Cerpen : Bahasa Lain Dari Keindahan Itu Adalah Kamu

“…Hening menghilang entah kemana kau berlabuh
Tinggalkan tetesan air mata kehilangan penunggu jiwa.
Kau tinggalkan sejuta kisah yang aku rangkum atas nama setia,

Namun setiaku tak mampu menutupi takdir itu
Hingga kau menjauh lalu pergi menghilang
Tanpa pesan dan kesan, ketika aku terbangun

Dirimu menghilang bak mimpi satu malam berlalu
Bermandikan kesedihan yang begitu dalam
Menaungi diri hingga kaku berdiri tanpa arah
Kemana lagi aku harus berteduh…”

Kepergianmu bukan saja menyita waktu dinaungi rasa sepi namun lebih dari itu aku bagaikan layang-layang yang putus dari benangnya, tanpa arah, tanpa bahagia terpaut diwajah kakuku ini. Kesedihan demi kesedihan datang silih berganti diami hati hingga diri tak mampu berbuat banyak ketika gerak langkah kaki ini begitu berat untuk aku ayun untuk beranjak dari kesedihan itu. Jika aku boleh bilang, kau telah menjadi bagian dari hidupku dan ketika itu hilang aku merasa ada yang pergi dari tubuhku dan sudah pasti aku tubuh golang-galling hingga terguling tak seimbang.

Cerita bersamamu bukan sebentar aku jalani, bertahun-tahun aku lalui walaupun harus terpisah oleh waktu namun aku selalu setia atas namamu dan tuhanku untuk membuktikan jika cinta sejati itu masih ada didunia ini. Namun setia itu tak cukup membendung asa dalam hatimu hingga kau pergi tinggalkan setiaku itu untuk memilih tempat lain untuk kau berlindung. Aku harus bilang apa lagi jika itu menjadi pilihan hidupmu dan aku tak mampu menolak untuk terluka karena pilihanmu itu. Siap atau tidak siap, namun kata siap itulah yang harus aku tanggung saat ini dan hanya itu yang mampu melerai diri dari kegelisahan akan hasut dunia yang begitu bergejolak untuk aku pergi ke alam sana yang dipenuhi oleh sesak mungkin.

Setulus hati hingga aku tak sadar diri betapa hidupku seakan tak mampu lagi aku miliki, demi namamu dihatiku aku relakan semua berlalu karena pada saat aku bersamamu aku hanya ingin mencintai satu nama dan jiwa dalam hidupku, itulah janjiku padamu. Namun pendengaranmu saat itu mungkin tabu hingga kau begitu menggebu untuk pergi tanpa rasa kasihan kepadaku.

Betapa menderitanya aku, betapa hancurnya aku kehilanganmu bahkan saat ini, bayang rindu akan hadirmu selalu menyertai waktuku. Aku tau kau disana tak lagi sendiri dan telah dimiliki oleh dia yang telah menjadi muhrimmu, namun rasa ini masih saja bandel mengingatmu tanpa kata berdosa jika aku seharusnya berhenti saja berharap sesuatu yang tak akan mungkin lagi untuk aku perjuangkan.

Pengertian demi pengertian aku jalani hidup ini dengan susah payah aku terus mencoba dan mencoba karena hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Marah atau kesal bukan karena kau meninggalkanku begitu saja namun kadang aku hanya kesal dan marah pada diriku sendiri jika aku tak mampu berbuat banyak ketika dirimu telah lelah menantiku ada didekatmu. Aku terus menyalahkan diriku sendiri walaupun itu tak baik bagiku namun aku merasa akulah yang bersalah yang membiarkanmu pergi tanpa kembali lagi ada didalam hidupku.

Kau pernah bilang kepadaku saat itu, jika kau tak akan pernah melepas tanganku sebelum aku sendiri yang melepaskan tanganmu. Namun itu sebaliknya, kau sendiri yang melepas tanganku dan aku tak sempat berkata lebih banyak ketika itu karena kau begitu sulit untuk aku hubungi. Aku sangat paham dan mengerti keadaanmu saat itu yang jauh dariku hingga kau didera sepi yang begitu mendalam hingga hasutan dan godaan dari mereka terus menghantam waktumu untuk berpaling. Aku sudah pernah bilang hal itu padamu saat itu ketika aku berada didekatmu jika kau tak akan mampu menjalani waktu tanpa ada aku, namun kau bersisih keras untuk bertahan dalam janji hingga aku iyakan kata-katamu untuk menungguku kembali untuk mengikat sebuah janji suci bersamamu.

Tak cukup lama kau berkata seperti itu dan aku berada jauh darimu, terhembus kabar jika kau telah dipersunting oleh dia yang telah mengikat janji suci denganmu. Begitu pahit rasanya, begitu sedih aku rasa saat itu, hanya saja aku masih punya tuhan pada saat itu hingga gejolak hati untuk pergi selamanya masih mampu tertahan. Betapa menderitanya aku dan betapa lusuhnya diri ini hingga aku lalui waktu tanpa sepercik warna ada dalam gerak langkah kakiku yang ada hanya awan gelap tanpa cahaya hingga aku terbaring dalam sakit yang begitu panjang.

Satu tahun sudah aku lalui semua dengan begitu berat untuk aku lebur semua impianku untuk hidup bersamamu. Tak gampang memang dan tak semudah membalik telapak tangan memang melupakan dirimu yang telah menadi aliran darah dalam tubuhku. Tapi aku harus terus mencoba dan terus bergerak untuk bisa beranjak dari dari kisah pahit yang aku alami tersebut. Menutup diri hingga aku lalui waktu tanpa ada rasa dan perasaan yang sama seperti kau ada dalam hidupku. Aku lalui waktu tanpa aku mengenal kembali rasa cinta itu, tanpa aku merasa indah jika ada sosok indah dihadapanku.
Hari aku anggap tiada, malam aku anggap hilang, yang ada hanya ruang kosong dalam pikiranku hingga aku kadang tak sadarkan diri jika saat ini aku telah menguras waktuku tanpa secuir kisah dan tingkah laku didalamnya. Hingga semua berlalu dan aku mulai mengembalikan itu semua sendirian untuk mampu temukan cerita baru dalam hidupku. Tak mudah memang namun aku akan terus mencoba melihat cara mereka untuk dapat bahagia dimuka bumi ini.

Mencari celah untuk aku kembalikan semua yang telah hilang dariku. Perasaan itu dan rasa indah itu akan aku rangkai kembali dari puing-puing kesedihan yang pernah luluh lantak oleh kepergianmu. Tak terasa hingga saat ini, aku mulai kembali seperti aku yang dulu, yang pernah mencintaimu begitu kuat untuk aku jalani hidupku ini walaupun jauh darimu dan itu akan aku jadikan asalan untuk kembali semangat menempuh perjuangan baru untuk aku temukan cinta yang mungkin telah menunggu untukku berlabuh dan saat ini telah aku temukan sosok itu dan hati ini telah memilih jika dia akan menjadi bagian indah dalam hidupku dan aku harap hingga nanti.

Terima kasih ya Robb, telah membantuku melewati masa sulitku saat itu. Sujud syukur atas nikmat yang kau berikan kepadaku dan tanpa kata lain yang ada hanya dirimu yang mampu membuatku kembali seperti saat ini. Dan Izinkan aku untuk mencoba sekali lagi, membangun rasa itu kembali tentunya untuk dia yang saat ini sedang tersenyum indah dihadapanku dan aku harap dia mampu membuatku kembali seperti dahulu kala walaupun tak persis namun aku mampu berdiri kembali atas nama anugerah yang kau berikan kepadaku yaitu cinta yang begitu indah saat ini bernaung atas nama seorang wanita yang hadir dalam waktuku.

Walaupun aku tak mampu pastikan jika dia akan menjadi asalanku semangat setiap hari, namun saat ini hal itulah yang aku rasa tentang dia yang selalu ada didekatku walaupun masih semu. Wanita yang sedang tersenyum manja saat ini dihadapanku, aku sangat berharap kepadamu ya Robb, jangan jadikan itu sebagai alasanku untuk mengingat dia kembali yang pernah hilang dariku. Jadikan dia wanita yang kau pilih untukku dan aku akan berusaha untuk mewujudkannya.

Jika dia yang saat ini hadir dalam waktuku hanya penghibur dikala aku terpuruk oleh waktu, maka jangan jadikan aku lelah dan menyerah untuk terus mencoba dan mencoba lagi lain waktu hingga aku mampu temukan seseorang yang akan mengisi indah hidupku ini yang kau jadikan dari tulang rusukku. Melihat dirinya saat ini, aku hanya mampu berdoa kepadamu ya Robb, agar kau dapat sampaikan sejuta harapanku kepadanya, tentang rinduku, tentang setiaku, tentang cintaku ini dan saat ini biarkan aku melewati waktukku bersama senyum indah itu walaupun belum sempat untuk aku ungkapkan kepadanya, namun jika waktu yang telah tiba, aku akan katakan itu semua kepadanya dan aku harap dirimu ya Robb memberiku waktu untuk mempelajari dirinya agar ketika semua sudah aku pelajari maka kata itu akan aku ungkapkan kepadanya.

Untukmu yang saat ini sedang aku rindukan, bersabarlah sejenak, aku akan datang jika waktunya sudah tepat dan akan aku katakan semua yang aku rasa sejakbertemudenganmu. Yng inin aku katakan tentunya bukan kata dusta namun hal yang ingin aku katakana nanti adalah jika aku ingin kau ada dalam hidupku dan itu bukan untuk satu hari, satu bulan bahkan satu tahun namun selamanya hingga jasad berpisah dari rohku. Terima kasih kau telah hadir dalam hidupku dan jikapun kau pergi dariku, aku tak akan pernah merasa menyesal mengenalmu karena aku telah cukup kuat untuk terus berjalan menuju tempat yang telah disedikan oleh Robb-ku tentunya dia yang indah seindah senyummu hari ini.

Maka tersenyumlah seperti itu lagi, Untukku…

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Facebook Comment