8 Jan 2015

Pengembara Sastra Dari Ranah Melayu



Sejak Kecil aku memang tak memiliki masa kecil yang kurang bahagia karena pada masa kecil aku harus melewati masa suram karena pertumbuhanku terhadang oleh penyakit yang silih berganti datang pergi tanpa lelah menyerangku. Namun sujud syukur aku ucapkan kepada maha kuasa karena Dialah aku bisa bertahan hingga samapi saat ini dan pastinya berkat kasih saying yang tak henti diberikan oleh kedua orang tuaku agar aku tetap bertahan hidup hingga detik ini. Bukan masalah itu saja aku bertahan, masa remajaku aku lewati masa yang kurang baik karena aku harus berpisah dengan kedua orang tuaku karena aku harus menrantau ke kota Jakarta ini untuk meneruksna pendidikanku. Hal itu bukan orang tuaku tidak mau mengasuhku namun karena ukuran ekonomi yang tak mendudkung untuk aku bisa meneruskan pendidikan bersama mereka dan kahirnya aku harus berusaha berjuang meminta bantuan kepada pamanku untuk bisa sekolah melanjutkan studiku di kota Jakarta ini dengan perjuangan yang cukup sedih untuk aku certiakn saat ini.

Dari kecil aku telah diajarkan untuk bertahan dalam keadaan apapun oleh kedua orang tuaku, mereka pernah bilaqng kepadaku bahwa hidup itu tak semudah membalikan telapak tangan saja, butuh perjuangan untuk bisa sukses meraih kebahagian di dunia maupun di akhirat nanti. Hal itulah yang menjadi acuan dlaam hidupku hingga aku jalani sampai detik ini juga dlaam prinsip hidupku.Aku tak pernah menyerah sebelum nafas ini berhenti dalam diri. Memang tak mudah untuk aku lewati di kota Jakarta ini dengan modal keberanian tanpa sanak family namun aku percaya Allah SWT Akan selalu ada di sekitarku untuk bisa menopang ketika aku sedih, ketika aku jatuh dan ketika aku lelah, Dia akan selalu ada mendampingi diriku ini kemanapun aku berada. Aku percaya akan hal itu dan terbukti aku selalu mendapatkan jalan untuk menuju apa yang aku inginkan.

Aku ini bak pengembara yang memang terlahir dari dunia penuh drama, aku datang ke Jakarta ini sebenarnya bukanlah hal yang pasti dan tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, mungkin kehidupan yang aku miliki ini memang telah tergariskan dalam garis tanganku dan kakiku bahwa aku akan melewati hidup penuh dengan perjalanan panjang dari satu negeri ke negeri lain. Aku bahagia dengan hal ini karena jika aku kesal berarti aku telah melawan takdir hidupku. Tidak ada yang disalahkan dan tidak ada yang ahrus menanggung beban hidupku kecuali aku sendiri. Mungkin kita memang sama dalam menjalani hidup namun aku yakin kita tak sama memiliki nasib dlaam kehidupan yang kita miliki ini dan itu seperti hidup yang kau miliki ini akan selalu bertolak belakang dengan apa yang kau jalani.

Hidup memang begitu, apapun alasanmu untuk menyerah tetpa saja kau harus menjalaninya, duka bahagia mungkin akan merengut waktumu namun percayalah tak ada yang abadi di dunai ini. Jika saat ini kau sedih penuh duka pasti kau akan merasa bahagia suatu saat ini dan begitu juga sebaliknya jika kau bahagia kau harus siap akan merasa sedih dikemudian hari. Tak ada yang selalu bahagia diddunia ini dan juga tak ada yang selalu sedih pasti semua akan saling merasakan itulah hidup di dunia ini. Namun satu hal yang akan membuat bahagia abadi yaitu amal baik didunia maka kau akan bahagia dalam keabadian nanti dalam surgaNYA Kelak.

Perjalanku memang tak sama denganmu, aku ini pengembara yang akan selalu berjalan menuju apa yang aku impikan dan apa yang menjadi tujuanku dalam perjalanku ini. Begitu juga dengan hidupmu, tak usah kau bersedih terlalu lama dalam hidup yang kurang bersahabt denganmu karena itu proses hidup menuju bahagia yang kau inginkan. Seperti layak diriku yang akan selalu menjadi seperti ini, menganut prinsip hidup penuh cerita dan penuh jaung tanpa kata lelah dan tanpa kata kata menyerah karena aku yakin pintu bahagia akan terbuka jika kita selalu berusaha dengan sepenuh hati. Allah SWT akan selalu hadir menenmani dalam kisah hidup penuh tantangan.

Salam Hangat Dari Pengembara Dari Ranah Melayu…


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia