Purnama Terhalang Rindu



Samar gerak langkah merayapi titik gelap ayunan kakiku menerpa bising ibukota ini. Suara hati hampir tak mampu aku dengarkan lagi mengisi ruang kosong hariku. Entah itu pertanda akan adanya rinduku yang hingga kini masih tertanam erat dalam lubuk hatiku, atau hanya gundah lelah oleh waktu yang mengikat jiwa dalam kesibukan pikiran.

Aku tak heran dengan apa yang terlintas dalam hariku tentang dirimu yang menjelma menjadi ada hanya berlandaskan pikiran semua mendulang kecemasan dalam dada. Aku selalu disibukan dengan ulah rasa yang kau tinggalkan dalam hati ini, memukuli diri tak terasa, memenjarakan kata itu tersimpan dalam ruang rindu yang seakan telah lama tak bisa lepas dari satu nama itu. Aakankah kau hanya dia saja sedangkan aku mati terbelenggu akan purnama yang tak pernah ada.
Kau yang sana, tak pernahkah kau berpikir akan hal itu, adakah secuil rasa dalam rindu akan namaku yang terlintas dalam benakmu walau hanya sesaat saja. Adakah celah rindu dalam hatimu untukku agar dahaga hati ini bisa terlepaskan dari panasnya dunia ini. Kenapa kau masih diam saja disana tanpa ada ibakah dalam hatimu akan diriku yang setiap saat hanya tertulis namamu dalam aliran darahku ini.

Rindu, aku rindu…sangat rindu, kenapa aku hanya bisa rindu kepadamu, kenapa hanya rindu yang aku dpaatkan darimu. Coba kau lihat aku, coba kau lihat aku disini yang sangat merindukan kehadiran nyata akan dirimu. Kau hanya tertawa disana, kau hanya bergembira disana Tak pernah kau berpikir aku hampir mati bosan karena rindu yang mengiringi waktuku ini.

Walaupun hadirmu didekatku tak berkata rasa namun jiwaku terasa seperti apa yang aku harapkan. Melihatmu saja kau sangat bahagia, aku tidak pernah aku akan terluka melakukan ini kepadamu, saat ini aku merasakan hal itu mati rinduk karena rasa yang tidak ada jawabannya. Aku ini memang bodoh kenapa menyimpan rasa kepadamu, sedangkan dirimu tak pernah peduli dengan apa yang aku rasa. Aku sadar dengan keadaan diriku hampir tak sempurna yang kau mau mungkin. Namun cinta itu telah mengajarkan aku untuk mencintamu saja. Walau aku tak tahu sampai kapan aku bertahan dengan menyimpan rasa sendiri, aku tak tahu, saat ini rindu itu hanya ruang kosong yang aku Nampak.

Dirimu mungkin tak pernah berpikir akan ada kau disini yang setiap saat sangat merindukan kehadiranmu, sangat rindu sekali. Mungkin memang aku yang salah dalam memilih orang yang salah, namun rasa tidak pernah salah, cinta tak pernah salah dan waktupun tak pernah salah, begitupun dengan dirimu tak salah dalam hal ini, akunya saja yang salah yang tak tahu diri mungkin mengharapkanmu terlalu.

Aku memang salah namun kesalahnku itu membuatku bahagia bisa mmengenagmu terus, mengenang rindu yang akan mengantarkanku dalam mimpi indah tentangmu, walau aku tahu itu hanya mimpi kosong saja karena jika aku bangun kenyataanya tidak pernah ada, namun dengan cara itulah aku bisa bertemu denganmu secara indah karena aku pikir dengan nyata berhadapan denganmu pasti aku tidak akan sanggup. Tuhan itu maha tahu apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan dan hingga saat ini perkataan itu masih aku pegang dalam hidupku walaupun nanti aku tidak akan pernah memilikmu namun nama dan rindu itu masih akan tetap ada dalam purnama yang selalu menemani kesendirianku ketika malam menjelang.

Hingga saat ini mungkin purnama tidak akan pernah tersenyum untukku karena hadirmu tidak terlihat bersamaku namun cinta memang begitu adanya. Jika belum temukan dia yang pas buat diri kita maka rindu akan seseorang yang kita kagumi akan selalu hadir temani waktu yang sangat resahkan diri. Dirmu disana akan selalu ada dalam bait syair indah waktu, walau kau tidak pernah berpikir sedemikian sepertiku tapi aku akan melakukan hal yang sama seperti saat ini merindukanmu setiap saat. Semoga disana kau selalu bahagia itulah yang aku selalu lampirkan setiap rindu itu datang menghampiriku. Untukmu purnnama terhalang rindu.


Sumber Gambar : Google

Facebook Comment