Tahukah Anda Jika Tahun 2015 Ini Merupakan Tahun Terpanas Dalam Sejarah

Anda pasti merasakan hingga saat ini hawa di negeri kita sangatlah panas baik itu di daerah maupun di ibukota besar seperti di Jakarta ini. Banyak orang bertanya bahkan mengeluh mengapa beberapa bulan terakhir cuaca menjadi lebih panas daripada biasanya. Polemik Alam ini tentunya sesuai dengan periode Juli sampai Agustus menjadi musim kemarau panjang yang kini terjadi pada beberapa titik wilayah di dunia. Bukan hawa panas saja yang kita rasakan, namun kekeringan terjadi dimana-mana dalam negeri ini karena tidak ada hujan dan beberapa pertanian gagal panen karena curah hujan yang tidak adan dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti yang dilansir Media International Business Times dari U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengatakan, Jika tahun 2015 diklaim menjadi tahun dengan kondisi cuaca sangat panas selama 135 tahun terakhir sejak pengamatan iklim secara rutin dimulai pada tahun 1880.
Para ilmuwan peneliti iklim Bumi di NOAA mengungkap, temperatur rata-rata Bumi pada tahun ini berada pada titik 1,53 derajat Fahrenheit yang digabung dari cuaca tanah dan air di Bumi. Meskipun begitu, NOAA menjelaskan bahwa secara norma Juli memang menjadi musim kemarau dan menjadi bulan yang panas dalam setahun di seluruh wilayah Bumi.

Hal tersebut terjadi karena adanya peristiwa badai El Nino yang terjadi di beberapa titik samudera di daerah tropikal Pasifik. Para peneliti mengungkap bahwa tahun 2015 ini, intensitas El Nino semakin meningkat dan menjadi lebih kencang, sehingga membuat suhu di beberapa titik daerah tropikal menjadi panas.
Mengingat tahun 2015 ini merupakan tahun dengan cuaca paling panas, tak menutup kemungkinan bahwa teori global warming kembali menyeruak. Sebelumnya, NASA mengumumkan prediksinya lewat sebuah dataset bahwa bumi akan mengalami perubahan iklim besar-besaran dalam waktu 85 tahun lagi, tepatnya di tahun 2100.

Menurut para ilmuwan yang sedang meneliti fenomena ini, hal tersebut disebabkan oleh lapisan karbondioksida di atmosfer bumi yang nantinya akan mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 935 ppm. Untuk saat ini, lapisan karbondioksida tersebut sedang berada di angka 400 ppm.

Jika nanti ternyata prediksi yang diumumkan benar terjadi, sebagian besar wilayah bumi akan mengalami perubahan iklim drastis yang menjadi sangat panas. Bahkan nantinya di wilayah Afrika, India, dan Amerika Selatan, temperatur hariannya bisa mencapai angka 45 derajat Celcius.

Dengan keadaan bumi seperti itu, maka tidak terbayangkan betapa panasnya sinar matahari untuk kita rasakan. Semoga saja manusia semakin sadar dengan lingkungannya karena dampak terbesar yang membuat udara ini semakin panas adalah masalah hutang, lingkungan perumaha kaca dan penataan yang kurang baik. 

Terima Kasih Atas Kunjunganya Dan Semoga Bermanfaat Untuk Anda

Facebook Comment