20 Jan 2016

Dampak Perkembangan Teknologi Informasi Untuk Disabilitas

Kesempurnaan mungkin tak akan pernah kita temui dalam kehidupan dimuka bumi ini karena kata sempurna hanya milik yang maha kuasa yang layak untuk memegangnya. Seperti layaknya manusia yang terlahir keatas muka bumi ini, tak ada yang sempurna, semua memiliki kekurangan dan kelebihan dalam kehidupanya. Ada yang bisa itu namun tak bisa yang ini, ada yang menjadi ini namun ada juga yang tak bisa menjadi itu dan begitu kehidupan yang ada didunia ini, tak ada yang sepenuhnya ada pada manusia tersebut.
Hanya rasa syukur tanpa putus asa, menyesal dan berbangga diri karena hal itu yang bisa lakukan agar perjalanan panjang yang kita lalui ini memiliki makna disetiap langkah yang kita gerakan. Memiliki keadaan dirinya yang utuh, alhamdulliah, memiliki wajah nan tampan dan cantik juga alhamdulliah dan jika memiliki kekurangan dalam diri juga alhamdullah dan tidak boleh patah semangat dalam menerima yang telah diberikanNYA kepada kita. Saling bahu membahu dan saling harga menghargai dan saling bantu membantu dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik secara berkesenabungan.

Seperti halnya perkembangan teknologi dewasa ini yang semakin merambah berbagai aspek kehidupan manusia dimuka bumi ini. Peradaban ini telah memberikan banyak manfaat bagi manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti dengan hadirnya teknologi ponsel, komputer, dan internet yang telah mampu menjawab persoalan tersebut.

Teknologi tersebut bukan saja berdampak bagi kita namun juga berdampak bagi mereka, mereka para penyandang disabilitas, yang dahulu disebut dengan istilah penyandang cacat karena dengan hadirnya teknologi yang berkembang saat ini, berbagai hal yang selama ini membatasi mereka mulai teratasi dengan baik.

Seperti mereka yang mengalami tunanetra, memang pada zaman dahulu sudah dikenal adanya sistem huruf khusus bagi mereka yang disebut Braille agar mereka dapat membaca. Namun seiring berjalan waktu dan pergeseran zaman dengan bantuan teknologi yang bergerak dibidang informasi, mereka yang mengalami tunanetra tersebut telah mampu membaca tanpa huruf Braille lagi dan saat ini, mereka saat ini cukup akrab dengan dunia blogging dan pembuatan website atau situs internet berkat teknologi yang telah mereka ciptakan untuk para tunanetra ini.

Masyarakat Indonesia pada umumnya masih melihat penyandang disabilitas sebagai kaum marginal. Mereka tersisih dari interaksi dari masyarakat masyarakat biasanya karena dianggap tidak mampu melakukan apa yang dapat dilakukan oleh orang normal. Selain itu, penggunaan istilah cacat turut memberikan kesan segregatif antara mereka yang dianggap cacat dengan mereka yang merasa normal. Konotasi negatif dari kata tersebut dengan sendirinya telah menanamkan konsep bahwa mereka tak mampu hidup normal.

Hakikatnya, istilah disabilitas mengacu pada terbatasnya fungsi atau kemampuan seseorang yang diakibatkan oleh terganggunya fisik, mental, intelektual, atau indera tertentu. Apabila dipahami lebih jauh, pernyataan ini menjelaskan bahwa seorang penyandang disabilitas mengalami keterbatasan pada salah satu atau beberapa fungsi aktivitasnya sehingga memerlukan perlakuan khusus. Perlakuan khusus ini bukan sebagai bentuk pengistimewaan, melainkan usaha agar penyandang disabilitas mampu mencapai kesetaraan hak seperti manusia normal pada umumnya. Semoga kita saja untuk kedepannya mereka yang memiliki keterbatasan ini dapat menikmati kehidupan mereka sebagai mestinya kita dengan bantuan teknologi yang tercipta. Mereka adalah kita dan kita berhak memberikan kehidupan yang lebih bagi mereka bukan mengejeknya atau merendahkan mereka. Semoga bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

9 komentar

Semoga kedepan, masayrakat kita lebih memasyarakatkan kaum disabilitas, sehingga kesan "marjinal" tidak lagi diidentikan dengan meereka.

@Leon_Sps

semoga teknologi yg cepat berkembang pun memberikan andil agar para disabilitas mampu menyeimbagi segala informasi dan keterampilan

Masak sih tuna netra bisa baca tanpa braille, gimana caranya...
@rizalarz

Sama seperti pertanyaan mas Rizal. Penyandang tunanetra bisa baca tanpa huruf braile itu gimana ya? Bisa dijelaskan lebih detail nama teknologinya apa?

@gemaulani

Artinya kaum tuna netra akan semakin memiliki peluang dalam hal pengaksesan informasi di zaman digital. Contohnya saja pembuatan aplikasi ‘teks-ke-pembicaraan’ (texts-to-speechs) atau ‘layar pembaca’ (screen reader) yang mampu membacakan ketikan teks pada layar komputer bagi pengguna tuna netra. Masih dalam tahap penelitian, akan dirancang sebuah perangkat antar muka komputer dengan teknologi aktivasi suara (voice activation technology) di mana kata-kata perintah seseorang dapat mengontrol kerja perangkat komputer.

Artinya kaum tuna netra akan semakin memiliki peluang dalam hal pengaksesan informasi di zaman digital. Contohnya saja pembuatan aplikasi ‘teks-ke-pembicaraan’ (texts-to-speechs) atau ‘layar pembaca’ (screen reader) yang mampu membacakan ketikan teks pada layar komputer bagi pengguna tuna netra. Masih dalam tahap penelitian, akan dirancang sebuah perangkat antar muka komputer dengan teknologi aktivasi suara (voice activation technology) di mana kata-kata perintah seseorang dapat mengontrol kerja perangkat komputer.

setuju, penyandang cacat emang masih menjadi kaum marjinal.
semoga ada perbaikan lebih baik lagi ke depannya :D
@aleksdejavu

Saudara-saudara kita yg memiliki disability memiliki hak hidup dan hak sebagai warga negara yg sama dgn lainnya. Jadiiii, semoga target untuk menjadikan semua wilayah ramah dan nyaman difabel bisa terwujud secara menyeluruh ya.

@ririekayan

ke depan, semoga perkembangan teknologi bisa didapat secara merata oleh kaum difabel.
dan selain teknologi, dukungan dan penerimaan orang sekitar juga berperan penting bagi kehidupan mereka.


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia