13 Okt 2015

Film Malaikat Kecil : Kisah Menyentuh Hati Pengorbanan Seorang Ayah Dengan Keterbatasanya

Terinspirasi dari kisah nyata ini, film malaikat kecil ini mengangkat kisah tentang perjuangan seorang ayah bagi keluarganya. Sosok ayah yang berkebutuhan khusus di gambarkan sebagai seorang Malaikat Kecil yang hadir di tengah keluarga dan bisa menjadi kebanggaan serta panutan bagi keluarga meskipun tidak berkecukupan secara ekonomi, namun mampu memberikan kebahagiaan bagi keluarganya.
Film Malaikat kecil ini mengishakan seorang ayah yang memiliki keterbatasan. Walaupun keadan dirinya seperti itu dia selalu bersemangat ingin membahagiakan keluarganya dan memenuhi janji kepada dua anaknya, untuk membelikan baju baru di hari lebaran jika kedua anaknya bisa menyelesaikan puasa ramadhan selama 30 hari dan film ini tentunya sangatlah menarik dan menyentuh hati untuk anda saksikan bersama keluarga.

Film ini telah tayang dari tanggal 8 Oktober 2015. Film ini diperankan oleh Dwi Sasono, Tika Bravani, Cok Simbara, Nella Regar, Dina Mariana, Sion Gideon, dan Mudji Masaid. Dwi Sasono (Budiman) adalah seorang pengidap autis yang memiliki seorang istri bernama Siti yang diperankan oleh Tika Bravani yang juga bekerja sebagai buruh cuci tetangganya. Siti adalah sosok ibu yang sangat sabar dan begitu mengayomi kedua anaknya. Dalam kesehariannya, Budi hanya bekerja menjajakan ikan hias keliling dengan sepeda onthelnya yang ia bawa dari Jawa. Dengan penghasilan seadanya, ia pun terpaksa menunggak bayaran kontrakan yang dihuni bersama istri dan kedua anaknya.

Untuk menjajakan ikan hias yang dijualnya, Budi harus rela mendapat banyak cobaan, seperti diusir oleh penjual ikan lainnya bahkan tertabrak mobil yang ditumpangi oleh Cok Simbara. Alur cerita ini cukup menyayat hati penonton dan menjadi renungan tersendiri akan makna kehidupan. Budi juga sempat mangkal di sekolah anak perempuannya yang bernama Riska. Merasa malu karena memiliki ayah autis, Riska pun kesal dan menangis karena ejekan teman yang mengatakan jika ayahnya adalah penjual ikan yang aneh.

Tak terima, Riska langsung berlari pulang sambil berkucuran air mata. Sang ibu, Siti yang penyayang berusaha memberikan pengertian kepadanya bahwa betapa besarnya kasih sayang dan pengorbanan yang dilakukan oleh ayahnya, Budi. Riska pun akhirnya memahami kondisi sang ayahnya itu. Pernikahan antara Budi dan Siti berawal dari pelecehan yang dialami oleh Siti saat di kampung halamannya, Jawa, yang ingin diperkosa oleh tiga pria remaja di sawah. Budi yang sedang mencari ikan disekitar tempat kejadian itu pun sontak berusaha menghindari terjadinya perkosaan.

Meski memang sejak kecil ia mengidap autis, Budi rela dipukuli oleh para remaja yang ingin memperkosa Siti, agar Siti bisa meloloskan diri. Dan dari kejadian itu pula, Siti bersumpah akan mengabdi kepada siapapun yang menolongnya dari perkosaan. Mengambil latar waktu saat bulan Ramadhan, keluarga Budi harus rela berbuka puasa dan sahur dengan makanan seadanya, yaitu dengan tahu tempe dan air putih, sekalinya mewah, lauk yang disantap mereka hanyalah telur dan kolak yang didapat dari masjid.

Sempat ditolak beberapa kali karena keterbatasannya, Budi akhirnya keterima kerja menjadi kuli bangunan sebuah proyek untuk waktu beberapa hari. Selesainya ia menjadi kuli bangunan, Budi pun mendapat bayaran dari hasil kerjanya itu untuk membayar kontrakan dan pengobatan anak laki-lakinya. Serta janjinya untuk membelikan baju pink dan jilbab bermotif bunga juga baju bergambar ikan untuk anaknya. Namun saat tengah menghampiri keluarganya di rumah sakit tempat Ian dirawat, tanpa diduga ternyata keluarganya sudah menghilang entah kemana.

Budi pun tak tinggal diam dan mencari keberadaan keluarga kecilnya itu dengan mengayuh sepeda onthelnya dan ikatan kantong plastik berisi upah kerja menjadi kuli bangunan. Namun saking paniknya, ia tak sadar jika kantong plastik berharganya itu jatuh di tengah jalan. Budi menangis kesal terpuruk dengan keadaannya.

Konflik semakin memuncak dan membuat penonton yang menyaksikan film ini semakin iba dan luluh dengan nasib yang dialami Budi. Bagaimana tidak, Budi berniat untuk bunuh diri dengan terjun dari jembatan ke lintasan rel kereta dengan kecepatan kereta sangat tinggi. Namun ia mengurungkan niatnya karena melihat ibu-ibu paruh baya menyerupai almarhum ibundanya yang ingin menyebrang jalan. Teringat ibunda tercinta yang selalu memberi pesan kepadanya sejak kecil, Budi sontak membantu ibu-ibu tuna netra berprofesi tukang pijat tersebut.

Setelah diantarkan menyebrang jalan, ibu paruh baya yang berjalan di lintasan rel itu tiba-tiba menghilang, Budi kaget dan tak habis pikir. Namun sebelumnya nenek itu sempat mengatakan jika Budi adalah suami yang baik dan sangat menyayangi keluarganya. Nenek itu juga berpesan agar Budi tetap menjadi pribadi seperti itu. Tak habis-habisnya, konflik kembali terjadi, alur film ini memang membuat penontonnya penasaran dan miris dengan keadaan Budi. Setelah kembali ke tempat sebelumnya dimana ia menaruh sepeda ontelnya, ternyata sepedanya sudah hilang entah kemana.

Bahkan yang sedihnya lagi dan menyayat hati, Budi harus merasakan salat Idul Fitri seorang diri tanpa keluarga tercintanya. Ternyata tanpa disengaja istri (Tika Bravani) dan kedua anaknya menghampirinya usai salat dengan isak tangis dan suasana haru. Menepati janji, Budi pun memberi jilbab pink bunga-bunga untuk anak perempuannya dan baju bergambar ikan untuk anak lelakinya, Ian sebagai hadiah Lebaran dan berpuasa satu bulan penuh.

Lalu bagaimanakah akhir dari kisahnya? Ya, film Malaikat Kecil yang berdurasi 90 menit ini sangat membuat bulu kuduk siapapun yang menyaksikannya merinding akan kisah pengidap autis yang berjuang mati-matian di Ibu Kota, Jakarta. Banyak pesan yang disampaikan dari film ini, diantaranya adalah walaupun dengan keterbatasan yang kita miliki, impian dan kebahagiaan dapat terwujud asalkan dengan pengorbanan dan niat yang tulus. Selain itu, orang yang hidup dalam kemewahan harus bisa mensyukuri nikmat yang diberikan, dan memandang kebawah, karena masih banyak orang di luar sana yang hanya hidup dalam keterbatasan, bahkan untuk membeli sebuah baju lebaran membutuhkan jerih payah ekstra.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia