Cerpen : La Sa Ri (Catatan Kecil Untuk Seorang Wanita Dari Negeri Rindu)

…Atas Nama pemberi cinta, kau hadir pemberi warna baru dalam hidupku.
Dimana luka hati yang mendekam lama, hadirmu sebagai penyembuh luka itu.
Disaat aku terpuruk, kau datang pemberi semangat baru.
Bukan untuk mereka, namun untuk cinta
Yang akan mengisi cerita indah ruang waktuku.
Namun, mungkinkah warna itu akan nyata?
Sementara dirimu telah bersama dia
Yang telah mengisi ruang rindu dalam hatimu…”

Malam ini aku tak tidur selamanan hanya untuk menuliskan kisah ini. Menulis sebuah cerita tentang seseorang wanita yang aku anggap wanita tersebut hadir dari negeri rindu. Hal yang aku tulis malam ini bukanlah tentang apa yang harus aku lakukan untuk mampu meraihnya, namun tulisan ini merupakan tulisan terakhirku untuknya karena aku sudah tak mampu lagi menahan rasa rindu itu yang semakin hari semakin menyiksa diri hingga aku terpuruk dalam ketdakwarasanku memahami apa arti dibalik ini semua dan semakin aku beranjak jauh untuk menggapaimu, aku semakin lupa kepada kebaikan diriku sendiri dan juga melupakan larangan tuhanku akan kepastian mana yang harus aku ambil. Karena hal itulah aku berhenti untuk berharap kepada yang tak berharap aku ada didalam hidupnya dan cerita itulah yang akan aku tuliskan disini yang berawal dari aku mengenalnya lalu aku harus membuang jauh semua perasaan itu untuknya.
Dalam minggu ini, Tepatnya dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Entah kenapa aku merasa kesedihan begitu sangat menyelimuti diri hingga aku kadang tak sadarkan diri lewati waktu tanpa cerita pasti. Tak tahan rasanya hati menanggung beban rasa dan rindu itu sendiri tanpa kau nyata didalamnya. Telah berbagai cara aku lakukan agar aku bisa masuk dalam ceritamu hanya sekedar untuk menunjukan diri jika aku mampu mengisi ruang kosong dihatimu agar menjelma menjadi cerita baru dalam hidupmu. Namun semakin aku membukan ruang itu, dirimu tak kunjung memberiku peluang dan aku pun lelah dengan kenyataan yang ada dan membuatmu berkomitmen jika aku harus menerima kenyataan yang ada untuk mulai berpikir jika rindu yang selalu aku rangkai atas namamu hanya sebatas waktu singgah lalu harus aku hilangkan kembali.

Aku akui semua tak mudah untuk melenyapkan cerita yang telah aku karang dengan berjuta kata tentangmu harus aku lenyapkan dalam satu hari, itu tak mungkin aku lakukan. Namun sejak hari ini dimana aku menulis cerita ini, sejak hari juga aku harus berhenti untuk berharap jauh akan dirimu hadir dalam hidupku. Bukan Karena aku menyerah karena tak sanggup menyatakan perasaan itu kepadamu,namun sejak saat itu kau telah memberiku isyarat jika telah ada seseorang yang mendiami hatimu sejak lama makanya aku sempat panik harus bagaimana dengan perasaanku saat ini.

Disetiap bait doanku kepadaNYA, Aku selalu menyebutkan namamu didalamnya agar aku dapat petunjuk dari pemilik dirimu agar apa yang aku tanam dalam hati tentang inginku memilikimu diberi cahaya agar aku mampu meredam jika untuk waktu kedepan aku bisa mendapatkan sebuah jawaban waktu mengapa aku harus berhenti disini. Tak mudah bagiku melakukan ini, namun aku harus belajar untuk tidak menyakiti hati dia yang telah mendiami hatimu itu karena aku sangat paham betapa sakit dan terlukanya ketika seseorang yang dicintai harus berpindah tangan kepada yang lain dan aku pernah mengalami hal itu.

Menyerah bukan berarti kalah, namun kekalahan dapat memberikan sebuah jalan untuk berpikir jika apa yang telah kita jalankan kadang tak bisa kita prediksi dan semau kita jalani karena sudah ditentukan bagaimana bersikap bijak ketika sesuatu yang tak mungkin dilalui harus kau kubur jauh dalam hatimu. Seperti itu juga apa yang aku rasa tentang semua yang aku rasa tentangmu. Rindu, suka, kagum hingga aku mencintaimu dalam diam. Aku akan mengembalikan semua yang pernah aku dapatkan darimu dan juga sikap aneh, aku akan berusaha tidak lagi bersikap gugup didepanmu, bersikap kasar karena rindu kepadamu dan juga aku akan mengembalikan dimana kau secara leluasa berbicara kepadaku tanpa ada sesuatu tersimpan didalamnya.

Dan cerita ini memawakiliku untuk berkata kepada dunia, jika aku pernah menuliskan ini tentangmu, tentang rindu kepadamu, tentang suka kepadamu dan tentang kata akhir dari aku menuliskan ini untukmu. Dan cerita itu berawal dari sini dimana saat aku bertemu hingga aku mengenalimu bagaikan sebuah mimpi bagiku, senang bisa bertemu denganmu La Sa Ri dalam mimpi itu dan terima kasih kau telah hadir dalam mimpi indahku itu. Saat ini hanya itu yang bisa kau lakukan kepadamu. Melihatmu dari kejauhan lalu ketika kau menghilang rindu itu mengadu keras kepada diri jika ia telah melihat sosokmu hari ini untuk mengisi malam sepiku tanpa hadirmu. Mungkin itulah kata yang mampu aku ucapkan kepadamu saat ini sementara kenyataanya aku tak akan mampu melakukannya. Bagaimana aku bisa katakan perasaan itu kepadamu, mendekatmiu saja aku sulit walaupun kita berada diruang dan waktu yang sama namun entah kenapa semakin aku mengenalmu seakan aku merasa begitu jauh dengan kata pasti hadirmu menjadi nyata.

Tingginya tembok penghalang dalam diri membuatku sulit untuk bernafas lega lalu mengingkari perasaan hati untuk berpaling jauh dari peradaban waktu hadirmu. Aku begitu menginginkanmu ada namun semakin aku mencoba untuk berlaku seperti permintaan itu, aku semakin terpuruk dalam batas kemampuan diri untuk merangkai kata menjadi lisan yang berisik.

Ada apa dengan rasa itu hingga aku begitu sulit untuk berkutik nyata, ada apa dengan rindu itu hingga aku begitu sulit melepas bayangmu menjelma seakan ada namun ketika aku mendekat bayangmu menghilang ditelan sepi berkelana panjang tanpa akhir dalam kepastian.

Hari itu, dimana untuk pertama kali aku bertemu lalu mengenalimu. Entah kenapa hati ini memilihmu padahal saat itu kau baru saja hadir. Aku tak mengerti dengan perasaanku saat itu, mengapa jantung ini berdetak kencang ketika gerak langkah kakimu menuju jelas kearahku lalu berdiri dihadapanku dengan senyum khasmu. Hingga aku menatap kearahmu, diri ini langsung berkata jelas, jika kau mahluk yang pernah ada dalam mimpiku itu dan kau persis seperti seseorang yang pernah ada didalam mimpiku itu.

Hingga waktu berjalan, aku semakin mengenalmu dan hadirmu semangat baru bagiku setelah setiaku dikandaskan oleh seseorang yang begitu aku harapkan hadir dalam halal hidupku pergi bersama dia yang telah dipilih tuhanku untuk menemaninya dan aku tak akan mampu mengalahkan kuasa tuhanku itu. Hingga aku tersadar, semua telah aku relakan dengan ikhlas walaupun luka mengangga lebar dalam hati ini. Hingga aku berusaha untuk membuka hati kembali atas dasar hadirmu itu namun itu tak cukup kuat untuk aku redam trauma kecewa  itu hingga kadang aku lunglai jatuh kembali dalam masa sulit itu.

Tapi aku tak mau larut dalam keadaan yang mempasung kakiku untuk bergerak untuk menemukan kehidupan yang baru yang aku anggap itu kau yang saat ini menjelma menjadi pahlawan penyelemat keterpurukan akan trauma itu. Aku bangun kembali puing yang pernah hancur dengan hadirmu setiap hari ada didekatku, walaupun belum tau apakah kau menyukaiku atau tidak, namun rasa itu terlalu antusias untuk pastikan jika kau juga menyukaiku.

Lucu memang menebak orang yang mungkin tak menyukaiku aku anggap dia menyukaiku, namun saat ini itulah yang bisa kau lakukan agar aku dapat merangkai kembali cerita yang pernah hilang, kisah yang pernah redup oleh gempuaran ganas pemain cinta itu. Hingga aku terbangun kembali, kau hadir sebagai penyembuh luka itu dan kau beri aku ruang dan waktu untuk bagkit kembali dari keterpurukan itu lalu hati ini kembali terbuka untuk memberimu ruang untuk mengembalikan puing tembok hati yang pernah hancur.

Sulit memang untuk menggantikan sosok cerita yang pernah ada didalam hatiku, namun saat ini itu harus aku lakukan karena aku tau jika rasa itu tak akan pernah menjadi nyata jika dia yang telah pergi harus aku simpan terus dalam hatiku ini  dan itu tak adil bagiku dan dia yang saat ini aku kagumi. Namun yang menjadi pertanyaan dan masih menjadi tanda Tanya, Apakah sudah benarkah aku melakukanya atau hanya akan membuatku semakin terluka karena keadaan seperti ini sementara dia yang saat ini aku inginkan belum menunjukan kepastian yang jelas.

Entahlah, Yang aku rasa saat ini hanya tentang dia dan dia menaungi siang dan malamku. Hingga sampai pada tahap saat ini dimana kau begitu sulit bernafas jika tak melihat dia sehari saja, akubagaikan kehilangan bagian dari tubuhku. Aku begitu menderita ketika dia bersama mereka dan aku begitu cemburu ketika dia mejauh dariku. Aku semakin gila mungkin sudah gila benaran denganmu, Aku benar telah jatuh cinta kepadamu hingga kadang aku lupa jika aku dalam harap yang salah.

Terlalu menginginkanmu, membuatku semakin melupakan semuanya, kuliahku, masa depanku bahkan diriku sendiri kadang habis hanya untuk memikirkanmu dan meridukanmu. Sedang apa kau disana dan ingatkah kau disana kepadaku yang saat ini hanya terpaku pada parasmu seorang. Pikiran itu selalu berkecambuk datang ketika matahari mulai tenggelam menyelimuti bumi. Aku merasa begitu takut kehilanganmu dan aku begitu ingin selalu ada didekatmu.

Ya Robb, Salahkah aku bersikap seperti ini yang begitu terpaku pada hambamu yang aku sebut indah itu. Apakah aku telah menduakanMU hingga kadang mengabaikan perintahMU dan kadang pula aku menjalankan perintahMU namun dalam pikiranku sosok dia yang aku inginkan selalu terpampang dihadapnku. Ya Robb, Jika memang begitu, Aku tak menyesal kau menghukumku dengan membuatku sulit untuk ungkapkan perasaan itu kepadanya karena aku sendiri telah berpaling dari kuasaMU.

Namun aku sungguh tak sanggup ya Robb, Menahan gempuran rindu itu kepadanya. Jadi aku sangat berharap kepadaMU yang Robb, Izinkan aku mengingatkanya sekali lagi walaupun nanti dia tak memberiku kesempatan untuk memilikinya. Aku hanya ingin menjadi bagian dari anugerahmu yang disebut itu cinta. Aku hanya ingin belajar bersyukur kepadamu ya Robb atas perasaan indah untuk mencintai Hambamu itu. Ajarkanku ya Robb untuk mendekatku kepadaMU agar aku mendapat petunjuk dariMU jika aku telah salah dalam mensiati arti cinta itu agar aku dapat berjalan disampingMU ya Robb hingga bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan ada dalam hidupku dalam kepastianMU.

Dan Jika itu memang begitu adanya, Ketika cobaan bernama cinta ini kau tolak dengan pertimbangan yang baik darimu ya Robb, Aku tak akan pernah menyalahkanMU ya Robb karena aku sangat yakin sekali ketika keputusanMU yang terindah dan terbaik bagiku dan aku harap itu dia yang aku aku lihat kembali senyum itu betapa indah untuk aku lewatkan begitu saja.

Ataupun jika dia hanya penguji yang kau berikan kepadaku Ya Robb, maka aku akan menerimanya ujian itu dariMU ya Robb karena aku sadar Jika aku hanyalah hambaMU ya begitu lemah dan sulit menebak apakah itu baik dan buruk bagiku. Aku pegang dan simpan itu dalam hati jika suatu ketika kau tak pernah pertemukan aku dan dia dalam janji halalmu. 

Dan Aku rasa hari ini, pertanda itu mulai aku rasa dimana aku begitu sulit ungkapkan rasa itu kepadanya, begitu menderitanya aku menunggunya ada dan betapa sulitnya aku bernafas ketika rasa ini semakin menjelma kasar membelenggu diri. Bukankah Cinta itu indah dan bahagia, namun sebaliknya aku menderita menanggung rindu itu sendirian sementara dia menari indah diatasnya tanpa sadar betapa aku sangat mengharapkanya.

Bukan mendahulukan keputusanMU ya Robb untuk berhenti saja berharap atas dia yang aku inginkan itu, namun saat ini aku harus melakukan itu dimana aku harus melepas semua yang pernah mengisi waktuku dengan indah, memberiku semangat dan memberiku kehidupan baru untuk bangkit dari keperpurukan waktuku.

Untukmu, La Sa Ri, seseorang wanita yang selalu aku tuliskan ceritamu disetiap helaan nafas denyut nadiku. Maafkan aku jika aku telah mencintaimu dalam diam dan menjadikanmu pasarmu mimpi indah dalam tidurku. Senang bisa bertemu denganmu dalam mimpi itu walaupun pada akhirnya aku harus melupakan semuanya tentang mimpi indah itu.

La Sa Ri, Nama kiasan yang aku ambil dari nama indahmu. Aku berhenti disini bukan karena aku tak sanggup lagi menaggung rindu itu dan pada akhirnya aku harus menyerah untuk memilikimu. Aku telah berusaha semampuku untuk tidak menyerah Namun semakin aku mencoba aku semakin sulit untuk meraihmu. Segala cara telah aku jalankan dan berbagai hal telah aku rangkai menjadi sebuah cerita dalam usaha dan yang selalu aku rangkai dalam ceritaku namun kepastian itu tak cukup membuatku kuat menahan gempuaran waktu yang begitu sulit untuk aku rakngkul menjadi kata pasti hingga menjadi ada dan itu membuatku berhenti untuk meneruskan kisah itu. 

Mengenalmu hingga aku memiliki perasaan itu terhadapmu, hanya ucapan berterima kasih kepadamu yang bisa aku sampaikan kepadamu. Jangan anggap aku seorang yang egois yang tak pernah menyampaikan ini kepadamu, Namun hal ini harus aku lakukan bukan karena aku tak mampu meraihmu namun aku hanya ingin hadirnya cinta dalam hidupku membuatku bahagia bukan derita seperti aku rasa saat ini dimana aku begitu menderita hanya mampu menatapmu, melihatmu dan merindukanmu disetiap waktuku.

Dari hati yang terdalam, aku sangat merindukanmu saat ini dimana aku menuliskan ini tentangmu. Namun aku harus melakukan ini bersama untuk menyudahi rasa rindu itu kepadamu. Jujur, Aku begitu sulit bagiku untuk memusnahkan semua yang pernah aku dapatkan darimu namun aku tak mau meninggalkan tuhanku karena terlalu berharap kepadamu yang membuatku lalai akan perintah tuhanku. Terima kasih kau telah hadir dan menyapaku setiap hari dengan senyum indah itu. Aku pastikan kau tak akan pernah tau apa yang telah aku lakukan kepadamu setiap hari yaitu menulis hal indah tentangmu dan aku pastikan juga kau tak akan terluka dengan sikapku dimana aku akan berlaku berbeda seperti hari sebelumnya ketika aku masih mengharapkanmu.

Jadi, Bantu aku untuk mengabaikanmu, menjauhimu, menggapmu sebagai sama seperti mereka yang aku kenal lalu memindahkan perasaan itu menjadi tiada dan jika suatu hari kelak kau membaca tulisanku ini, aku harap kau tak bertanya kenapa aku melakukan ini kepadamu karena sudah pasti aku akan sulit untuk menjawabnya. Cerita disini, biarlah terjadi disini  dan cepat atau lambat semua akan pergi dan itulah yang harus aku lakukan saat ini kepadamu. 

“ Kau datang dari negeri rindu,
Hadirmu Bagaikan mimpi bagiku, 
senang aku dapat melihat dan bisa bertemu denganmu,
La Sa Ri…”

Maschun Sofwan

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Facebook Comment