Jejak Rindu Di Telaga Nurani 4 : Ketika Cinta Sebatas Tulisan

“…Bisik lembut berdengung diteligaku
Ketika detak langkah hadirmu datang menghampriku.
Berdetak kencang dalam hati,
tanyakan diri kapan dia menjelma menjadi nyata
Agar mampu mengobati sepi bergelimang asa yang kini melanda diri…”
“…Aku lihat kau berdiri tepat dihadapanku, sosok bayang rindu yang aku nanti
Berdiri semampai indah menghampriku
Tertegunku akan ciptaan yang Kuasa
Betapa indahnya parasmu berhias senyum manja
Berparas rindu berbalut sholeha yang mengagumkan hati setiap mata memandang…”
“…diakah yang selama ini aku nanti
atau hanya sekedar pengantar Senja yang akan datang sesaat lalu pergi tinggalkann
Gelapnya malam tanpa bintang…”
 Cinta Adalah anugerah terindah yang Allah SWT Ciptakan untuk kehidupan dimuka bumi ini. Bukan saja untuk manusia namun untuk mereka seluruh mahkluk yang mendiami dipermukaaan fana ini tentunya dengan cara, rasa dan bahasa yang berbeda.

Dalam kehidupan Manusia cintalah yang menjadi bahasanya dan mungkin akan beda jika dalam bahasa mahluk lainnya. Cinta telah mengajarkan banyak hal kepada manusia dimuka bumi ini untuk saling mengenal, saling menyayangi, saling berbagi dan saling kasih mengasihi agar tercipta lingkungan yang damai.

Cinta telah memberikan banyak manfaat dan telah banyak menciptakan keindahan dalam bahagia kepada insan yang mengutamakan cinta dalam hidup ini. Tapi cinta sudah pasti tidak akan indah dalam kehidupan didunia ini jika cinta itu tak menyatukan dua aspek kehidupan, baik itu secara vertikal maupun horizontal.

Cinta secara Vertikal tentunya cinta kita kepada sang khalig yang harus kita tanamkan dalam hati dan jiwa kita dalam bentuk sujud syukur kita kepadaNYA atas nikmat dan karunia yang telah di berikan kepada kita semuanya. Sedangkan secara horizontal, cinta antar kita semua, baik itu cinta sesama manusia dalam arti kasih mengasihi sesuai kodratnya sebagai mahluk sosial dan juga cinta kepada lingkungan kita agar hidup menjadi indah dan nyaman.

Jadi, cinta akan selalu bernaung dalam kehidupan ini keberadaanya. Jika kau tak pernah merasakan dan memiliki cinta maka sudah pasti kau tak akan mampu untuk bertahan hidup dimuka bumi ini. Jika kau tak punya cinta sudah pasti bahagia akan sulit untuk kau rasakan. Jika cinta tak pernah bernaung dalam hidupmu maka sudah pasti kegersangan jiwa akan kau rasakan.

Apapun alasanmu, kerajaan cinta tak akan bisa di goyahkan keberadaanya. Apapun pertimbanganmu maka cinta akan menjadi jalan keluar Setiap masalah dalam hidupmu. Tak heran jika ada sebuah cerita dan kisah begitu mengagungkan nama cinta Karen cinta itu begitu berharga untuk kita miliki. Cinta itu hidup, jika hidup tanpa cinta maka kau tak akan bisa hidup.

Kamu, dia, mereka dan aku memiliki cinta. Semua memiliki cinta namun dengan resep dan cita rasa yang berbeda pastinya karena setiap orang akan mencari cara dia sendiri untuk membuat taman cinta dalam perjalanan kisah hidupnya dipenuhi dengan bunga-bunga mekar semerbak mewangi setiap hari.

Untuk meraih cinta, Ada dengan cara lambat namun pasti, dan ada pula dengan cara yang tegas dan apapun caramu yang jelas kau melakukanya dengan tujuan yang baik yaitu bahagia pastinya.

Seperti itu pula apa yang aku rasa saat ini, merasakan sebuah cinta, tentang rindu dan tentang dia yang sedang memikat diri dalam rindu yang belum temukan sosok jawaban dalam kepastian cinta yang aku miliki ini.

Tentang rindu, tentang dia yang kini melekat dalam bayang rindu tak mampu aku usir begitu saja tanpa alasan yang tepat mendekam dalam waktuku.
Memang sulit jika keadaan seperti ini terus melanda waktu, dimana ketika seseorang yang kita kagumi belum mampu untuk kita ungkapkan apa yang kita rasa akan kehadiranya saat ini. Kita kadang bertingkah aneh ketika kita sedang dilanda api cinta. Kita terlihat resah dan gelisah menunggu waktu yang tepat untuk ungkapkan apa yang kita rasa dalam hati.

Jika kita seorang yang berani dengan perasaan yang kita rasa akan hadirnya, tak ada salahnya untuk kau ungkapkan saja dengan yakin. Namun jika ada kendala dalam diri kita tak mampu berbuat apa-apa untuk tuangkan rindu yang tak berkesudahan dalam hati, tentunya kita akan merasa lelah dan tertekan dimana setiap waktu perasaan itu semakin berkembang dan tumbuh subur dalam kalbu yang menyakitkan.

Jika seperti itu adanya, aku harap jangan pernah kau risau akan keadaan diri yang seperti itu. Yakinkan dalam hati jika cinta yang hadir tak akan pernah salah mengisi waktumu. Dia datang memilih orang yang tepat untuk kau bisa jatuh cinta dan tak sangat yakin jika cinta terhadapnya tak sembarangan dia berlabuh kepada siapa saja.

Walaupun kadang saja cinta itu jatuh pada seseorang yang tak tepat dimana menurut kita sangat jauh berbeda dalam urasan dunia seperti dia terlalu cantik untukku miliki dan dia orang kaya yang tak mungkin dapat aku gapai.

Dengan keadaan seperti itu kadang kita hanya mampu diam dan merasakan cinta itu sendiri saja tanpa diketahui sedikitpun oleh pemilik cinta tersebut. Semakin lemah hingga meneteskan air mata dalam diri. Timbulah pertanyaan, kenapa cinta hadir hanya mampu sebatas rindu, hanya sebatas angan dan kenapa cinta datang dalam hati ketika diri ini tak mampu menggapainya lepas pergi menelusuri waktu untuk ungkapkan rasa ini tepat ke dalam hatinya.

Kerisauan, kegalauan, kegelisahan, kemarahan dan kebencian dalam diri kadang keluar hingga tak mampu terbendung untuk pergi tinggalkan rasa yang selama ini menghangatkan jiwa dalam rindunya hati.

Ingin rasanya diri pergi jauh dan tak pernah kembali lagi agar wajah itu tak terlihat kembali yang telah membangun harapan bahagia dalam diri. Namun apa daya ketika cinta telah merasuki jiwa maka kau akan sulit untuk melepaskanya begitu saja.

Nikmatilah perjalanan cintamu kemana dia mau pergi. Rasakan dengan hati akan hadirnya cinta dalam hidupmu, tak perlu kau kecewa, sakit hati hingga membenci cinta dalam waktumu.

Ingat, Masih banyak hal yang mampu mengobati kerinduan yang mendalam ketika kau sedang jatuh cinta kepada seseorang walaupun kau tak sempat mengungkapkanya, namun kau patut bersyukur jika cinta masih bernaung indah dalam dirimu. Cepat atau lambat dan apapun cinta yang kau rasa, jika dia memang tercipta untuk kau miliki maka dia akan datang kepadamu mengisi bahagia yang kau tunggu.
Seperti layak cinta yang aku rasa saat ini. Mungkin hanya sebatas rindu yang mampu aku rasakan kepadanya, sedankgan untuk memiliki dirinya mungkin akan kesulitan untuk aku gapai, bukan soal tak mampu, tak mampu aku ungkapkan isi hati ini kepadanya namun melihat dia terlalu indah untuk aku miliki maka seiring itu berkatalah dalam hati jika dia pantas mendapatkan orang yang memang pantas mendampinginya.

Menyerah tentu tidak, sakit hati tentu tidak dan kecewa dengan cinta atas namanya itu tak terbalas tentu tidak juga karena aku sangat menikmati rasa cinta ini. Jatuh cinta kepada dia yang setia setiap hari masih mampu aku tatap mata indahnya dan aku masih mampu lihat senyumnya.

Mungkin saja saat ini dia telah ada yang merindukanya, mungkin saja saat ini dia telah menemukan tempat yang baik yang jauh lebih baik dari apa yang aku rasa saat ini.

Namun atas nama cinta yang penuh dengan keindahan, aku tak akan menyerah begitu saja. Walaupun akhir cerita yang aku dapat tak sepertinya indahnya syair cinta yang aku rangkai atas namanya tapi paling tidak rindu yang pernah ada akan menjadi sebuah bukti jika dirimu pernah membuatku bahagia, sakit hati, kecewa dan membuatku sulit untuk tidur ketika malam datang rindu itu menyerang.

Tulisan ini aku ciptakan tentang cinta, tentangmu yang terindah. Berkalimat rindunya hati dengan kejujuran yang aku racik dari indahnya senyummu itu, Indahnya matamu dan sholehanya imanmu.
Kepadamu aku berkata, Walau hanya sebatas tulisan yang mampu aku buat demi mendapatkanmu, itu tak akan membuat hidupku berakhir sampai disini saja karena aku yakin hadirmu bukan saja akan memberiku banyak pelajaran akan arti cinta namun juga telah mengajarkan kepadaku bagaimana cara menjadi seorang penulis yang baik.

Banyak hal yang aku dapatkan dari hadirnya dirimu dalam waktuku. Banyak cerita yang aku dapatkan ketika aku jatuh cinta kepadamu, dan aku berharap dan sangat berharap jika suatu hari kelak aku mampu katakan perasaan ini padamu hingga kau mampu untuk menjawab dengan kata iya, namun jika tidak maka tulisan ini saja yang mampu aku dapatkan darimu maka itu kebodohan diriku saja yang telah mengabaikan keindahan pergi begitu saja dariku.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Artikel Terkait

Jejak Rindu Di Telaga Nurani 4 : Ketika Cinta Sebatas Tulisan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email