9 Jun 2015

Cerpen : Negeri Tipu Daya

Bermain air sudah pasti akan basah, bermain api sudah pasti akan terbakar dan bermain dengan keburukan sudah pasti akan berdosa dan celaka. Hidup kita pada awalnya berparas kapas putih bersih tanpa noda, namun seiring berjalanya waktu kapas itu terbang menelusuri jaga kehidupan dengan berbagai tindakan dan itu tak membuat kapas itu tetap putih bersih namun aka nada bercak-bercak hitam yang menempel didalamnya.
Keadaan seperti itu tentunya tak lepas dari ruang gerak yang kita jalani selama kita ada di dunia ini. orang pernah bilang tak ada yang bersih dalam dunia ini tanpa melakukan kesalahan apapun, kita akan mengalami banyak fase dalam kehidupan ini, dimana fase tersebut akan mengantarkan kita pada sebuah pengertian akan hidup dan tumbuh menjadi lebih baik dalam ajaran yang baik pastinya.

Adanya kesalahan sudah pasti kita tidak akan mengulanginya lagi kelak hari nanti, dengan keslahan itu kita belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama itulah yang namanya proses hidup. Namun jika terjadi terus terjadi dengan hal yang sama, mengulangi hal yang sama tanpa ada gerak untuk melewati fae tersebut maka itu Kehidupan namun hanya hidup saja sepertinya.

Persoalan demi persoalan tentunya akan kita alami dalam kehidupan ini, apapun yang terjadi kita harus tetap berjalan dan tetap melangkah demi kehidupan yang lebih baik, belajar dan belajar dari pengalaman yang pernah terjadi dan menuari sukses hidup dengan hal tersebut. Seperti layaknya keadaan negeri kita ini, Saat ini berbagai kejadian melangkah pasti mengerogoti merah putih dengan berbagai permasalahan baik itu dalam negeri sendiri maupun dari pihak luar yang mencoba mepengaruhi bangsa ini.

Sebut saja sepakbola Indonesia yang kini dalam keadaan tidak mengenakan untuk kita lihat, keadaan eram dalam hati kita, keadaan kesal akan tindakan mereka namun tetap saja semua akan berlaku seperti itu karena apapun yang terjadi dalam kehidupan ini hanyalah bantaran cobaan yang harus kita siasati denga hati yang bersih dan bijak.

Belumlah lagi masalah kesalahan para pemimpin kita yang pada waktu lalu ada isu yang beredar jika Presiden RI Bapak Ir. Jokowi Widodo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila mengatakan sebuah pidato jika Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno lahir Di Blitar Namun menurut sejarah Sang Proklamator tersebut lahir di Surabaya. Simpang siur keadaan seperti itu mungkin kesalahan yang tidak sengaja. Namun sejak itu terjadi berbagai hal muncul dalam pertanyaan dan jawaban yang seakan mengkambing hitamkan keadaan tersebut menjadi sebuah hal yang buruk. Hal tersebut seharusnya tidak perlu di persoalkan karena manusia tak luput dari kesalahan dan kehilafan dalam hidup ini.
Belum lagi Cobaan yang menimpa Iskandar iskan yang kita dia adalah orang yang baik dikenal oleh masyarakat dan tindakan selalu pro akan rakyat namun pada beberapa hari terkahir tercium isu jika dia menjadi tersangka akan korupsi dalam negeri ini. Tak habis pikir dan tak menyangka akan seperti itu. Kita tau beliau adalah orang yang sangat mengerti dan sangat paahm bagaimana keadaan rakyat negeri menderita karena korupsi namun hal yagn hampir tidak masuk akal kenapa dia melakukan hal tersebut.

Berbagai cobaan dalam negeri ini terus bergulir, seakan tak ada lelahnya terus menghantam tanpa ada lelah. Mungkin karena ulah mereka yang berdiri dan duduk disana terlalu agresif bermain dalam negeri ini atau memang keadaan alam yang semakin benci akan nasib negeri ini ?, Entahlah, Yang jelas kita paham dan mengerti bahwa hidup ini hanyalah sarang tipu daya yang jika kita lengah akan terkena dampak tipu da daya mereka. Jika itu telah terjadi maka hati dan pikiranmu akan tertutup untuk berbuat baik dan akan terkena dampak dalam kehidupanmu menjadi orang yang selalu salah. Kita tahu kaum itu telah berjanji akan selalu mengusik ketenangan manusia dimuka bumi ini dengan tipu daya mereka. Bagaimanapun caranya mereka akan melakukannya.

Nampaknya negeri ini mungkin sudah banyak yang terkena virus terebut yang terkubur dalam hati mereka. Seperti janji akan rakyat mereka lupakan setelah mereka duduk disana. Korupsi tak menjadi persoalan untuk mereka lakukan tanpa mengingat itu adalah perbuatan dosa dan salah. Kekuasaan menjadi nomor satu untuk mereka dapatkan dengan cara menghalalkan segala cara walauun itu salah mereka tetap bersisihkeras untuk melakukannya.

Dunia ini memang penuh dengan sandiwara, tipu daya para pengikut kaum sesat yang akan mengantarkan kita pada jenjang dosa yang akan menelantarkan kita pada hari akhir nanti. Kapas yang saya sebutkan itu akan tetpa bersih walaupun ada kotoran menempel namun masih dihapus dengan perbuatan yang baik dan kembali lagi ke warna dasar lagi yaitu putih kembali. Semoga dengan keadaan negeri kita saat ini penuh dengan tipu daya namun kita berupaya tetap menjadi itu sebagai pelajaran agar kelak hari negeri kita ini lepas dari hal tersebut dan menjadi bersih kembali seperti kapas yang terlahir tempat asalnya.
Untukmu Negeriku Indonesia…

1 komentar

bagus ceritanya


http://www.jamilkaligrafi.com/


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia