3 Feb 2015

Film Indonesia Tak Kunjung Naik Pangkat



Jika kita membahas serta mempelajari realita perfilman nasional dewasa ini, patutlah kita mengajukan pertanyaan tentang ruang gerak perfilman nasional hingga saat ini, sudah sejauh mana kesungguhan kita mencintai karya bangsa sendiri dan sudah sejauh mana lembaga perfilman nasional dan instansi terkait bergerak berupaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut dengan menjadikan film nasional tuan rumah di negeri sendiri dan juga go international yang kita tahu beberapa negera telah melakukan hal ini yaitu memproduksi film yang berkualitas dan bermutu pastinya dan bisa memberikan kepuasan pada negeri mereka mengenai film yang mereka buat.
Pertanyaan diatas mungkin sudah lelah untuk kita bahas dan kita lontarkan agar bisa memecut prestasi perfilman Indonesia, namun kenyataan yang ada bukannya tambah baik namun malah tambah buruk keadaannya. Mungkin dapat kita rasakan, kita lihat dan kita saksikan bahwa dalam kenyataannya produksi film Indonesia kian hari kian kehilangan taji dan ruang gerak peredarannya dihati masyarakat sendiri, apalagi untuk pemasarannya di negeri ini cukup mengecewakan karena kurangnya fasilitas tempat untuk mereka saksikan film tersebut seperti bioskop atau penjualan yang kurang tersaji dengan baik sehingga berdampak terhadap menurun nilai jual serta mutu film nasional baik itu sebagai tontonan maupun tuntunan agar film nasional berkembang dengan baik dan dapat berkuasa menjadikan diri sebagai tontonan masyarakat.

Dengan gambaran permasalahan diatas dapat kita bayangkan betapa nasib film nasional hingga saat ini belumlah naik pangkat dan masihlah minim penggemar serta dari segi kualitasnyapun masih dibawah garis aman karena kita tahu kebanyakan film yang kita ciptakan berbau hal yang tidak mendukung moral yang baik kepada negeri kita yang kita tahu memiliki adat yang baik dan memiliki tata karma yang sopan dalam hal semcam ini. Beberapa dekade terkahir kita disungguhkan dengan banyak beredar film yang berbau horor namun pada kenyataannya film horror tersebut berisikan hal yang tidak selayaknya ditontonkan oleh semua kalangan, apalagi untuk anak-anak dibawah umur. Walaupun didalamanya bertuliskan 18+ namun tetap saja hal itu kurang dapat mengawasi betapa penjualan kaset ini beredar dan anak-anaknya dibawah umurpun ikut serta dalam menyaksikanya.
Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat sendiri akan mutu film nasional yang dianggap miskin tema dan miskin segalanya. Mungkin di negeri ini bukan dibilang tidak kreatif namun tidak demikian, entah kenapa kebanyakan film atau sajian televisi lainnya yang berbau copy paste film yang tadinya trend di layar perfilman internasional. Hal itulah yang membuat perfilman Indonesia kita hari kian buruk akan penghayatan masyarakat akan film hasil karya negeri sendiri. Jadi tidak salah lagi jika perfilman nasional agak susah bersaing dalam negeri sendiri dan kuang diminati oleh bangsa sendiri.

Pada tahun 2015 ini, berharap seluruh lembaga-lembaga perfilman Indonesia bekerjasama untuk mengajak seluruh mereka yang memiliki jiwa yang kreatif dan instansi terkait agar bisa mendongkrak kreatifitas perfilman indonesai dari segi kualitas dan mutu pastinya. Kita tahu dinegeri ini begitu banyak mereka yang kreatif dalam berbagai hal khsusunya dalam menentukan tema film dan itu terlihat banyaknya novel yang bagus tersaji di dalam negeri ini. Dengan saling mendukung dan bekerjasama dengan baik, mungkin akan tercipta perfilman yang berkualtas dan bermutu dan memiliki nilai jual yang baik pula, bukan hanya dinegeri sendiri tentunya kita ingin diluar juga ingin saksikan perfilman asli dari negeri kita Indonesia. Jangan memberikan contoh yang buruk lagi, asal buat film yangpenting tayang dan mengejar target namun kualitasnya jauh dari keinginan masyarakat yang menyaksikan. 
Merasa terhibur dan menghayati sebuah film yang ditonton itu pasti setiap mereka yang menyaksikan, jika berkesan maka terbuktilah bahwa film tersebut memiliki nilai jual yang maksimal dan kualitas yang baik dimata masyarakat. Sebut saja dalam dunia blogger banyak dari mereka yang suka mereview sebuah film yang dia baca dan hal ini dapat menjadi acuan bagi perfilman Indonesia bahwa mereka mereview film tersebut bukan karena dibayar atau hal lainnya, namun karena berkesan dihati jadi mereka ingin melampirkannya dalam kisah hidup mereka lewat tulisan sebuah film yang mereka totnton. Beberapa artikel yang pernah saya baca dari sobat blogger dan media lainnya, bahwa tercatat hampir 90% mereka mereview film luar sana bukan film negeri sendiri, Dari sinilah dapat memberikan gambaran bahwa perfilman Indonesia belumlah maksimal dan belum jua naik pangkat hingga saat ini.

Harapan tetaplah menjadi alasan saya menuliskan ini agar apa yang menjadi perhatian masyarakat dapat memberikan masukan kepada mereka yang bergerak dalam bidang ini dan berharap mereka menjalankan hal ini dalam menjadikan film nasional Indonesia lebih baik lagi dari segi mutu maupun kualtias serta berkuasa di negeri sendiri pastinya. Amin.

Sumber Gambar : Google

20 komentar

saya pribadi juga seringnya nonton film luar, film Indonesia terbatas hanya utk film2 yang inspiratif saja,
dukungan semua pihak sangat dibutuhkan utk memajukan film Indonesia

saya sering nonton realita aja :D

Kalau menurutku film Indonesia lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Lebih baik dikit aja, nggak banyak-banyak. Pengamatanku sih lebih baiknya terlihat dari berkurangnya film sex yang di beri embel-embel judul horor. Namun untukkemasannya menurutku tetap kurang. Seperti yang Maschun bilang diatas film Indonesia kualitasnya masih dibawah garis aman ^_^

Film Indonesia dengan ragam jenis pasti akan bermunculan di tahun 2015 ini, Mas. Tinggal kita mau nonton atau tidak. Sebab siapa lagi yg bisa memberi apresiasi lebih terlebih dahulu, kalau bukan kita.

@nuzululpunya

"sudah sejauh mana kesungguhan kita mencintai karya bangsa sendiri?" termasuk sesering apa kita mendownload film? hehe

@f_nugroho

blog resensi film memang masih sedikit ya, apalagi yg mengulas film Indonesia. Aku sendiri salut sama blogger film, dan sering dapat referensi film Indonesia bagus dari tulisan mereka :) @RuriOnline

Bahasa tulisannya legal formil ya, ini langsung mengalir atau melewati editan dari redaktur pelaksana ya... he he piss

@rizalarz

The Raid salah satu film nasional bertaraf internasional menurut saya, semoga bisa di adopsi oleh PH lain. Sehingga upaya meningkatkan pangkat perfilman nasional, berbanding lurus dengan bagusnya kualitas film itu sendiri. Bagaimana kita akan betah menonton film yang tidak menari?

Ya, sebaiknya sebagai orang Indonesia sih kita juga menghargai film dari negeri sendiri. :)

Orang indonesia harus mendukung film -film Indonesia. Apalagi sekarang film Indonesia udah mulai membagus.

@rin_mizsipoel

Mari kita dukung film indonesia biar lebih baik

semoga tahun 2015 film indonesia lebih baik lagi

betul mas, kalo bukan kita siapa lagi yg mau nonton film kita :)

kalo download film lain saya sering mas :)

semoga kita blogger bisa juga seperti mereka, amin

nggak editan mas tapi semua isinya saya copas, hahaha

the raid, oke punya juga liu :)

betul mba @ririn, namun masih kurang berkulitas juga hingga saat ini :(

Film Indonesia kalau isu yang diangkat menarik, saya tertarik menontonnya di bioskop. Contoh saja Beta Maluku, Filosofi Kopi atau out of box sekalian sperti The Raid itu (h)

Sayangnya,,,,kebanyakan justru sekitar (maaf) horor++ :-(


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia