Cerpen : Sang Pengabdi Dosa

Entah segaja atau memang tak memahami apa yang diperbuat sehingga mereka lupakan ajaran cahaya dalam ruang kasih tuhan untuk betingkah seperti tak memiliki hati yang mengikat dalam tubuh dan perangai mereka sehingga apa yang mereka lakukan seolah telah lari dari kurungan janji hati akan perbuatan baik dalam hidup ini.
Ketika diri telah berlabuh dalam sebuah kurungan waktu kelam dalam ini maka segeralah pergi tinggalkan ruang gelap gulita agar kau dapatkan sepercik cahaya terang akan arti kehidupan yang kau jalani, jangan kau terbelenggu dalam derapan pangkuan dosa yang akan mengantarkan dirimu dalam kehidupan abadi yang akan menelantarkanmu hingga kau lenyap dengan senyum tak terpaut dalam wajahmu ketika kau tinggalkan dunia ini.

Berbuat tak kau pikirkan lagi dampaknya, kau tega lampiaskan suksesmu dalam derita orang lain, kau menyita waktumu hanya untuk berbuat dalam tawaan kaum pembenci tuhan. Kau bersulap dengan janji kaum pembenci kebaikan yang akan mmbawamu sengsara hingga akhirat kelak. Dirimu hanya sekucil debu yang akan lenyap ketika angin datang, pikirkan dirimu dengan hati bukan alasan karena jika hanya dosa yang kau tonjolkan dalam hidupmu maka sudah pasti kau akan mengikuti kaummu nanti kea rah yang berbeda ketika dunia ini dilenyapkan.

Manusia memang tak ada yang tak berdosa namun bukan berarti itu menjadi alasan untuk kau selalu mengtuhankan kata-kata itu untuk berbuat dosa. Kata-kata itu untuk kau bermabisi untuk membatasi diri untuk kau terjun dalam dunia gelap gulita. Walau tak sanggup kau menghalangi untuk kau berbuat sedemikian rupa dalam dekapan dosa maka selalu ada celah untuk kau terobosi dan lawan jika dirimu tak akan pernah menyentuh kehidupan kaum pembenci tuhan yang telah dijanjikan tempat derita diakhir zaman nanti oleh sang maha kuasa.

Kenapa kau inginkan dirimu seperti kaum itu terbelit masalah hidup yang tak ada batasnya bertindak dalam rusun osa yang tak berakhir. Bahagiakah yang kau harapkan dalam hidupmu sehingga kau menghalalkan segala cara kau jalani, ingin kayakah dirimu dengan pekerjaan yang sangat dilarang dlaam agamamu, ingin larikah dirimu dari tuhanmu sehingga kau anggap dirimu seperti tuhan yang ingin berkuasa sepenuhnya dalam derita orang lain.

Tegoklah mereka, perhatikan mereka, karena ulahmu itu mereka menderita karena perbuatan yang kau canagkan tanpa rasa iba sedikitpun dalam hatimu, Masih seperti manusiakah kau sehingga kau tega membuat mereka terpuruk dalam ajaran yang kau terapkan dalam hidup mereka untuk mengikutimu. Janganlah seperti itu, masih banyak kehidupan dan ruang untuk kau menghindari perbuatan yang mengtuhankan dosa dalam hidupmu.

Tak apa hidupmu dalam dekapan derita namun hatimu masih tetap dalam alunan nada tuhanmu, taka pa kau susah dalam duniamu namun kau selalu berupaya untuk bahagia dalam akhirat yang membahagiakanmu nanti dengan nada pahalamu. Hidup ini hanyalah sesaat jua yang tanpa kau sadari kau telah dekat dengan waktumu untuk pergi temui tuhanmu, tak terasa umurmu sudah berakhir untuk pergi selamanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu dihadapannya.

Untuk itulah, sebelum itu terjadi, janganlah kau terapkan dalam waktumu untuk menjadi seorang yang mengabdikan akan dosa-dosa. Jika memang itu sudah kau pilih dalam hidupmu maka siap-sipalah untuk mengikuti mereka kelak dalam ruang gelap penuh sesak dalam api yang menyala membakar dosa-dosamu yang telah kau perbuat pada masa hidupmu. Jika tak ingin seperti itu maka berbuat baiklah dalam ajaran yang telah kau daptkan dari agamamu itu, maka dengan itulah kau akan selamat dunia bahkan akhirat kelak, semoga kau akan sadari itu agar kau tak menjadi pemuja dosa seterusnya dalam sisa waktumu.


Untukmu Aku mencoba untuk berkata dalam dekapan kasih tanpa harap balas jasa…

Facebook Comment