Rumah Panggung Kajang Leko Itu Nama Rumah Adat Kotaku Jambi



Kota Jambi terbentuk ketika Kerajaan Melayu Jambi berdiri sekitar abad XVII. Terletak di sekitar tepian Sungai Batanghari, Jambi dibentuk dari berbagai kebudayaan yang berasal dari berbagai etnik, strata sosial, ekonomi yang dapat dilihat dari bangunan dan suasana tepi sungai Batanghari tersebut. Namun seiring berjalannya waktu Jambi kini terpecah hingga berbagai kabupaten yang luas.
Dalam artikel ini yang ingin saya bahas adalah mengenai rumah adat Jambi yang bernama Rumah Panggung Kajang Leko yang merupakan konsep arsitektur dari Marga Bathin. Hingga sekarang orang Bathin tetap mempertahankan adat istiadat yang ditinggalkan oleh pendahulu mereka, bahkan peninggalan Kajang Leko pun masih dapat dinikmati keindahannya dan masih dipergunakan hingga kini.

Bukti adanya orang suku Bathin itu terbukti masih adanya Perkampungan Bathin yang masih utuh hingga sekarang yang bernama Kampung Lamo di Rantau Panjang Jambi. Rumah Panggung Kajang Leko memiliki bentuk persegi panjang. Keunikannya terletak pada struktur konstruksi Dan seni ukiran yang menghiasi bangunan.

Konstruksi bubungan atap rumah dinamakan gajah mabuk diambil dari cerita nama si pembuat rumah yang mabuk cinta namun tidak disetujui oleh keluarganya pada masa itu. Pondasi atas dibuat melengkung ke atas menyerupai perahu dinamakan jerambah atau lipat kajang dengan atap bagian atas dinamakan kasau, terbuat dari anyaman ijuk yang dilipat dua untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.
Hingga saat ini rumah ada Jambi tersebut tetap mempertahankan konsep tersebut karena sudah menjadi cirri khas adat istiadat kota Jambi tersebut. Jika anda berkunjung ke Jambi Jangan Lupa untuk mendatangi rumah adat khas Jambi ini. Selamat Berlibur.

Facebook Comment