Blogger Writer Comedy : Mari Kita Tertawa Lewat Tulisan



Kata Orang Tuaku Aku Tuch orangnya Ganteng Mirip Aliando Syarief Tapi kenapa giliran aku Tanya sama teman-temanku kenapa malah mereka diam ya kalo aku bilang kata-kata orang tuaku itu tentang diri aku ini mirip aliando syarief. Aku jadi penasaran kenapa mereka malah diam setiap kali aku bertanya tentang hal itu. Karena aku sangat penasaran akan hal itu, entah aku terlalu semangat menerima hinaan atau terlalu semangat menerima bahan tawaan teman-temanku. Tapi yang namanya penasaran tetap jadi boomerang dalam hati jika tidak tahu asal usul dan penjelasannya ibarat lagi jauh cinta kalau tidak diomongin jadi beban dlaam waktu kita, Nah begitu juga dengan apa yang aku rsakan itu. Akhirnya karena kau memang tak betah nunggu lama-lama menunggu mengenai hal yang menjadi penasaran akan jawaban apa yang mereka akan berikan aku atas pertanyaan aku tersebut.

Dalam beberapa hari aku dihantui rasa penasaran, akhirnya aku kembali bertanya kepada teman-temanku semua, sambil nongkrong bareng-bareng akhirnya tanpa disadari akhirnya aku kembali bertanya kepada mereka, Apakah benar omongan orang tuaku mengenai aku ini mirip aliando syarief ?, tampil dengan muka melas kaya udah nggak tahan gitu ( maksudnya nggak tahan menerima jaawaban gitu) akhirnya salah satu temanku jawab dengan lisan tanpa koma alias bahasa alay yang pakai z contohnya kalo lagi nulis aja itu pakai z menjadi aza (Kepo dech). Temanku menjelasakan kenapa aku dibilang ganteng sama ortu aku katanya mirip aliando syarief karena kata temanku mana ada orang tua yang mau membuat anak terlukan untuk kedua kalinya dengan penghinaan orang diluar sana yang bilang anak-anaknya jelek dan juga mana ada juga ortu yang pengen lihat anaknya patah hati ketika mereka bilang anaknya itu jelek, cukup ditolak sama cewek untuk sekalian kali aja itu udah kasian ortu melihat, apalagi ditambah dengan omongan jelek terhadap anaknya. Tanpa rasa terhina oleh temanku, aku kembali bertanya emang ada ya orang yang miriip aliando syarief itu seperti aku, wkwkwkwk, temanku tertawa pingsan gitu kali, Ya pasti nggak adalah kata temanku, loe sadarkan aliando itu ganteng artis pula, jika aliando itu mirip kau (pakai bahasanya kau ini temanku orang medan ternyata, baru sadar, hahaha) mungkin dia akan menyesal semuru hidup karena dia dia memilih kehidupan yang salah mau mirip denganku, celoteh temanku. Dalam hati iya juga ya, kenapa aku ini bodoh kali yak, kenapa aku mau dibilangin mirip sama aliando syarief yak.
Namanya juga becanda, omongan temanku dan apalgi ortuku tak pernah aku masukan kedalam hati karena aku juga sangat bahagia dengan hidup yang saya miliki ini, saking bahagianya sampai tak ada yang suka sama aku (mewek, mewek ?) , ya nggak lah, aku kan bahagia walau diujung waktu ( sok puitis dech, mulai lagi dech). Bersama temanku aku sangat terhibur, mereka adalah rumah kedua setelah rumahku, maksudnya rumahku kedua adalah jika dirumah tidak ada makanan aku pergi kerumah keduaku untuk cari makanan, hahaha tengsin kali. Kadang aja temanku pernah bilang jangan kaku kaya gitu kalau main kerumah gw, anggap aja rumah sendiri tapi kadang aku merasa nggak enak, ya merasa nggak kalau lagi makan karena pas aku makan semua ludes dan yang lain nggak kebagian dan aku juga pernah main kerumah temanku juga pas malam-malam, karena hari sudah malam aku disuruh nginap aja dirumahnya, tapi aku merasa nggak enak, namun temanku itu orangnya tidak plin plan kalau harus ya harus, akhirnya tanpa basah tapi nggak basi akhirnya nginapnya dirumahnya, tapi pas bangun pagi aku sudah ada lagi dirumahku, akhirnya temanku cemas dan bertanya lewat telpon sama ortuku, apakah aku sudah pulang kerumah, terus ortuku bilang sudah dan tidak tahu kapan dia pualng kerumah,tau taunya aku pulang pas malam sekitar jam duaan dalam keadaan tidak sadar karena ngigo. Untung aja sampai kerumah coba sampai kekuburan, iih seremmm kali yak.
Bersama mereka temanku semua seakan aku tak membutuhkan apa-apa lagi (puitis, mulai lagi dech), ya maksudku nggak butuh apa-apa lagi karena kalo lagi nongkrong aku Cuma modal mulut (Ngomong) dan kuping (Dengar) yang traktir temanku semua. Kadang temanku pada bilang sama aku, emang kamu ngga punya duit apa kalo lagi jalan selalu minta ditraktir, aku Cuma bilang bukan tidak punya duit tapi nggak punya uang. LOL ( sama aja kale).Bukan itu jawabannya, aku menjawab dengan muka kurang terawatt, aku, aku, aku punya duit ko, tapi kenapa selalu kaya gitu pas jalan sama kita-kita nich, kata temanku, terus aku jawab, karena kalian nggak pernah bilang kalau duit kalian kurang untuk traktir kenapa harus dipaksain traktir aku, what…!!!, kata temanku, kenapa kamau diam aja pas mau bayar kalau tahu duit kita kempes, aku jawab karena aku dipaksa diam sama karena memang aku tak punya duit. Namun semua sudah berlalu, namun kebagian bersama temanku memang tidak ada duanya. Aku hanya bisa ingat ketika mereka menghiburku dalam keadaan apapun walau kadang but hati sepet dibuatnya. 

Pada hari libur sabtu minggu kadang kita jalan-jalan bareng-bareng, Pada satu liburan hari minggu kami pergi ke kota tua Jakarta pastinya. Berangkat dari rumah masing-masing dan ada juga yang berangkat dari rumah tetangga, hahaha. Ketemuan dihalte busway dan hari itu tampak ceria dimuka temanku semua, entahlah apa yang ada di benak mereka dan benakku juga. Ketawa ketiwi nggak jelas di dalam busway membuat orang-orang pada menatap kea rah kami semua, ada yang bilang kita itu orang gila, orak waras, ketawa ketiwi sing jelas. Namun mereka tak tahu dunia kita, jadi boleh saja ketawa sebelum ketawa itu dilarang kata judul film warkop (jadul banget yak). Sampai dikota tua kita turun busway, lah iyalah turun masak naik lagi. Jalan bareng melintari kota tua dan kahirnya kita masuk ke sebuah museum fattahillah. Kita tahu dimusium itu isinya apa, ya namanya juga museum pastinya peninggalan sejarah tempo doloe. Nah kita masuk bareng keluar sendirian (hahaha, kaya jelangkung kaya gitu). Nah kita melirik sana sini sana dan terpisah oleh keasyikan sendiri dan akhirnya kita berpisah dalam museum tersebut untuk menikmati keasyikan sendiri, foto-foto biar bisa dipasang di status masing-masing, Biasanya status temanku udah kebayang dikepalaku, ambil foto terus tulis status “aku lagi di kota tua lo” (hahahaha). Namun tidak denganku hari itu, aku bukan tidak foto dan tulis status dengan foto tersebut, bukan juga tidak punya kamera atau hanphone, namun hari itu aku tanpa disadari aku difoto sama anak-anak sekolahan SD gitu, Aku seneng dong kalau minta foto bareng kaya gitu, apalagi sama anak-anak kecil karena aku menyukai mereka (Bukan kasus yak, ingat !, karena aku masih normal). Setelah aku difoto bareng sama mereka lalu bu guru mereka datang menyapa mereka dengan perkataan seperti ini” Anak-anak apa yang laian lihat dan kalian foto, Terus salah satu anak-anak tersebut menjawab “Ini bu guru kita lagi foto sama peninggalan sejarah indonesia, Kalau boleh tahu bu guru ini nama peninggalannya apa ya bu guru ?” ( Gila lo dro, masa gw dibilang peninggalan sejarah sama bocah-bocah tengik ini, Saking kesalnya aku jawab, aku ini bukan peninggalan sejarah ade-ade, aku peninggalan kuno sejenis artefak, puas…puas !!!).
Mungkin saat ini itulahyang bisa saya beri kasih tau kepada blogger comedy semua, laen kali aku sambung lagi yak kalo udah dapat bahan lagi untuk blogger comedy. Akhir kata tetap berkata walau tidak mampu berkarya karena sepatah katamu bisa mengubah dunia, cikedottt JJJ

Facebook Comment