19 Mar 2015

Bahagiaku Untukmu



Perasaan hati entah kemana perginya, pikiran melayang entah dimana rimbanya, aku terpuruk dalam tangisan cobaan yang datang tak kenal lelah, menyalahkan takdir hidup yang kau miliki bukanlah perkara yang mudah untuk aku salahkan karena aku masih sadar bahwa hidup memang untuk diterima dan di syukuri berjalan tanpa ada keluh kesah seperti itu. Menyesal hidup seperti cacing kepansan yang tak seorangpun datang memberi pelindung agar sedikit raga ini terhindar dari teriknya rintangan yang resahkan hati ini.

Air mata mengalir seperti tak ada kontaknya, terbiasa menetes hingga mongering di pipi tanpa aku mampu hapus dengan tanganku karena tanganku telah sibuk menepis bayang pupusnya waktu memanggilku untuk menyerah pergi. Entah memang hidup yang aku pilih namun aku tak merasa memilihnya, itu takdir tuhan meeka berkata sabar memanggilku, entahlah aku ini hampir saja lepas kendali bertlapang dalam hati untuk berteriak tak jelas eperti orang gila beneran.


Apalah ini, apalah itu aku sering tak mengenal pertanyaan mereka itu, aku kadang terdiam tanpa sebab bukan tak mampu untuk mereda pertanyaan itu namun diri ini terlalu memilih diam agar sedikit lapang aku rasa dalam helaan nafasku ini. Tuhan mungkin telah melihatku selama ini, telah memberikanku aba-aba agar aku paham akan arti hidup itu sebenarnya namun hanya aku sendiri yang payah tak tahu diri, lihat aku menangis lagikan karena derita ini.

Aku meninggalkan waktuku untuk pergi mungkin masih banyak tugas yang mungkin masih mampu aku kerjakan, namun raga ini terlalu mengusik hati untuk berhenti di sini saja untuk tidak pergi lagi mengarungi bahterai hidup yang pebuh air mata ini. Lihat saja saat ini masalah datang lagi kepadaku menjemput kesedihan mendekam kelam dalam hati ini, aku sudah bilangkan, jangan beri hal yang seperti itu lagi karena aku ingin warna yang berbeda untuk aku rasa namun entah kenapa hal sama di berikan untukku tuhan.

Kesedihan apalagi harus aku coba, kehilangan ayah, kehilangan saudara kakaku tercinta sudah aku alami, lihat ibuku yang begitu terluka, liha badannya kurus kering seakan hanya dirimu yang bisa membuat dia bertahan untuk hidup, namun kenapa saat ini kau berikan hal yang sama untuk aku dan ibu rasa, aku mohon yang tuhan, jangan beri aku cobaan seperti ini, kakakku terbaring lemah tak berdaya karena sakit, aku mohon padamu, jangan berikan cobaan untuk kedua kalinya kehilangan kakakku lagi untuk kedua kalinya lagi, tak tak akan mampu membiarkan ibuku menanggung beban hidup ini lagi.

Untukmu yang robb yang maha kuasa, aku mohon berikan kesehatan pada kakakku yang kini sedang sakit, aku mohon berikan ibuku ketenangan untuk bisa tersenyum lagi melihat kakaku itu kembali sehat sembuh dari sakitnya itu, aku mohon yang allah maha kuasa, jika bahagiaku bisa kau ambil dariku, jika semua bisa kau ambil dariku demi kakakku dan bahagia ibuku maka boleh kau ambil ya robb asalkan kakakku bisa sembuh dan ibuku tercinta bisa kembali merasa tenang melihat mereka kakaku sembuh lagi.

Ambil semua yang kau takdirkan untukku ya Allah agar kakakku bisa sembuh dan ibuku bisa tersenyum, ambillah ya allah, apapun itu walaupun aku tak bisa mendapatkan apa-apa dalam hidupku namun asalkan kakakku dalamk  keadaan sakit sembuh, ibuku bahagia dan saudaraku bahagia semuanya, aku rela yang allah melepas semua yang aku punya walau nyawa sekalipun, Aku mohon dalam tulisan terpuat dalam doa hati ini ya allah, berikan kesembuhan pada kakakku dan bahagia untuk ibuku dan saudaraku semuanya, amin ya robbalalamin ya Allah.

Sumber gambar : google


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia