29 Jun 2016

Cerpen : Aku Tak Akan Kembali Pada Hati Yang Telah Membuatku Pergi

“…Dan Jika Aku hanya bagian dari rasa resahmu,
Biarkan aku pergi agar kau dapat bernafas lega.
Dan Jika hadirku hanya bagian dari rasa bencimu,
Maka izinkan aku menghapus rasa benci itu
Untuk menjauh darimu.
Dan Jika aku hanya bagian dari rasa kesalmu,
Maka aku akan berusaha untuk menghilangkan rasa kesalmu itu
Dengan ketiadaan hadirku diwaktumu.
Namun jangan pernah kau bertanya lagi
Jika suatu hari kelak kau inginkan aku kembali
Karena kau sendiri yang melepas tanganku
Dan aku telah melakukanya dengan baik…”

Satu Hati, satu nama, satu rasa setia yang aku pegang untuk kau selalu ada dalam waktuku. Rasa rindu, rasa sayang bukan karena aku ingin mempermainkanmu namun aku melakukan itu semua inginkan dirimu menjadi masa depanku tentunya atas nama tuhanku dalam dekapan halalNYA. Namun semakin aku melakukanya, ternyata dirimu tak sama dengan apa yang aku lakukan kepadamu. Kau acuhkan setiaku mununggumu ada dalam waktuku. Kau hilangkan  setiaku dengan mengabaikanku begitu saja hingga aku lelah untuk menjadikan dirimu bagian terbaik dalam hidupku.
Aku berusaha untuk menjadikan dirimu menjadi sebuah kenyataan bukan sekedar rindu karena bayang semumu. Namun semakin aku mencoba dan berusaha untuk melakukannya, kau tutup luang itu dengan alasan yang membautku pergi. Aku berusaha mengengam tanganmu dengan erat agar kau tak lepas dan bukankah aku pernah berkata jika aku tak akan melepas tanganmu kecuali karena takdir tuhanku. Namun kau sendiri yang melepas tanganku dari gengamanku dan aku harus bilang apa lagi untuk bisa mempertahankanmu.

Dirimu bukan saja indah bagiku, aku tak munafik dengan hal itu, namun keindahanmu sepertinya hanya mampu aku lihat dalam mimpi saja namun untuk memilikinya itu hanya angaan  yang tak pernah menjadi nyata bagiku. Aku tak menyerah pastinya dan berbagai hal telah aku coba untuk menjadikanmu ada dalam hidupku namun pada kenyataanya aku tak mampu mengubah itu semua menjadi ada.

Sedih memang tentang kepergianmu dariku, namun kepergianmu bukan karena kehendakku namun karena kehendakmu sendiri. Walaupun aku berusaha untuk mempertahankanya namun tetap saja aku tidak bisa melakukannya karena aku tau dirimu bukanlah orang yang memang ditakdirkan hidup bersamaku dan aku sangat percaya dengan keputusan tuhanku itu.

Saat itu dimana kau melepas tanganku untuk pergi bersama tujuan hatimu. Aku begitu terpukul dengan keadaan saat itu karena bersamamu bukanlah waktu yang sebentar untuk aku lewati dan kisah bersamamu bukanlah kisah dongeng saja namun ceritamu itu nyata dan itu tak mampu aku hilangkan begitu saja. Begitu sulit waktu untuk aku lewati dan aku jalani. Resah dan gelisah selalu menaungi gerak langkahku hingga begitu lelah dan selalu teringat sosokmu yang pernah mengisi indah hidupku ini.

Namun aku selalu berusaha untuk melepas semua walaupun itu sulit bagiku. Berbagai hal aku lakukan agar aku bisa melupakanmu dan hingga saat ini waktu berangsur membaik walaupun belumlah baik ketika senyummu selalu ada diruang waktukku. Tapi aku harus menerima kenyataan yang ada. Menghapus semua tentangmu tentunya butuh waktu bagiku namun hal itu harus aku lakukan hingga aku mampu bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan untuk aku singgah lalu bercerita bersama dia disisa waktuku.

Hari itu dimana aku menuliskan tentangmu lagi, namun itu bukan tulisan yang biasa aku tuliskan indah tentangmu yang selalu kau baca namun hari itu aku menulis untuk terakhir kalinya tentangmu dan hingga saat ini tulisan yang aku tulis itu menjadi titik balikku untuk merelakan semua kisah itu lenyap dan tak kembali lagi. Jadi aku harap kau tak bertanya lagi ketika semuanya telah aku simpan dengan baik dalam memori indah hidupku karena kisah itu telah aku kunci dengan rapi dalam sebuah kota hitam hidupku.

Jika suatu hari kelak kita bertemu lagi lalu kau bertanya lagi tentang rasa itu, maka sudah pasti aku akan menjawab dengan tegas tentang rasa itu kepadamu bahwa aku tak akan pernah kembali kepada hati yang telah membuatku menunggu, meneteskan air mata, resah karena rindu dan membiarkan aku pergi. Doaku akan selalu menyertaimu tentunya dan itu tak perlu kau ragukan lagi agar kau disana hidup bahagia bersama dia pilihan hatimu dan aku harap kau tak mengingatku lagi karena saat ini aku telah berusaha untuk mengembalikan cerita hidupku agar aku dapat bernafas lega dan mencari sosok lain yang mungkin bisa membuatku bahagia.

Maschun Sofwan

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia