4 Feb 2015

Pernahkan Kau Menganggap Rakyatmu Ada



Berjalan menyelusuri kota Jakarta ini, pasti mata kita akan tertuju yang namanya para panadah tangan yang bertebaran disudut kota Jakarta ini, mungkin bukan di Jakarta saja mereka ini ada, mungkin secara kenyataannya juga mereka ada diseluruh nusantara ini karena memang tidak ada yang peduli dengan keadaan mereka. Mungkin sekilas kita akan berpikir, kenapa tidak mereka bekerja sedangkan fisik mereka sehat dan mampu bergerak kesana kemari untuk mencari pekerjaan yang layak. Namun kenyataan yang ada memang keadaan itu memang tidak bisa mereka ubah karena keterbatan ruang gerak agar mereka bisa bergerak dari keterburukan tersebut.

Mungkin kita akan beranggapan mereka itu memiliki sifat kebiasaan meminta-minta, berkeluh kesah kepada orang lain dengan menadahkan tangan, namun kadang memang itu adanya, mereka memang terpaksa melakukan itu karena mereka lapar dan ingin makan. Namun untuk mendapatkan sesuap nasi saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa, jangankan untuk bekerja, berjalanpun mereka tidak sanggup lagi. Namun apakah mereka yang duduk disana melihat keadaan mereka, sepertinya belum malahan tidak sama sekali.

Memang rakyat Indonesia memang rakyatnya banyak, tak bisa urusin satu keluarga saja, keluarga yang lain masih dalam keadaan begitu juga, hingga saat ini pemerataan kesejahteraan masih belum terlaksana dengan baik, belum tertata dengan baik. Entah apa yang terjadi padahal kita ini negera yang subur dan kaya akan hasil alam, namun kenapa kita masih saksikan mereka yang setiap hari menangis kelaparan dan berperang melawan rasa lapar dalam teriknya mentari siang.

Masihkan kita tutupi untuk mereka yang duduk disana, masihkan kita berdusta akan sengsara rakyat sendiri, masih tegakah kita melihat saudara-suadara satu rumpun kita mati karena hanya kelaparan, masihkah kita dianggap sebagai rakyat, atau memang kita tak pernah dianggap sebagai rakyat yang membentuk nusantara pertiwi ini. Entahlah. Coba lihat kami rakyatmu, mendukngmu setiap kau berjanji, namun pernah kau tahu betapa janjimu sangat melukai hati kami hingga saat ini. Kami tidak berharap aka nada sebongkah emas kau berikan kepada kami, namun yang kami harapakan hanyalah kami bisa makan, hidup dlaam kedamaian dan sejahtera seluruh rakyat nusantara ini. Semoga kau tidak mementingkan dirimu sendiri disana dan tersadar betapa kami sangat merindukan janjimu yang pernah kau ucapkan dulu.

Sumber gambar : Google


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia