Rupiah Makin Anjlok, Indonesia Di Ambang Krisis Moneter?

Posisi nilai tukar rupiah saat ini hampir sama dengan posisi nilai tukar rupiah saat krisis di 1998 lalu. Lalu, apakah Indonesia saat ini berpotensi krisis seperti 1998 lalu?. Penurunan nilai tukar juga terjadi di seluruh mata uang dunia. Kondisi ini berbeda pada saat krisis 1997-1998, nilai tukar rupiah melemah sendiri terhadap dolar AS.
Penyebab krisis 1998 lalu juga berbeda dengan kondisi saat ini. Penyebab krisis di 1998 multi dimensi yaitu Saat krisis moneter, krisis perbankan, krisis ekonomi dan krisis politik Sehingga, secara ekonomi, tingkat kerusakan yang diakibatkan sangat luar biasa.

Indikator-indikator di 1998 lalu, kekuatan perbankan rentan. Rasio kecukupan modal bank negatif sehingga pemerintah dengan Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan rekapitalisasi perbankan dengan total nilai Rp 640 triliun. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di saat itu juga minus 13,7 persen sehingga artinya tidak ada pergerakan apapun di ekonomi nasional.

Angka inflasi di saat pemerintahan Presiden Soeharto tersebut juga cukup mencengangkan yaitu hingga 71 persen yang menyebabkan suku bunga deposito berjalan sampai mendekati angka 55 persen. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan saat ini. Saat ini, Indonesia masi h bisa membukukan pertumbuhan ekonomi 4,7 persen, meskipun pertumbuhan ekonomi tersebut mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat di atas 5 persen.

Jadi, Indonesia masih jauh dari terpaan krisis. Namun hal tersebut haruslah tetap diwaspadai oleh Lembaga otoritas moneter dan fiskal agar tetap menyiapkan berbagai strategi pencegahan. Seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar mempunyai strategi masing-masing.

Semoga saja hal tersebut tidak terjadi kembali karena dampak dari krisis monter tersebut sangatlah terasa oleh rakyat indonesia 

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Facebook Comment