19 Apr 2016

Wisata Jambi : Keindahan Kebun Teh Kayu Aro Nan Penuh Sejarah

Sebagai orang Jambi tentunya saya boleh berbangga hati karena memiliki banyak potensi wisata alam yang mengagumkan. Salah satu yang sangat terkenal adalah Perkebunan Teh Kayu Aro, yang disebut tertua di Indonesia dan tertinggi kedua di dunia.  Menelusuri indahnya alam yyang berada disana mulai dari kaki Gunung Kerinci, kita bisa melihat Perkebunan Teh Kayu Aro yang indah. Perkebunan teh ini merupakan kebun the tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di Himalaya.

Jika Bicara tentang kebun teh, biasanya yang terlintas di benak traveler adalah kebun teh di kawasan Jawa Barat atau di wilayah-wilayah lain di Pulau Jawa. Nama Perkebunan Teh Kayu Aro mungkin masih asing di telinga. Tapi nyatanya, keindahannya tiada duanya dan kini menjadi ikon wisata alam daerah Jambi.
Perkebunan Teh Kayu Aro, Lokasinya terletak di kaki Gunung Kerinci, tepatnya di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Jaraknya 434 km dari pusat Kota Jambi dan memakan waktu perjalanan naik mobil selama 9 jam. Paling dekat menuju ke sana, dari Kota Sungai Penuh yang berjarak 32 km saja. Perkebunan Teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertua di Tanah Air dimana sudah ada  semenjak masa penjajahan kolonial Belanda tahun 1925. Perusahaan Belanda yang pertama kali memproduksi teh di sana adalah Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam.

Kemudian, perkebunan ini merupakan yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di Himalaya, India. Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki luas sekitar 2,500 hektar dan berada di ketinggian 1.600 m dari permukaan laut. Sedangkan di Himalaya, berada di ketinggian 4.000-an m dpl. Tapi tentu saja, Perkebunan Teh Kayu Aro tetap hijau sepanjang tahun, berbeda dengan di Himalaya sana yang sering tertutup salju.

Perkebunan Teh kayu Aro pun memproduksi salah satu teh hitam terbaik di dunia. Proses pengelolaan daun teh di Perkebunan Teh Kayu Aro sampai saat ini masih menggunakan cara konvensional. Serbuk-serbuk teh tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan pewarna tambahan. Untuk lebih menjaga kualitas teh hitam terbaiknya, pekerja dilarang untuk menggunakan kosmetik ketika mengolah teh. Kabarnya di zaman dulu, teh kayu aro menjadi teh kegemaran Ratu Inggris dan Ratu Belanda.

Bagi wisatawam yang datang kesini dapat mencoba wisata memetik daun teh. Para pekerja teh di sana pun akan menyambut dengan suka cita. Perawakannya ramah dan siap memandu. Kurang cukup sehari di sana, silakan bermalam di beberapa penginapan di sekitarnya seperti Homestay Pak Subandi, Hotel Yani, Hotel Aroma dan Hotel Matahari yang berada di Kota Sungai Penuh.

Tahun 1959, melalui PP No 19 Tahun 1959 perkebunan ini diambil alih Pemerintah Republik Indonesia pengawasan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI). PTPN VI hingga kini yang melakukan perawatan, pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, sampai pengemasan dan pengeksporan ke berbagai negara.

Setiap tahun, Perkebunan Teh Kayu Aro dapat menghasilkan rata-rata 5.500 ton teh hitam. Teh artodox grade satu (teh unggulan) ini diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara. Itulah sejarah singkat mengenai kebun the kayu aro Jambi Indonesia. Jika anda berkunjung ke daerahku Jambi, Jangan lupa untuk singgah ke Kebun The Kayu Aro jika di Jakarta dikatakan puncak maka di jambi Juga ada puncak. Semoga dapat bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

1 komentar

Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
Explore Indonesia


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia