik saja dan aku tak ingin semua menjadi berubah semakin buruk hanya karena memiliki perasaan yang sama. Aku tak ingin menghancurkan perasaan seseorang yang begitu mencintaimu karena aku sangat paham dan sangat mengerti dimana aku pernah merasa disaat seseorang harus pergi bersama yang lain dan itu begitu sakit aku rasa dan aku harap aku tak melakukan itu terhadap sahabatku yang begitu mencintai dirimu.
                Bahagia rasanya jika kau pernah ada dalam cerita hidupku walaupun kebahagian itu harus aku simpan erat-erat dalam hatiku. Aku tak akan menuntut apa-apa darimu dan juga sahabatku karena hal ini. Jikapun Sahabatku mengatakan perasaannya kepadamu dan apapun jawabanmu, aku tak berhak ikut campur dengan hal itu lagi dan aku harap apapun jawabanmu terhadap perasaan sahabatku kelak, Jangan jadikan alasan kalian untuk saling mejauh dan saling membenci karena jika itu terjadi maka aku sangat merasa sedih dengan keadaan itu.
                Menghindari bukan alasanku untuk tidak mengabaikan semua yang aku rasa tentangmu dan menjauh darimu bukan alasanku untuk membencimu namun alasan itu telah berkata kepadaku jika aku harus melakukannya saat ini dan aku aku tak bisa hidup dalam dunia yang bukan untukku.
                Tentangmu, tak perlu kau bertanya seberapa waktu aku habiskan hanya untuk memikirkanmu setiap hari, merindukan setiap malam dan mendoakanmu disetiap sujudku. Aku terlalu kuat untuk melakukan hal ini jadi aku pastikan tak ada yang salah menyalahkan dalam kisah ini.
                Jikapun kau mengetahui apa yang telah aku lakukan ini untukmu suatu hari kelak, Aku akan tetap memilih pilihan ini dan aku harap kau tak bertanya lagi dengan hal yang sama karena aku tak memiliki jawaban lain selain berkata jika aku bukanlah orang yang terbaik untukmu dan diluar sana mungkin masih banyak orang yang jauh lebih baik dari diriku dan aku sudah sepantasnya melepasmu pergi dari waktukku untuk menemukan kebahagian yang mungkin saja telah menunggumu terlalu lama diluar sana.
                Tentangmu, Jangan takut aku akan melenyapkannya dengan kata benci dalam hatiku. Perlu kau tau, hadirmu telah memberiku banyak pelajaran yang berharga dalam hidupku dan itu tak mungkin aku hilangkan begitu saja. Aku pastikan cerita tentangmu akan selalu ada dalam hatiku walaupun ada seseorang yang datang menutupi semua celah yang ada dalam hatiku kelak waktu nanti namun disisi yang dia tak pernah tau, bait namamu akan selalu tertulis merdu nan indah dalam sebuah kenangan yang akan menemaniku dikala sepi menyapa dan aku harap kau juga harus bahagia bersama orang yang kau pilih dalam hidupmu dimanapun dan dengan siapapun kau berada nanti.


                Senang bisa bertemu dan mengenalimu dalam waktukku dan hingga hari itu tiba dimana aku harus melepas semua perasaan ini untukmu, maka tulisan ini menjadi saksi jika aku pernah melakukan sesuatu untukmu dan aku bahagian bisa menuliskan ini untuk orang yang pernah membuat hidupku penuh warna. Terima kasih kau telah datang dan hadir dalam hidupku, walaupun pada akhirnya aku tak mampu mengatakan perasaan ini kepadamu, namun aku pastikan bahagia itu akan selalu tercipta untukmu dan untukku tentunya bersama seseorang yang telah ditakdirkan ada untuk menemani cerita yang kosong dalam hati.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Artikel Terkait

Jejak Rindu Di Telaga Nurani 5 : Bait Terakhir
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email