Benarkah Kata Kapan Itu Menyakitkan?

Mungkin dalam hidup anda pernah mendengarkan dengan kata Tanya “Kapan?”. Kata kapan yang anda dengar bukan sekedar kata kapannya saja namun setelah kapan itu ada sambungannya seperti ‘Kapan kamu wisuda?”, “Kapan Kamu Nikah?”, Kapan Punya Anak?, Kapan dan kapan lagi. Mungkin sebagian dari kita tak terlalu memikirkan dengan kalimat Tanya tersebut namun sebagian juga kadang itu menyakitkan karena boleh jadi mereka sedang meratapi waktu keadaan itu saat ini.
Seperti kapan kamu wisuda?, Mungkin bagi anda yang telah lulus dalam tahap ini mungkin anda tidak masalah dengan pertanyaan ini namun bagi mereka yang saat ini sedang berjuang dalam waktu mereka, mungkin sangat berat jika setiap harus mendengarkan pertanyaan ini. Waktu menyusun skripsi bukanlah hal yang mudah menurutku karena menyusun skripsi adalah waktu yang begitu sulit untuk ditata dengan kata dan tak mudah dicerna dengan bahasa hati karena kemungkina besar kita akan bertarung melawan waktu malas, menghadapi dosen dan lain sebagainya dan yang lebih cimaki lagi jika dalam menyusun skripsi untuk menuju wisuda begitu banyak cobaan dan kendalanya dan menurut saya pribadi hal itu bagian dari perjuangan untuk menjadi seorang sarjana.

Belum lagi pertanyaan yang satu ini masih bermuara pada kata kapan, ya kapan kamu menikah?. Perlu kita ketahui juga jika kadang kita terlalu mengurusi orang lain padalah kita pernah mengalami waktu yang sama ketika kita pada waktu belum menikah atau belum menemukan seseorang yang pas untuk ktia jadikan pendamping hidup yang saat ini tersenyum manja disamping anda. Anda terlalu egois dengan diri anda sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Mungkin sebagian dari orang yang fine-fine saja menerima pertanyaan yang kita lontarkan tersebut, namun bagi mereka yang belum siap menerima pertanyaan itu mungkin akan merasa tersinggung ataupun sakit hati kepada anda nantinya. Jadi beloh anda bertanya namun jangan dibawa serius dengan pertanyaan ini karena pertanyaan ini sepertinya sensitive.

Setelah pertanyaan itu dijawab, mungkin saja akan muncul lagi pertanyaan yaitu kapan punya anak?. Bagi anda yang sudah menikah namun belum dikarunia seorang putra maupun putrid mungkin akan sedikit menjadi beban bagi anda dan istri, apalagi pada saat acara undangan, keluarga dan acara lain sebabagianya, jika anda seseorang teman dan orang lain bertanya, kapan punya anak?, mungkin anda akan merasa minder ataupun tersinggung apalagi umur pernikahan anda sudah cukup lama tentunya membuat anda semakin minder. Tak pelu kau bertanya begitu detailnya kepada mereka yang memang sudang pada masa sulit dan jangan biarkan lisanmu melaukai hati mereka nantinya walaupun menurutmu itu baik bagi mereka agar mereka termovtivasi namun sebagian mereka belum siap menerima setiap kata Tanya kapan tersebut. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Artikel Terkait

Benarkah Kata Kapan Itu Menyakitkan?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email