Legenda Uhang Pandak Kaki Tabalik Dan Hantu Pirau Dari Negeri Melayu Jambi

Negeri kita tercinta Indonesia ini kaya akan legenda, misteri, cerita hingga dongeng yang menjadi ciri bangsa kita ini. Legenda Masa Lalu tersebut selalu menjadi daya pikat tersendiri untuk diceritakan dan merupakan budaya bangsa yang tidak bisa kita pisahkan dan ditinggalkan begitu saja dalam batang tubuh bhinneka tunggal ika ini. Perjalanan panjang sejarah Indonesia menuju hari ini merupakan bagian dari legenda dan cerita dibalik itu semua yang merupakan latar belakang adanya negeri yang bernama Indonesia ini. Sebagai generasi penerus dan bertanggungjawab atas negeri ini kita harus melestarikan dan mempertahankan apa yang saja yang menjadi tugas kita sebagai agar dari negeri kita tercinta ini.
Dengan adanya kekayaan kebudayaan itu pula kita berhak berkata jika kita memang bagian dari cerita itu yang membuat kita ada hingga saat ini dalam negeri yang kaya raya ini dengan berbagai perbedaan ras, suku, bahasa yang terjalin dalam rasa yang sama, hidup dalam rumpun pancasila yang selalu menjadi padu dalam naungan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia seutuhnya. Dengan rasa itu pula kita wajib untuk membanggakannya hingga nanti menjaganya kebudayaan tersebut agar anak cucu kita kelak nanti mereka paham dan mengenal seperti apa yang pernah terjadi dalam proses terbentuknya negeri ini hingga menjelma menjadi seperti saat ini mereka rasakan.

Berbagai cerita telah terjadi pada masa silam dalam negeri kita ini, berbagai kisah yang terbentuk melalui proses alam nusantara yang telah menjadi sebuah inspirasi untuk kita pelajari dalam kehidupan baik secara pribadi maupun menyeluruh untuk bangsa kita ini agar mampu memberikan pengetahuan untuk mengenal bangsa kita ini dalam setiap individu kita masing-masing pastinya. Untuk itulah sebagai orang yang sangat mencintai negeri ini dengan jiwa raga, maka saya berhak mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang saya bisa dan hal yang positif pastinya seperti layaknya hal yang saya tulis dalam cerita rakyat dari negeri melayu Jambi ini yang merupakan bagian dari kisah yang pernah adan dalam negeri kita ini khususnya untuk daerahku Desa semurung, Kabupaten Air Hitam, Kabupaten Sarolangun Jambi.

Kita tentu sangat mengerti dan sangat mengenal kebudayaan daerah masing-masing yang membentuk daerah itu menjadi ada. Tak bisa dipisahkan jika cerita, dongeng hingga legenda tak dapat dipisahkan terbentuk suatu daerah tersebut. Mulai dari raja yang memimpin, kejadian yang unik, dongeng yang berlaku dan legenda yang menyatakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam proses terbentuknya suatu daerah tersebut. Jadi, tak bisa dipungkiri lagi jika Setiap daerah dipelosok negeri kita tercinta ini tentunya memiliki sebuah cerita, dongeng, Lengenda terbentuk sesuatu seperti itu adanya sebuah desa tersebut, adanya sebuah danau tersebut dan adanya sebuah kota tersebut dan masih banyak hal lain yang hingga saat ini telah menempatkan hal itu dalam sebuah tulisan dalam sebuah cerita oleh rakyat setempat untuk diceritakan kepada generasi penerus mereka agar mereka paham dan menjaga dengan baik apa yang telah menjadi tugas mereka untuk mempertahankan adat-istiadat tersebut hinga menjadi indah untuk kita baca dan kita simak.

Dengan penuh kebanggaan dalam diri jika saya terlahir sebagai putra dari sebuah desa yang memiliki cerita dan dongeng disetiap tidurku dahulu dimasa aku kecil jika aku pernah diceritakan oleh orang tuaku dan kakek nenekku akan cerita yang membuatku ingat hingga saat ini untuk aku coba bercertia megenai suatu kisah legenda yang akan saya tulis dalam artikel ini. Berhubungan dengan hal itu, maka saya sebagai putra daerah dari negeri jambi ini mencoba untuk bercerita akan legenda yang mungkin banyak orang yang belum mengetahuinya atau memang belum pernah ada tahu akan cerita ini. Cerita yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai legenda Uhang Pandak kaki tabalik dan hantu pirau yang pernah ada di dinegeriku Jambi tepatnya didesaku Semurung air hitam dari kabupaten Sarolangun hingga ke negeri Kerinci mereka pernah ada dan menetap yang hingga saat ini masih menjadi misteri sejarah alam terbesar di Asia tenggara ini dan menurut informasi belum ada yang mengetahui sejenis mahkluk apakah itu dan benarkah mereka pernah ada dalam sejarah peradaban negeri Jambi tersebut ?, Berikut saya uraikan dalam kisah yang pernah saya dapatkan dari sebuah buku cerita rakyat negeri jambi dan juga melalui cerita orang yang ada didaerhaku akan keberadaan mahluk yang menjadi cerita dan melengenda hingga saat ini dan itupun telah diuraikan dalam beberpa cerita baik itu dalam sebuah buku akan misteri uhang pandak kaki tablik dan hantu pirau ini maupun cerita dari mulut ke mulut masyarakat setempat jika makhluk ini memang pernah ada.

Mungkin telah banyak tertulis dari mereka yang menulis akan cerita ini, namun setiap cerita tentunya menuliskan hal yang berbeda akan keberadaan mahkluk misterius ini karena hampir setiap daerah dijambi ini tentunya sangat kental dan sagnat paham jika mereka mengenal dan tahu akan cerita dari uhang pandak kaku tabalik ini dengan penyebutan yang berbeda dan bahasa yang berbeda pastinya karena yang aku tahu disetiap daerah dijambi tersebut memiliki keunikan bahasa yang luar biasa uniknya karena selalu berbeda disetiap daerahnya. Jangankan satu daerha saja bahasanya berbeda satu desa bersebelahan saja bahasanya sudah berbeda itulah yang menjadi aku bangga akan keunikan negeriku ini Indonesia. Dalam tulisan ini aku akan bercerita dengan memakai bahasa desaku sendiri yaitu Sarolangun Jambi dan tentunya tak jauh dari arah cerita yang pernah mereka buat mengenai kehadiran dari uhang pandak kaki tabalik dan hantu pirau ini. Dengan kebanggaan yang tinggi, maka saya ingin meneruskan cerita itu dalam tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya yang pernah say abaca dari buku cerita rakyat jambi dan juga cerita mereka yang pernah saya dengarkan sendiri melalui orang kampung saya mengenai keberadaan uhang pandak kaki tabalik dan hantu pirau tersebut. Walaupun Beberapa Para Ahli penelitian yang pernah meneliti keberadaan mahkluk misterius ini yang hingga saat masih berjalan tepatnya di taman nasional kerinci seblat dan telah memberikan pengetahuan temuan mereka akan laporan mereka mengenai misteri atau legenda uhang pandak tersebut. Namun Hingga saat ini, kebenaran akan hadirnya uhang pandak dan hantu pirau tersebut yang mendiami negeri jambi sekitar ini pada masa lalu tersebut masih membingungkan dan masih simpangsiur sampai sekarang masih belum teridentifikasi oleh ilmuwan manapun keberadaan mahkluk aneh tersebut.

Sebelum beranjak lebih jauh akan legenda uhang pandak kaki tabalik dan hantu pirau tersebut, sebaiknya kita pahami dulu arti dari bahasa uhang pandak kaki tabalik dan hantu pirau tersebut yang merupakan perkataan gaya bahasa yang saya gunakan dalam kehidupan saya sehari-hari dikampungku yaitu di desa semurung, Air hitam Sarolangun Jambi. Dalam bahasa orang kampung saya Jambi menyebutkannya adalah “Uhang Pandak kaki tabalik” yang berasal dari bahasa melayu Jambi. Uhang berarti Orang (seorang Manusia), Pandak berarti bertubuh pendek, dan kaki tabalik berarti berarti kaki manusia tersebut tak seperti kaki manusia normal biasanya karena terbalik ke belakang sedangkan tumitnya didepan. Ciri-ciri unik lainnya dari uhang pandak kaki tabalik ini adalah menurut orang kampungku jika makluk ini hidup layaknya manusia seperti makan, minum dan tubuhnya memiliki bulu yang panjang dan tebal di seluruh tubuhnya dan yang lebih uniknya lagi kalau menurut para ketua adat daerhaku jika mahkluk ini memiliki ilmu dan kesaktian yang luar bisa saktinya dan di sakunya tersimpan pusaka berupa keris atau sejenis tombak yang selalu dia bawa kemana-manapun dia pergi.

Sedangkan Hantu pirau berarti hantu, mahkluk gaib dan perkataan pirau berarti dalam bahasa melayu jambi berarti suka ngomong atau suka ngomel tak karuan jika dia bertemu orang seperti yang pernah saya dengar dari cerita orang tua kampungku. Jika ada seseorang yang bertemu dengan hantu pirau ini, maka orang tersebut sudah pasti kena imbas dari perkataan hantu pirau ini yang akan berkata dari cirri orang yang dia marahi. Menurut informasi, keunikan hatu pirau ini adalah dia akan tahu asal usul orang itu darimana dia berasalah, memiliki keturunan dari orang tua siapa dan memiliki perangai dan dosa apa yang dia lakukan dan itu akan terekan pada hantu pirau ini. Tak tahu secara menyeluruh jika hantu pirau ini mengetahui apa yang terjadi dalam hidup manusia tersebut. Menurut ketua adat kampungku jika hantu ini merupakan jelmaan dari orang terdahulu yang telah menjadi hantu yang merupakan orang yang sangat sakti namun dikutuk karena kelalaiannya untuk mentaati kewajibannya sebagai manusia oleh yang maha kuasa hingga dia dikutuk berubah menjadi hantu yang bernama hantu pirau tersebut.

Banyak yang menyebutkannya jika hantu pirau ini memang istri dari uhang pandak ini karena mereka pernah ditemukan berduaan oleh nelayan kampungku pernah mencari ikan di sebuah danau di kampungku. Karena kampungku identik dengan danau dan sungai besar seperti aliran sungai musi maka nelayan sering mencari ikan disana dan sungai serta danau kampungku masa asri dengan hutan yang lebat dan mereka mencari ikan selalu pada malam hari yang gelap gulita dan pada saat itulah mereka pernah bertemu dengan sosok makhluk misterius tersebut sedang berada di tengah air dan mereka ditemukan berdua dan mereka menyebutkan jika itu adalah uhang pandak dan hantu pirau yang sedang mencari makan disungai untuk mencari ikan.

Walaupun tak jelas karena hanya melihat bayangan dan dari kejauhan dengan bayang terang bulan, namun mereka terlihat memang begitu adanya dengan badan kecil dan berbulu banyak. Kejadian ini pada zaman dahulu sering sekali mereka ditemukan namun tak tahu persis hingga saat ini mahluk misterius tersebut sudah tidak ada lagi mereka bertemu karena mungkin hutan yang lebat seperti dahulu sudah makin habis karena ulah manusia yang tak bertanggungjawab menghabisi semuanya termasuk mahkluk hidup yang pernah mendiami hutan tersebut.

Menurut pendapat dan cerita orang tua kampungku, jika mereka pernah bertemu dengan makluk misterius ini hanya seorang diri saja dan tak pernah bertemu siapa keluarga mereka dan dimana mereka tinggal atau boleh dibilang rumah mereka. Namun setiap mereka bercerita jika uhang pandak ini memiliki seorang istri yang bernama hantu pirau yang juga pernah mereka temukan pada zaman dahulu kala dan kini hanya cerita yang dapat kita dengar dari uhang pandak dan hantu pirau tersebut.

Cerita Uhang pandak seperti yang sering saya dengar dari orang tua saya sendiri ketika dongeng mau tidur dan juga cerita dari nenek kakek kampung saya. Orang kampung saya didaerah Jambi, tepatnya di Desa Semurung Air Hitam, Sarolangun Jambi jika kita bertanya akan kekberadaan Uhang Pandak kaki terbalik ini sudah pasti tahu dan paham akan cerita ini. Uhang pandak adalah sebuah nama yang diberikan kepada berbentuk seekor binatang berwujud seperti manusia yang menurut cerita nenek mamak setempat keberadaannya pernah mendiami negeri kerinci dan sekitarnya wilayah Jambi termasuk kampungku Desa Semurung pada masa itu. Menurut orang kampungku keberadaan mahkluk ini sering muncul di rawa-rawa sungai dan sering dijumpai oleh orang ketika hendak memancing didanau dan di sungai.

Menurut cerita yang pernah melihat mahluk ini memiliki keris yang mandraguna yang berada di saku sebelah kananya yang selalu di bawa kemanapun dia pergi. Pernah terjadi pada beberapa tahun lalu banyak orang mencari informasi tentang keberadaan mahkluk ini di kampungku, namun tak satu orangpun yang menemukan karena keberadaan mahkluk ini misterius hanya orang tertentu yang bisa melihat dan menemukan uhang pandak kaki terbalik ini.

Hal yang sering menjadi pertanyaan dalam diri saya ketika belum tahu asal usul dari mahkluk ini adalah darimanakah dia berasal dan siapah dia dan masih adakah dia sekarang. Mencari berbagai informasi dari kampung ke kampung didekat desa dan daerahku, Ternyata Uhang pendek ini ada sangkut pautnya dengan keberadaan hantu pirau yang menjadi legenda daerah jambi. Menurut informasi dan cerita nenek mamak, Jika uhang pendek ini merupakan suami dari hantu pirau ini. Hantu pirau juga berwujud manusia namun diseluruh badannya ditumbuhi bulu lebat dan suaranya seperti orang marah dan jika bertemu dengan manusia seperti kita maka dia akan marah-marah alias negomel tak tahu arah dan tak jelas sambil pergi entah kemana.

Berbeda dengan kelakukan uhang pandak yang merupakan suami dari Hantu pirau ini, Jika bertemu orang seperti kita maka dia akan memberikan perlawanan. Dalam sebuah cerita menyebutkan jika uhang pandak ini merupakan ahli dalam bela diri yang merupakan khas dari negeri kita sendiri yaitu pencak silat. Pencak silat yang dia miliki merupakan pencak silat sakti dan sulit dikalahkan. Dia memiliki pencak silat tersebut untuk menjaga keris pusaka yang konon ada pada dirinya. Untuk itulah banyak orang yang ingin sekali mendapatkan pusaka keris tersebut, namun tak satupun bisa mengalahkan dia jika bertemu dengan uhang pandak tersebut. 

Misteri ini dan legenda ini selalu menjadi bagian dalam perjalan hidup manusia setempat dan keberadaanya pernah mereka saksikan bersama hantu pirau tersebut. Hingga saat ini memang sulit untuk membuktikan keberadaan mereka berdua karena hutan dan rawa-rawa bahkan sungai dikampung telah habis terbabat oleh masa karena ulah manusia yang tak bertanggungjawab dengan ekosistem didalamnya. Banyak dari mahkluk hidup didalam hutan tersebut hingga saat ini hanya cerita saja yang sampai pada generasi sepert saya ini karena tempat mereka untuk beraung telah tiada lagi. 

Jika melihat dari berbagai penelitian dari para ahli yang meneliti keberadaan mahkluk ini, memang Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang disetiap daerah jambi yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut ini ada di kampung mereka. 

Pernah saya menggali dan membaca mengenai cerita akan hal ini dimedia buku, Jika uhang pandak ini pernah ditemukan pertama kali oleh Penjelajah nusantara yaitu Marco Polo pada tahun 1292, saat ia dalam perjalanan berpetualangan ke Asia tenggara ini. Walaupun sejarah tersebut diyakini jika keberadaan uhang pandak ini oleh penduduk setempat memang ada, namun makhluk ini dipandang hanya sebagai mitos dan dongeng saja oleh para ilmuwan, karena mereka tidak menemukan hasil yang menunjukan akan keberadaan uhang pandak dan hantu pirau tersebut.

Sekedar Gambaran dan rasa penasaran kita semua seperti yang saya dengarkan cerita dari warga kampung saya tempat tinggal saya, sejauh ini para saksi yang mengaku pernah melihat uhang pandak dan hantu pirau tersebut pernah melukiskan kepadaku bentuk dari tubuh dan fisiknya dari uhang pandak dan hantu praiu tersebut. Uhang pandak seperti manusia pada umumnya sebagai makhluk yang berjalan tegap dengan menggunakan dua kakinya. Tinggi dari tubuh dari uhang pandak ini diantara 85 cm hingga 130 cm dan memiliki banyak bulu diseluruh badan uhang pandak tersebut dan memiliki sejata yang saya ceritakan diatas yaitu keris atau sejenis tombak berparas kecil. Sedangkan hantu pirau memiliki tubuh seperti perempuan tua separuh baya dan memiliki rambut yang sangat panjang hingga ke ujung kaki.

Karena Legenda Mengenai Uhang pandak dan hantu pirau ini sudah secara turun temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat Jambi karena juga berkaitan dengan keberadaan Suku anak dalam yang masih primitive hingga saat ini. Jadi bisa saja cerita tersebut mengalir dari Suku Anak Dalam yang kita tahu keberadaan suku ini sangat lama mendiami alam jagat daerah Jambi dan berbagi tempat sudah mereka diami karena suku anak dalam ini suka berpindah-pidah tempat dan mungkin saja mereka pernah melihat keberadaan uhang pandak dan hantu pirau ini di kawasan jambi tersebut. 

Jika disangkutpautkan dengan suku anak dalam akan keberadaan dari uhang pandak kaki tabalik dan hantu pirau ini, maka masyarakat jambi akan mengenal yang bernama temenggung merah mato atau biasa orang sebut Orang kayo hitam yang pernah mendiami negeri jambi ini dan merupakan sangat mengerti usul dari suku yang ada di jambi tersebut dan mahkluk yang pernah ada dialam negeri jambi ini, Maka legenda ini memang pernah ada karena pada saat Jambi belum terbentuk maka orang yang mendiami daerah jambi ini bernama Temenggung merah mato nama rajanya yang merupakan putra ketiga dari orang kayo pinggai yang memiliki istri yang bernama putri selaro pinang masak yang merupakan keturunan dari bangsawan turki yaitu datuk padoko berhalo yang pada saat ini hidup dalam peradaban sejarah terbentuknya Kota Jambi yang hadirnya kerajaan ini bersamaan dengan kerajaan yang pernah ada di Indonesia ini seperti kerajaan majapahit dan sriwijaya yang pernah mendiami Kota Palembang.

Kisah mengenai Memang adanya uhang pandak kaki tabalik dan hantu praiu ini, Diceritakan langsung oleh temenggung anak dalam yang kini masih mendiami daerahku Desa semurung Air Hitam Sarolangun, Jambi tersebut yang bernama Haji Gani yang dahulunya merupakan keturunan dari suku anak dalam namun telah memeluk agama islam pada saat ini yang bertempat di Desa Mentangkabau, Kabupaten Air Hitam Jambi. Dalam cerita yang dia berikan Jika dia pernah bertemu dan putus asa ketika hendak mendekati dan menangkapnya karena selalu gagal karena uhang pandak ini memang sakti mandraguna adanya. Menurut cerita Dia, Jika uhang pandak ini merupakan titisan dari pendahulu mereka yaitu temenggung merah mato yang memiliki kesaktian yang luar biasa ilmunya. Namun hal tersebut susah ditebak karena saling berkaitan dengan berbagai dongeng serta legenda yang ada di kota jambi tersebut berada hingga saat ini. Baik itu mengenai angso duo yang pernah diceritakan asal muasalnya hingga terbentuk kota Jambi dan berbagai pendapat lain yang hingga saat masih menjadi cerita dan legenda yang selalu menjadi misteri kebudayaan Kota Jambi dan sekitarnya.

Pada masa keberadaan dari uhang pandak dan hantu pirau ini, Negeri kita tercinta ini masihlah dijajah oleh Belanda. Menurut sejarah yang pernah di Saksikan oleh ilmuan Belanda yang bernama Mr. Van Heerwarden pada tahun 1923 dalam sebuah catatan Hariannya tertulis, Jika disekitar tahun itu dia sedang melakukan penelitian di kawasan negeri Kerinci, Jambi dan menuliskan beberapa hal yang misterius mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badanya. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu. Menurut catatannya jika sosok itu merupakan sosok uhang pandak yang pernah dia dapat cerita dari rakyat Indonesia pada masa itu namun dia tidak dapat memberikan kepastian yang jelas karena mahkluk tersebut ketika dia hendak menemuinya, mahkluk itu menghilang tanpa jejak kemana dia pergi.

Dalam catatan yang di tulis, dia melihat sosok seseorang yang sangat misterius dengan ukuran tubuh yang tak seperti manusia pada masanya kerena kita tahu orang pada masa dahulu selalu bertubuh besar dan tinggi namun sosok makhluk tersebut kecil dan pendek dan ketika dia telusuri kea rah dia ada dia melihat keadaan yang aneh jika sisa jejak dari sosk misterius ini terbalik kakinya, Dimana tumit dan jarinya menghadap kebelakang dimana dia harus menuju. Jika dia menuju ke depan maka tumitnya berada di depan dan itulah kisah yang dia cerita dalam penemuan yang pernah dia tuliskan dalam buku hariannya dia.

Setelah dia melihat sosok mahkluk misterius tersebut, Mr. Heerwarden menjelaskan Jika mahkluk tersebut bukan sejenis siamang maupun perimata lainnya seperti kera dan sejenisnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar dengan berjalan seperti manusia pada umumnya. Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak habis pikir adalah Jika makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk keris dan sejenis tombak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya selalu tidak berbuah hasil karena uhang pandak ini selalu menghilang ketika di berusaha untuk mengenjarnya.

Namun peristiwa dan lengenda memang sulit untuk di percaya jika belum ada hal yang menyakinkan kita semua untuk percaya jika uhang pandak dan kehadiran hantu pirau ini memang pernah ada di negeri Jambi. Sebagai seorang yang sangat menghargai budaya kampung sendiri tentunya saya sangat bangga dengan legenda uhang pandak dan hantu pirau tersebut karena menurut saya itu adalah bagian dari kisah unik yang pernah ada sebelum syaa ada dan dilahirkan di tanah melayu Jambi tersebut.

Hingga saat ini berbagai Sumber dari para saksi memang sudah banyak terkumpulkan oleh para peneliti yang didanai oleh National Gographic Society untuk mencari tahu sebenarnya keberadaan dari Lengenda dari Uhang pandak dan hantu pirau ini. Sebut saja peneliti dari Inggris yang bernama Debbie Martyr dan Jeremy Holden yang kini masih bertahan dan sudah lama mengabdikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi terhadap eksistensi keberadaan uhang pandak ini dari berbagai sumber informasi warga setempat. Kegiatan dan penelitian mereka selama ini didukung dan dibiayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional yang semua tercatat dalam sebuah Website di www.fauna-flora.org jika anda ingin melihat dan cerita mereka.

Hasil Penelitian Yang Selama Ini Di dapatkan dari legenda dari kisah dari uhang pendek ini saja namun tidak dikaitkan dengan adanya hantu pirau ini. Mereka menyebutkan dari Beberapa pakar Cryptozoology mengatakan bahwa uhang pandak tersebut mungkin memiliki hubungan yang hilang dengan manusia alias memang berasal dari manusia pada umumnya namun seperti yang saya ketahui pada tulisan diatas jika uhang pandak ini merupakan titisan dan itu memang terbukti jika mereka memang seperti manusia pada umumnya hanya saja memiliki keunikan tersendiri pada kakinya yaitu kakinya terbalik tak seperti mansuia biasanya. 

Identitas Uhang pandak ini juga banyak dikaitkan dengan Manusia purba yang bernama genus Australopitechus yang pernah ditemukan fosil dari beberapa spesies manusia kerdil di Flores beberapa waktu yang lalu. Fosil manusia-manusia kerdil tersebut mirip dengan uhang pandak yang berdiri tegak dan berjalan seperti manusia pada umumnya dan temuan ini dinamakan dengan Homo Floresiensis. 

Ciri fisik dari temuan terebut sangat mirip dengan penggambaran mengenai Uhang pandak yang menjadi legenda Masyarakat jambi tersebut, dimana mereka memiliki tinggi badan tidak lebih dari satu seperempat meter, berjalan tegak dengan dua kaki dan memiliki alat berburu sederhana serta telah mampu menciptakan api dan mereka telah ada dan hidup diantara tahun 35000 – 18000 tahun yang lalu di bumi nusantara ini.

Namun hingga saat ini lengenda tersebut masihlah mentah dan belum menemukan titik akhir dari legenda keberadaan dari uhang pandak tersebut. Namun cerita yang aku dapatkan dan aku dengar itu mungkin saja memang adanya karena pada zaman dahulu kita tahu berbagai mahluk hidup ada dimuka bumi ini dan itu sulit untuk kita prediksikan akan keberadaan mereka tersebut. Seperti layaknya legenda dari uhang pandak dan hantu pirau ini akan selalu menjadi cerita dan budaya yang akan selalu ada untuk menyokong keberadaan kota jambi hingga saat ini.

Itulah kisah dan legenda dari uhang pandak dan hantu pirau yang saya tahu dari cerita yang pernah saya dapatkan dan saya dengar dari mereka yang mungkin saja memang pernah melihat dan pernah bertemu dengan mahkluk misterius. Sebagai orang yang mendimai daerah setempat dan berdasarkan bukti dan cerita mereka yang ada, maka keberadaan dari uhang pandak dan hantu pirau memang pernah ada di kotaku tercinta ini, hanya saja tidak bisa menjelaskan kapan mereka pernah hadir dalam negeri melayu jambi ini. Jika berkaca pada penemuan orang kampungku yang ada di bukit 12 sana, Mak penemuan akan peninggalan dari temenggung merah mato memang ada adanya seperti tempat tinggal dia hanya yang tersisa tiangnya saja, peralatan masak seperti kuali atau wadah besar yang hingga saat ini masih ada yang terbuat dari batu dan peninggalan lain seperti batu bersalaman yang menjadi wisata yang ada di bukit 12 Jambi tersebut.

Cerita itu akan selalu ada hingga nanti dan akan menjadi misteri disetiap mereka yang membacanya dan mendengarkanya. Berharap sebagai penulis cerita ini dapat memberikan motivasi kepada generasi selanjutnya untuk selalu menjaga dan membanggakan cerita yang pernah terjadi dalam negeri seperti legenda uhang pandak dan hantu pirau ini yang memang pernah hadirnya di kotaku Jambi. Hal lain yang ingin saya sampaikan juga agar generasi Indonesia mampu mempelajari dengan baik agar dapat meneruskan cita-cita bangsa dan memberikan dampak positif untuk kemajuan negeri dan membanggakannya hingga ke pelosok dunia.

Bersamaan dengan lengeda uhang pandak dan hantu pirau ini, Penulis berharap dan sangat berharap Semoga bermanfaat untuk anda semuanya dan jika anda memiliki cerita akan pengetahuan mengenai cerita ini agar dapat diteruskan pada cerita selanjutnya dan itu merupakan kebanggaan untuk kita semua karena bisa saling berbagi cerita yang dapat mengangkat nama Indonesia dalam peradaban dunia. Akhir kata, Jika ada perkataan yang kurang berkenaan dalam cerita ini, penulis membuka diri untuk memnita maaf akan kesalahan kata dan tulisan tersebut karena inti dari cerita ini untuk memberikan hal yang positif akan kejadian yang sebenarnya pernah terjadi. Akhir ucapan dari hati, penulis ucapkan Terim kasih.

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Facebook Comment