9 Jan 2015

Gadis Pembawa Rindu



Gadis Pembawa Rindu, Itu namanya yang aku kenal sejak dulu untuk pertama kali aku melihatnya ada di sekelilngku ranah kantor tempat aku mencari nafkah. Entah sejak kapan aku mengaguminya, entah kapan aku mulai menyukainya, entahlah, namun akhir akhir ini aku sangat memikirkannya dan waktuku seakan selalu terisi dengan nada indah rindu yang mengebu ingin melihatnya ada di depanku, walau hanya sepintas dia aku lihat ada di dekatku namun terasa aku takbutuh siapa-siapa lagi dalam hidup ini selain hanya dengannya. Bukan gombal bukan php namun ini kataku dari hati kalau aku memang mnyukainya sejak hari itu.

Rindu itu semakin hari semakin aku rasakan untuknya, entah aku ini bodoh atau tidak pintar (sama aja ya). Kenapa aku terlalu merindukannya ya, padahal setiap hari kerja aku sering melihatnya ada duduk setiap aku lewat untuk makan siang. Walau aku tak seperti serius dlaam memperhatikannya namun tetap saja aku sebetulnya ingin katakan padanya bahwa aku ini menyukaimu. Namun semenjak itu pula aku belum pernah katakana hal itu padanya, bukan masalah tidak berani atau pecundang namun dari segi diri dan permsalahan lain juga mendukun guntuk aku hanya bisa diam dan meyimpan rasa ini dalam erat gengaman hati ini. Aku pernah bilang sama sahabatku yang juga kerja disana, sahabtku itu bernana ajie bramasto, dia sahabat terbaiku di tempat aku bekerja, Aku dan dia sering berbagi cerita baik itu hal lelucon ataupun masalah pribadi, memiliki sahabat sepetinya merupakan ceritan tersebdiri bagiku.

Walaupun aku tahu sahabatku ini juga pernah menjalin hubungan dengan temannya yang bernama Aan Puspitasari, Namun aku tak tahu betul alasannya melepaskannya, yang aku tahu dia bilang sama aku mereka sudah udahan sej sedangkan aku tahu hari itu. Nah dari hal itulah aku takut seperti mereka, karena jelas pasti aka ada pertanyaan seputar hal ini juga kenapa mereka udahan. Hingga saat ini akupun belum tahu apa yang harus aku lakukan agar semua berjalan dengan baik, Temanku pernah bilang sama aku dengan perkataan seperti ini “Jika kau menyukai seseorang, maka katakana padanya pas moment itu datang karena jika tidak moment itu akan pergi dank au tak akan menyesal disisa hidupmu nanti”. Dari berbagai alasan dan masukan yang diberikan sama sahabat dan temanku semua, aku lebih lebih percaya dengan keputusan aku sendiri bahwa apapun yang kau lakukan adlah bahagiaku dan apapun keputusan diriku adalah jalan hidup yang harus aku jalani. Tak peduli aku harus sedih dan menangis sekalipun yang jelas semua yang aku lakukan adalah mutlak dan itu menjadi dasar bahwa aku memiliki masa depan bukan untuk habis karena terbendung satu hal yang belum tentu jadi dan ada dalam hidupku.

Aku memang menyukainya, aku memang merindukannya jika tidak ada aku lihat dan aku memang mengaguminya sejak hari itu dia ada dalam labirin hidupku, Namun aku tidak pernah menyesal kenal sama dia dan aku tak pernah menuntut untuk dia ada untukku, cukup dengan tulisan yang aku buat ini yang akan memberikan alasan kenapa aku berkata seperti itu. Tetaplah menjadi seperti apa yang kau inginkan, aku akan selalu mengikutimu, Dengan cara apa kau membuatku rindu dengan cara itupula aku bisa melupakanmu. Aku pikir memang berat untuk bisa melupakan perjuangan yang gagal tanpa ada celahsedikitpun untuk menang namun aku memang seperti itu dank au boleh bilang apa aja akan keadaan dan apa yang aku lakukan namun aku mengenalmu saja sudah bahagia dan untuk apa aku harus menuntutmu untuk bisa hadir dalam hidupku.

Kita memang selalu memiliki pelaung untuk bisa menang, sesulit apapun akan selalu ada jalan kelaur, namun tidak dengan keadaan ini karena aku sendiri yang menyerah bukan takdir yang membuat aku tak bisa bertindak untuk katakana bahwa aku menyukaimu. Rasa takut mungkin telah mengubur semua impian untuk katakana itu, rasa takut bukan takut kau menolakku atau mengabaikanku namun yang lebih aku takutkan dan aku pikirkan apakah kau akan bahagia bersamaku, lihat keadaan diriku saja mungkin jawaban itu sudah tertanpung dalam pikiranmu bahwa aku bukan pilihan hatimu dan aku menyadari hal itu atas keadaan diri ini. Namun Aku sepertinya perlu ucapkan terima kasih atas rindu yang pernah kau berikan untukku, walaupun hanya rindu yang aku dapatkan darimu namun perasaan indah akan selalu menjadi sebuah kenagan indah dalam alur cerita perjalanan hidupku, Tak perlu kau merasa kasihan dan merasa bersalah karena kau tak pernah memperdulikanku karena jauh dari itu aku selalu menganggap dirimu telah memberiku warna disetiap bait gerak langkahku, Untukmu yang terindah “Gadis Pembawa Rindu”

Bersambung...


EmoticonEmoticon

Hosting Unlimited Indonesia